Susila Wati dan keluarga di Rumah Singgah Pasien YBM PLN IZI Lampung. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung — Dari Rawas, Pesisir Barat, sosok seorang ibu sederhana bernama Susila Wati (52) tengah berjuang menghadapi ujian berat dalam hidupnya.
Dikenal sebagai pribadi penuh kasih dan sandaran keluarga, ia kini harus bertarung melawan tumor ganas yang perlahan menggerogoti kesehatannya.
Penyakit tersebut tak hanya membawa rasa sakit yang tak kenal waktu, tetapi juga bayang-bayang kecemasan bagi masa depan orang-orang yang ia cintai.
Meskipun tubuhnya sering dilanda lemah, semangat Susila Wati tak pernah benar-benar padam.
Ia tetap mencoba tersenyum, tak ingin keluarganya larut dalam kesedihan. Di balik senyum itu tersimpan keteguhan seorang ibu yang berusaha kuat demi orang-orang tercinta.
Ketika kondisinya semakin menurun, keluarganya mengambil keputusan besar untuk membawanya berobat ke Bandar Lampung. Jarak ratusan kilometer dari Pesisir Barat harus ditempuh, dengan biaya dan tenaga yang tidak sedikit.
Namun, bagi keluarga, setiap langkah dan setiap pengorbanan adalah bagian dari ikhtiar untuk menyelamatkan Susila Wati.
Dalam setiap perjalanan, ia tidak pernah sendiri. Rusdi, sang suami, setia mendampingi tanpa mengenal lelah.
Begitu pula Rika Aggraeni, putri tercinta, yang terus menjaga, menguatkan, dan menjadi sumber kekuatan bagi ibunya.
Kebersamaan keluarga inilah yang menjadi penopang semangat Susila Wati untuk terus melawan penyakit yang menggerogotinya.
Di tengah perjuangan tersebut, Allah mempertemukan mereka dengan Rumah Singgah Pasien YBM PLN IZI Lampung, yang berlokasi tak jauh dari RSUD Abdul Moeloek.
Rumah singgah ini menjadi anugerah yang tak ternilai—tempat beristirahat yang aman, hangat, dan penuh kepedulian saat mereka jauh dari rumah.
“Kalau tidak ada rumah singgah ini, saya tidak tahu harus tinggal di mana. Bisa ada tempat yang tenang dan ada yang peduli sama kami, itu sangat besar artinya,” ujar Susila Wati dengan mata berkaca-kaca.
Kini, meski perjalanan pengobatannya masih panjang, Susila Wati terus mencoba tegar. Ia percaya bahwa dengan doa, dukungan keluarga, dan bantuan dari berbagai pihak, harapan kesembuhan selalu ada.
Senyum kecil yang sesekali terukir di wajahnya menjadi bukti bahwa ia tidak menyerah—bahwa ia masih menggenggam harapan sekuat tenaga.
Rumah Singgah YBM PLN IZI Lampung telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pengobatan Susila Wati. Bukan sekadar tempat berteduh, tetapi juga pelipur lara dan penguat semangat bagi mereka yang tengah berjuang.
Kisah Susila Wati adalah potret ketabahan seorang ibu yang tidak pernah berhenti berjuang, sekalipun tubuhnya melemah dililit penyakit.
Semoga Allah swt segera memberikan kesembuhan baginya, dan semoga rumah singgah ini terus menjadi cahaya bagi setiap pejuang kehidupan di tengah perjalanan panjang menuju kesehatan. []

Tinggalkan Komentar Anda