Nusantara

Perjuangan Tim IPA SMP Islam Az-Zahra, dari Pemberangkatan ke Ubaya hingga Raih Perunggu OPSI Nasional 2025

Perjuangan Tim IPA SMP Islam Az-Zahra, dari Pemberangkatan ke Ubaya hingga Raih Perunggu OPSI Nasional 2025

Raisa (ujung kiri) dan Tesla (ujung kanan). | Dokumentasi

Wartalampung.id, Surabaya — Perjuangan panjang tim peneliti SMP Islam Az-Zahra Bandar Lampung, Raisa Ufaira dan Assafar Tesla Laila Qodri, akhirnya berbuah manis.

Mereka sukses meraih perunggu pada ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Nasional 2025 di Universitas Surabaya (Ubaya) melalui kategori IPA dengan penelitian berjudul “Efektivitas Nanopartikel Ekstrak Tomat (Solanum Lycopersicum L.) Pada Penghambatan Pertumbuhan Koloni Bakteri Staphylococcus Aureus Penyebab Luka Diabetes.”

Tim berangkat menuju Surabaya pada 9 November 2025, satu hari sebelum registrasi.

Didampingi guru pembina, Kharen Riz Lambarwati, mereka mempersiapkan diri menghadapi kompetisi ilmiah terbesar bagi siswa SMP se-Indonesia.

Sesampainya di Ubaya, tantangan langsung terasa. Pada 10 November, mereka mulai menata booth pameran penelitian.

Namun, perjuangan justru dimulai ketika booth mereka roboh dua kali, memaksa tim untuk memperbaiki ulang dengan tenaga sendiri, bahkan sampai harus memanjat karena posisi booth cukup tinggi.

Pada hari kedua pameran, tekanan semakin terasa. Melihat karya penelitian peserta lain yang terlihat lebih baik, sempat membuat mental tim goyah.

Namun, dukungan dari guru pembina, serta teman satu tim membuat mereka kembali fokus.

Malam harinya mereka memperkuat persiapan dengan membaca ulang materi, berlatih tanya jawab, hingga salat tahajud sebagai bentuk ketenangan batin.

Presentasi urutan pertama sempat membuat Raisa menangis karena merasa belum siap. Namun saat momen itu tiba, mereka tampil optimal.

Presentasi berjalan lancar, tanya jawab mengalir natural, dan juri terlihat memahami penjelasan keduanya.

Begitu keluar dari ruangan, ketegangan berubah menjadi lega. Tesla bahkan sampai tumbang karena lemas.

Pada 15 November, tibalah saat pengumuman. Keduanya berpegangan tangan, mencoba menurunkan ekspektasi agar tidak terlalu kecewa bila gagal. Kapasitas mental mereka naik turun antara berharap, takut, dan pasrah.

Hingga akhirnya, nama mereka dipanggil sebagai peraih perunggu OPSI Nasional 2025.

Sejak awal, perjalanan tim ini bukan hanya soal mendapatkan medali, tetapi soal membangun karakter ilmiah dan kerja sama.

Mereka berlatih tiga kali simulasi presentasi dan justru simulasi kedua di sekolah terasa lebih menegangkan dibandingkan dengan juri nasional.

Selama persiapan, keduanya saling melengkapi. Raisa yang kuat berbicara di depan umum saling menguatkan Tesla.

Tesla yang memahami detail teknis penelitian membantu menjelaskan ulang pada pasangannya. Mereka membangun dinamika tim yang solid, saling mengkritisi, dan saling menguatkan.

“Terima kasih untuk Yayasan Fatimah Az-Zahra Lampung, khususnya Bunda Ning Abi Soleh, Abi Alif, dan seluruh staf Yayasan. Bunda Nina selaku konsultan pendidikan Yayasan, dan guru dan staf SMP Islam Az Zahra atas doa dan dukungan terhadap seluruh tim OPSI mulai dari tahap penulisan laporan hingga saat final. Semoga Yayasan Fatimah Az-Zahra senantiasa diberkahi oleh Allah dan dapat terus melahirkan siswa-siswi berprestasi dari berbagai bidang akademik maupun nonakademik,” tutupnya. [Dandy HR]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda