Pelatihan konselor BIKKSA yang diselenggarakan Majelis Tablig dan Ketarjihan (MTK) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Lampung. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Semangat baru dalam penguatan peran konselor berbasis nilai-nilai keislaman tampak nyata dalam pembukaan pelatihan konselor BIKKSA yang diselenggarakan oleh Majelis Tablig dan Ketarjihan (MTK) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Lampung, Sabtu pagi ini (10/5).
Acara bertempat di Gedung Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Provinsi Lampung dan dihadiri puluhan peserta dari berbagai daerah se-Provinsi Lampung.
Kegiatan dibuka secara resmi dengan pembacaan Kalam Ilahi dan menyanyikan lagu kebangsaan serta Mars ‘Aisyiyah. Sambutan hangat disampaikan oleh Nurjanah Baharuddin, Ketua MTK PWA Lampung.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan, pelatihan ini bukan sekadar forum peningkatan kapasitas, melainkan merupakan bagian dari jihad intelektual dan sosial perempuan ‘Aisyiyah dalam membangun peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Konselor BIKKSA harus hadir sebagai penuntun yang tidak hanya memahami ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman dalam setiap layanan yang diberikan.
Sambutan dilanjutkan dengan pengarahan dari Ketua PWA Lampung yang diwakili Sekretaris PWA Lampung Endang Susilowati. Ia menekankan pentingnya peran strategis konselor perempuan dalam membangun ketahanan keluarga dan masyarakat yang berkemajuan.
Ia menegaskan, perempuan yang terdidik dan berdaya saing adalah pilar penting dalam ketahanan bangsa.
Konselor yang memahami roh dakwah dan mampu menyelaraskan antara nilai keislaman dan pendekatan profesional akan menjadi kekuatan besar dalam membina keluarga yang sakinah dan masyarakat yang berkemajuan.
Pelatihan ini mengusung berbagai materi penting mulai dari pemahaman agama dalam Muhammadiyah, manajemen BIKKSA, hingga praktik konseling Islami, yang semuanya diarahkan untuk membekali para peserta menjadi agen perubahan dalam keluarga dan komunitasnya. []

Tinggalkan Komentar Anda