Nusantara

Pembangunan Masjid Al Hijrah Dilanjutkan, Ini Penjelasan Ketua Panitia Nasrullah Yusuf

Pembangunan Masjid Al Hijrah Dilanjutkan, Ini Penjelasan Ketua Panitia Nasrullah Yusuf

Nasrullah Yusuf (koko putih) saat meninjau Masjid Al Hijrah. | Sugiono

Nasrullah Yusuf (koko putih) saat meninjau Masjid Al Hijrah. | Sugiono

Wartalampung.id, Kota Baru – Pembangunan lanjutan Masjid Al Hijrah yang terletak di kompleks Kota Baru Kantor Gubernur Lampung Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan, segera dimulai.

Pekerjaan awal ini diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp3 miliar yang berasal dari partisipasi masyarakat.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al Hijrah yang juga Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM. Nasrullah Yusuf, mengungkapkan, tahap awal pembangunan akan difokuskan pada perbaikan fasilitas penting, seperti ruang salat, tempat wudu, ruang toilet, dan fasilitas pendukung lainnya.

“Itu dulu jadi fokus panitia di awal,” kata dia kepada wartalampuing.id sebelum salat jumat di masjid setempat hari ini, Jumat, 13/12/2024.

Nasrullah berharap, setelah pembangunan selesai, Masjid Al Hijrah dapat menjadi destinasi wisata religi, terutama bagi pelajar dan mahasiswa.

Nasrullah optimis, masjid ini akan menarik wisatawan muslim, mirip dengan Masjid Al Jabar dan Masjid Istiqlal di Jakarta.

Masjid Al Hijrah juga akan mencontoh Masjid Al-Jabar yang memiliki museum sehingga pengunjung dapat melihat berbagai peninggalan sejarah Islam, termasuk masjid tertua, Al Anwar, di kawasan Telukbetung.

Dalam waktu dekat, kata dia, panitia pembangunan masjid akan menggelar rapat untuk mempersiapkan tim pembangunan.

Diberitakan sebelumnya, pembangunan Masjid Al Hijrah di Kota Baru, Lampung Selatan, dipastikan akan dilanjutkan tanpa menggunakan anggaran penerimaan dan belanja daerah (APBD).

Hal ini disampaikan oleh Penjabat Gubernur Lampung Samsudin pada acara pencanangan kelanjutan pembangunan masjid yang berlangsung di Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Kota Baru, Kecamatan Jatiagung, Jumat, 13/12/2024.

Samsudin didampingi Ketua Panitia Pembangunan Masjid yang juga Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA.

Kepada wartalampung.id, Samsudin menjelaskan pembangunan masjid ini akan dibiayai melalui dana partisipasi masyarakat, bukan dari APBD. [Sugiono]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda