Bandar Lampung

Panitia Francetival 2026 Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila Matangkan Persiapan, Janjikan Acara Makin Interaktif

Panitia Francetival 2026 Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila Matangkan Persiapan, Janjikan Acara Makin Interaktif

Panitia Francetival 2026. | Helen

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Francetival 2026 kembali hadir sebagai kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis melalui Ikatan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis (Imasapra).

Menjelang pelaksanaannya, panitia terus mematangkan berbagai persiapan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik.

Dalam proses persiapannya, terdapat beberapa penyesuaian terhadap jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.

Meski demikian, perubahan tersebut tidak menghambat proses persiapan secara keseluruhan.

Panitia tetap berupaya agar setiap tahapan dapat diselesaikan sesuai dengan target yang telah direncanakan.

“Memang ada beberapa hal yang mengalami penyesuaian, tetapi secara keseluruhan masih kami usahakan tetap sesuai target,” ujar Zaki Alfarizi, Ketua Pelaksana, kepada wartalampung.id hari ini.

Tahun ini, Francetival mengusung tema “Un voyage, mille expériences” yang berarti “satu perjalanan, sejuta pengalaman.”

Tema tersebut menggambarkan Francetival sebagai sebuah perjalanan yang tidak hanya berfokus pada pelaksanaan acara, tetapi juga menjadi ruang bagi panitia, peserta, dan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman serta menciptakan berbagai kesan selama prosesnya.

Tidak hanya dari segi tema, Francetival 2026 juga berupaya menghadirkan rangkaian kegiatan yang lebih beragam dan interaktif dibandingkan tahun sebelumnya.

Sejumlah kegiatan telah dipersiapkan untuk memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi peserta, di antaranya solo song, storrytelling, fashion show, film review, cooking contest, dan beauty class baik secara daring maupun luring.

Beragam kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong peserta untuk terlibat secara aktif sekaligus memperkenalkan berbagai sisi budaya dan bahasa Prancis dengan cara yang lebih menyenangkan.

Di balik persiapan tersebut, koordinasi menjadi salah satu tantangan yang dihadapi panitia.

Banyaknya divisi dengan tugas dan tanggung jawab yang berbeda mengharuskan setiap anggota untuk mampu bekerja secara bersamaan, menjaga komunikasi, serta beradaptasi dengan berbagai perubahan yang muncul selama proses persiapan.

Bagi Zaki, pengalaman menjadi ketua juga memberikan banyak pembelajaran mengenai kepemimpinan.

Menurutnya, seorang pemimpin tidak hanya dituntut untuk mampu mengarahkan anggota, tetapi juga perlu memberikan kepercayaan, membagi tanggung jawab, mendengarkan masukan, dan tetap tegas dalam mengambil keputusan ketika dibutuhkan.

Ia menilai bahwa komunikasi, koordinasi, dan kekompakan menjadi tiga hal penting dalam menjaga keberlangsungan persiapan hingga hari pelaksanaan.

Keberhasilan Francetival tidak dapat dicapai hanya oleh satu pihak, melainkan merupakan hasil dari kerja sama seluruh panitia serta dukungan dari Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis dan pihak fakultas.

Selain memastikan kesiapan teknis, diharapkan panitia dapat mempertahankan semangat dan komitmen hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Ia mengajak setiap anggota untuk tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga menghargai proses yang telah dilalui bersama.

“Jangan melihat Francetival hanya sebagai sebuah program kerja, tetapi lihat juga sebagai sebuah perjalanan yang kita bangun bersama. Kita sudah memulai perjalanan ini bersama-sama, dan mari kita selesaikan juga bersama-sama,” pungkasnya.

Dengan berbagai persiapan dan penyesuaian yang dilakukan, Francetival 2026 diharapkan mampu menjadi kegiatan yang tidak hanya berjalan sesuai target, tetapi juga memberikan pengalaman yang berkesan bagi seluruh pihak yang terlibat. [Helen Meldiana]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda