Ahmad Suryanto
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Janji pemerintah untuk membeli gabah petani di tingkat harga Rp6.500 tak kesampaian. Di beberapa daerah, Bulog tak sanggup menyerap semua pasokan gabah petani.
Ujungnya, banyak gabah membusuk lantaran berhari-hari tak bisa masuk gudang Bulog. Widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian Lampung Ahmad Suryanto kepada wartalampung.id, berpendapat, kalau memang pemerintah benar-benar ingin menstabilkan harga di tingkat petani Rp 6500, memang membutuhkan perencanaan logistik yang matang.
Kata alumnus Fakultas Pertanian Unila itu, pengamatan dirinya saya di lapangan, antara jumlah padi hasil panen raya di petani jauh lebih besar dibanding daya tampung Bulog.
Maka itu, yang ada adalah mekanisme pasar.
“Harga akan kembali jatuh. Perlu kerja ekstra dan sedikit keajaiban untuk mengatasai masalah yang ada saat ini,” kata Ahmad.
Ia menuturkan, sejauh ini Bulog tidak punya gudang yang cukup. Sedangkan untuk panen mendatang, hendaknya dilakukan perencanaan logistik yang lebih matang untuk menyediakan daya tampung gabah hasil petani (pergudangan, pendanaan, tenaga Bulog, dst).
“Perlu dihitung kembali dengan secermat-cermatnya sehingga apa yang kurang saat ini bisa diperbaiki,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika tidak ada perbaikan signifikan untuk musim panen yang akan datang, maka akan kembali terulang kejadian seperti sekarang ini.
“Seperti tari poco-poco, putar-putar ke kiri dan ke kanan,” tutupnya. []

Tinggalkan Komentar Anda