Assyifa
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Smanda Olympic 2025, rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-60 SMAN 2 Bandar Lampung, resmi digelar sejak 19 hingga 27 September 2025.
Ajang ini berlangsung meriah dengan menghadirkan sembilan perlombaan akademik dan olahraga, pertunjukan drama kolosal sebagai acara puncak, serta berbagai bazar UMKM yang ikut memeriahkan suasana.
Kegiatan yang mendapat dukungan penuh dari Ikatan Keluarga Alumni SMAN 2 Bandar Lampung (IKA) Smanda yang diketuai oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, ini ternyata memiliki cerita menarik.
Sosok di balik suksesnya Smanda Olympic 2025 adalah Assyifa Madita Ramadhani.
Anak dari pasangan Ita Rusnita dan Maidian Trisha Putra ini tidak hanya dikenal sebagai Ketua OSIS periode 2024–2025, tetapi juga dipercaya memimpin sebagai Ketua Pelaksana Smanda Olympic 2025.
Assyifa menceritakan awal mula terpilihnya sebagai Ketua OSIS Smanda.
Ia harus melalui proses panjang, mulai dari verifikasi berkas keterangan perilaku baik ke guru BK, dilanjutkan tahap wawancara oleh wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, pembina OSIS, staf tata usaha, dan guru BK.
Dalam wawancara itu ia juga menghadapi studi kasus mengenai suatu permasalahan.
Setelah lolos, tahap berikutnya adalah orasi dan debat bersama pasangan calon lain, lalu dilanjutkan dengan voting berbasis web dengan verifikasi NISN siswa.
Hasilnya, Syifa bersama wakilnya berhasil unggul dengan memperoleh lebih dari 600 suara.
Perjalanan organisasinya sendiri sudah dimulai sejak SMP, ketika ia menjabat sebagai Bendahara 2 OSIS.
“Menurutku, dengan berorganisasi aku bisa berinteraksi dengan banyak orang, dan temen temen baru,” ujarnya.
Baginya, organisasi menjadi tempat refreshing karena interaksi dengan orang lain membuatnya bahagia dan senang.
Saat di SMA, Syifa kembali aktif dalam organisasi dengan menjadi anggota Sekbid 10 Komunikasi dan Bahasa Asing sejak kelas X.
Konsultasi dengan orang tua dan guru mendorongnya untuk maju menjadi Ketua OSIS.
“Banyak banget pelajaran dan pengalaman berharga yang aku dapet setelah jadi ketua OSIS,” ujarnya.
Dari pengalaman itu, ia belajar tanggung jawab dan kemampuan berkomunikasi yang baik.
Selain di OSIS, Syifa juga aktif di ekstrakurikuler Bahasa dan Sastra (Bara) dan pernah menjadi wakil ekskul di kelas X.
Ia juga mengikuti majalah sekolah Derap Pelajar (Deppel) untuk membuat artikel kegiatan sekolah. Tidak hanya itu, Syifa menguasai bahasa Inggris dan sempat mempelajari bahasa Jerman.
Persiapan dan Kendala Smanda Olympic 2025
Mengenai Smanda Olympic 2025, Syifa menjelaskan bahwa persiapan sudah dimulai sejak sebelum Idulfitri 2025 lalu.
Namun, karena adanya peralihan kepala sekolah, rencana tersebut sempat tertunda. Panitia juga menghadapi kendala ketika pihak sekolah meminta revisi total acara hanya dalam waktu dua minggu.
“Waktunya mepet, kalau sudah di-acc dari beberapa bulan yang lalu mungkin persiapannya bisa lebih matang lagi dari yang sekarang,” ujarnya.
Dengan waktu efektif hanya dua bulan lebih, terpotong MPLS siswa baru dan pergantian pengurus OSIS, panitia baru bisa bergerak leluasa pada akhir Agustus 2025.
Selain itu, dana juga menjadi kendala. Meski sekolah tidak dapat memberikan dukungan materi secara langsung, tetapi Syifa tetap bersyukur.
“Menurut aku pihak sekolah sudah berjasa banget, karena alhamdulillah kita dikasih support dan dukungan dari guru, dan selalu didoakan yang terbaik,” katanya.
Di balik segala keterbatasan, Syifa merasakan banyak kesan berharga.
“Terutama seminggu sebelum acara, jadi lebih sering ngobrol sama tim inti dan ngobrol bareng divisi yang lainnya,” katanya.
Syifa juga mengungkapkan kekagumannya kepada IKA Smanda.
“Feel kekeluargaanya erat banget, seoptimal dan semaksimal mungkin untuk mendukung adik adiknya. Aku mengucapkan terima kasih kepada mereka semua. Itu juga yang menginspirasi aku nanti pas aku dewasa, aku juga akan kembali ke Smanda dengan memberikan banyak bantuan dan support untuk adik adik smanda,” ujarnya.
Manajemen Waktu dan Tim
Meski disibukkan dengan berbagai aktivitas, Syifa tetap bisa membagi waktu antara sekolah, organisasi, dan kehidupan pribadinya.
“Isi to do list, apa aja yang mau dikerjain dan juga nyusun prioritas apa aja yang harus dikerjain dahulu,” jelasnya.
Setelah itu, untuk menjaga kekompakan panitia, ia sangat menjunjung tinggi komunikasi.
“Chemistry itu enggak bisa dibentuk tanpa komunikasi,” tegasnya.
Baginya, komunikasi tidak selalu formal, tetapi bisa melalui obrolan santai. Karena tanpa pondasi kekompakan dari panitia, rasanya akan sulit untuk menggerakan keselurahan acara dengan baik dan lancar.
Prestasi Akademik dan Cita-cita
Di luar organisasi, Assyifa memiliki hobi membaca sejak kecil.
Hobi ini membawanya meraih juara 1 FLS3N bidang cerpen tingkat Kota Bandar Lampung, juara 3 FLS3N tingkat Provinsi Lampung, serta juara 3 Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) tingkat provinsi yang diselenggarakan oleh Puspresnas.
Assyifa menyadari bahwa menulis cerpen bukan hal mudah, tetapi pedoman yang baik membantunya meraih prestasi. Ia bahkan berhasil tanpa bimbingan khusus.
Selain itu, ia juga aktif membaca berita dan mengikuti isu-isu terkini untuk menunjang wawasannya dalam perlombaan debat.
Sejak kecil, Assyifa bercita-cita menjadi dokter.
“Karena menurut aku dokter itu pekerjaan yang hebat,” ungkapnya.
Cita-cita itu terinspirasi dari drama Korea bertema rumah sakit yang gemar ia nikmati.
Oleh karenanya, ia menargetkan Jurusan Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) atau Universitas Diponegoro (Undip) sebagai impiannya nanti.
Selain itu Assyifa juga menyiapkan dirinya untuk mengikuti tes Sekolah Tinggi Akuntasi Negara (STAN).
“Doakan yang terbaik. Semoga aku jadi sosok yang bisa membanggakan alumni, sekolah, dan orang tuaku,” katanya.
Kemampuan wicara publik yang ia miliki berkembang dari pengalaman presentasi, menjadi moderator, MC, mengikuti ekskul Bara, hingga lomba debat.
Dari pengalaman itu, ia belajar untuk lebih matang mempersiapkan sesuatu, bijak dalam mengambil keputusan, dan tetap menikmati setiap proses.
Harapan untuk Smanda Olympic
Menutup ceritanya, Assyifa menyampaikan harapannya terhadap keberlangsungan Smanda Olympic.
“Aku berharap Smanda Olympic ini bisa menjadi acara yang selalu membanggakan Smanda, acara yang top di provinsi Lampung, dan menjadi acara yang selalu dinantikan sama teman-teman pelajar di Provinsi Lampung,” ujarnya.
Ia juga tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 2 Bandar Lampung, pembina OSIS, dan Kepala SMAN 2 Bandar Lampung Sevensari yang selalu mendukung dan mendoakan yang terbaik.
Terakhir, ia juga berterima kasih kepada teman-teman panitia yang sudah mempercayainya.
Melalui Smanda Olympic 2025, Assyifa Madita Ramadhani, meninggalkan jejak kepemimpinan yang akan selalu terkenang di SMAN 2 Bandar Lampung. [Nathania Shakira]

Tinggalkan Komentar Anda