Mahasiswa Teknokrat pengabdian di SMKN 3 Bandar Lampung. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia kampus terbaik di Lampung melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Akuntansi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan siswa melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jurusan Pariwisata SMKN 3 Bandar Lampung dengan mengusung tema “Pelatihan Customer Service dan Pengelolaan Telepon dalam Meningkatkan Kualitas Layanan dan Kepuasan Pelanggan.”
Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis kepada siswa jurusan pariwisata mengenai pentingnya pelayanan pelanggan atau customer service dalam dunia kerja, khususnya pada bidang pariwisata dan industri jasa yang menuntut kemampuan komunikasi yang baik, ramah, serta profesional.
Tim PKM yang berasal dari Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teknokrat Indonesia terdiri dari Dio Arpiyan, Diego Saputra, Mohamad Aziz Habibie, Febby Beauty Indah, dan Muhammad Afriza. Kehadiran tim PKM disambut dengan antusias oleh pihak sekolah, guru jurusan pariwisata, serta para siswa yang mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pihak sekolah serta perwakilan tim PKM. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia yang telah memilih Jurusan Pariwisata SMKN 3 Bandar Lampung sebagai lokasi pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.
Menurut pihak sekolah, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi siswa karena mampu menambah wawasan sekaligus memberikan pengalaman baru mengenai dunia pelayanan pelanggan yang nantinya akan mereka hadapi secara langsung di dunia kerja.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta diberikan materi mengenai dasar-dasar pelayanan pelanggan yang baik, etika komunikasi, cara menghadapi pelanggan dengan ramah dan profesional, serta teknik berbicara melalui telepon secara efektif. Tim PKM juga menjelaskan pentingnya menjaga intonasi suara, penggunaan bahasa yang sopan, serta kemampuan mendengarkan pelanggan dengan baik agar tercipta pelayanan yang maksimal dan memuaskan.
Dalam bidang pariwisata, pelayanan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, siswa jurusan pariwisata diharapkan mampu memahami bagaimana cara memberikan pelayanan terbaik kepada tamu atau pelanggan, baik secara langsung maupun melalui media komunikasi seperti telepon.
Tim PKM juga memberikan contoh situasi yang sering terjadi di dunia kerja, seperti menerima reservasi hotel, menjawab pertanyaan pelanggan, menangani keluhan, hingga memberikan informasi wisata dengan bahasa yang baik dan profesional.
Tidak hanya penyampaian materi secara teori, kegiatan ini juga diisi dengan sesi praktik dan simulasi role play customer service. Dalam sesi tersebut, tim PKM terlebih dahulu memberikan contoh percakapan pelayanan pelanggan yang baik dan benar sesuai dengan standar pelayanan di bidang pariwisata.
Setelah itu, beberapa siswa diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung bagaimana menjadi seorang customer service yang profesional ketika menerima telepon dari pelanggan atau wisatawan. Praktik tersebut berlangsung interaktif dan mendapatkan respon positif dari peserta karena dinilai mampu meningkatkan rasa percaya diri serta kemampuan komunikasi siswa.
Selain itu, tim PKM juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga sikap, ekspresi, dan kesabaran saat menghadapi berbagai karakter pelanggan. Dalam dunia pariwisata, seorang customer service harus mampu memberikan kesan yang baik kepada pelanggan karena pelayanan yang ramah dapat meningkatkan citra perusahaan maupun instansi tempat bekerja.
Oleh sebab itu, pelatihan ini diharapkan dapat membantu siswa memahami pentingnya pelayanan prima sebagai salah satu faktor utama dalam meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pelanggan.
Kegiatan berlangsung dengan suasana yang aktif dan menyenangkan. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari penyampaian materi hingga praktik langsung.
Interaksi antara tim PKM dan peserta juga berjalan dengan baik melalui sesi tanya jawab yang membahas berbagai pengalaman dan kendala yang sering terjadi dalam pelayanan pelanggan di bidang pariwisata.
Melalui kurikulum berbasis teknologi masa depan, UTI berkontribusi langsung pada:
- SDGs Poin 4 (Pendidikan Berkualitas): Menyediakan sistem pendidikan tinggi di bidang teknologi dan digitalisasi yang inklusif, adaptif, serta bermutu tinggi.
- SDGs Poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Menyiapkan lulusan yang kompeten untuk mengisi kebutuhan industri global, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi digital.
- SDGs Poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): Mengembangkan inovasi dan penguatan infrastruktur digital melalui keahlian di bidang keamanan siber dan pemrograman.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr H Mahathir Muhammad SE MM mengajak lulusan SMA sederajat kuliah di Teknokrat dengan mengklik spmb. teknokrat.ac.id. []

Tinggalkan Komentar Anda