Lampung Selatan

Peserta Sekolah Lansia Salimah Way Lubuk Kalianda Belajar Jadi Lansia Tangguh

Peserta Sekolah Lansia Salimah Way Lubuk Kalianda Belajar Jadi Lansia Tangguh

Salsa Way Lubuk

Wartalampung.id, Kalianda – peserta Sekolah Lansia Salimah (Salsa) Kembali hadir dalam kegiatan yang rutin bulanan di Aula Masjid Nurul Hidayah Lingkungan 4 Kelurahan Way Lubuk Kecamatan Kalianda, Sabtu lalu, 25/10/2025.

Kegiatan ini diawali dengan Senam Sehat Lansia kemudian senam antistruk. Sinar matahari pagi pun ikut memberikan semangat kepada para Lansia untuk melaksanakan senam lansia yang diinstrukturi Ketua PC Salimah Kalianda, Marliani J.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua TP PKK Kelurahan yang diwakili oleh Ketua Pokja 2 PKK, Bidan Kelurahan Lubna dan Dewi, Ketua PC Salimah Kalianda Marliani J, Ketua Pimpinan Ranting Nurohmah beserta pengurus, Korluh KB Kecamatan Kalianda Komala Sari, Kabid KS Dinas Dalduk dan KB Kabupaten Lampung Selatan, dan mahasiswa/i KKN STAIS YASBA Kalianda.

Setelah senam kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan, tilawah Alquran, mars Salimah, dan Mars Lansia, kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.

Ketua PC Salimah Kalianda sekaligus Kepala Sekolah Salsa berterima kasih atas kunjungan Dinas Dalduk dan KB Kabupaten Lampung Selatan.

Ia berharap, ke depan sekolah ini menjadi lebih baik atas kerja sama dan dukungan semua pihak.

Sofia selaku Kabid KS Dinas Dalduk dan KB Kabupaten Lampung Selatan mengatakan, ia senang dapat hadir dan membersamai peserta.

Ia mengapresiasi dan bersyukur karena di Kecamatan Kalianda hanya Sekolah Lansia Salimah ini satu-satunya yang masih aktif.

Kegiatan dilanjutkan dengan Doa belajar yang di pimpin oleh peserta Sekolah Lansia Salimah Kelas 2 ibunda Sri Hartati.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan lansia mengaji dan cek kesehatan.

Materi tentang lansia tangguh disampaikan Komala Sari, Korluh KB Kecamatan Kalianda. Ia menyampaikan tujuh dimensi yang dapat dilakukan untuk mewujudkan lansia tangguh.

Yaitu dimensi spiritual dengan memperdalam ilmu dan aktivitas keagamaan. dimensi emosional dengan mengolah hati dan pikiran agar tetap bahagia. Dimensi intelektual yaitu melatih otak dengan membaca. Dimensi fisik, menjaga tubuh tetap bugar dan aktif dengan olahraga.

Kemudian dimensi sosial, memperbanyak bergaul dengan teman seusianya. Dimensi lingkungan yakni menjaga lingkungan fisik dan non fisik agar lansia tetap nyaman. Terakhir, dimensi vokasional dengan mengembangkan keahlian agar tetap berdaya. [Marli/Salimah Kalianda]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda