Pengabdian Unila
Wartalampung.id, Bandar Lampung — Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Teknologi yang sebelumnya banyak dikenal dalam bidang industri dan teknologi informasi kini semakin mudah dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah dasar.
Namun, pemanfaatan AI dalam pembelajaran tidak cukup hanya dengan mengenalkan berbagai aplikasi kepada guru. Pendidik juga perlu memiliki pemahaman mengenai bagaimana memilih, merancang, dan menggunakan teknologi AI secara tepat agar benar-benar memberikan manfaat bagi proses belajar peserta didik.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat Unggulan BLU Batch 2 Universitas Lampung melaksanakan kegiatan “Optimalisasi Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Artificial Intelligence (AI) melalui Sosialisasi dan Pendampingan Guru Sekolah Dasar” di SD Negeri 1 Sepang Jaya, Kota Bandar Lampung.
Kegiatan ini dipimpin oleh Miranda Abung bersama tim pengabdi yang terdiri atas Dayu Rika Perdana, Muhammad Mona Adha, Agung Dian Putra, dan Maya Adina Pratama.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kompetensi guru sekolah dasar di tengah transformasi digital pendidikan. Perkembangan AI dinilai membuka peluang besar bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, menarik, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Ketua tim pengabdian, Miranda Abung, menjelaskan bahwa AI seharusnya tidak dipandang sebagai pengganti peran guru, tetapi sebagai teknologi yang dapat membantu guru dalam merancang dan mengembangkan pembelajaran.
“AI bukan untuk menggantikan guru. Justru teknologi ini dapat menjadi alat bantu bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif. Yang paling penting adalah bagaimana guru mampu menggunakan AI secara bijak, sesuai kebutuhan pembelajaran, dan tetap menempatkan guru sebagai pengendali utama proses pendidikan,” jelas Miranda Abung.
Menurutnya, perkembangan teknologi menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi guru sekolah dasar. Guru perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi agar teknologi yang tersedia tidak hanya digunakan sebagai pelengkap, tetapi dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik.
Melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan, guru diperkenalkan pada konsep pemanfaatan AI dalam pengembangan media pembelajaran interaktif. Pemanfaatan teknologi diarahkan untuk membantu guru dalam menghasilkan berbagai sumber dan aktivitas pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik.
Pendampingan juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Guru tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teoritis mengenai AI, tetapi juga diarahkan untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi tersebut dapat diterapkan dalam konteks pembelajaran sekolah dasar.
Dengan pendekatan tersebut, guru diharapkan mampu mengembangkan media pembelajaran yang tidak sekadar menarik secara visual, tetapi juga memiliki tujuan pedagogis yang jelas. Media pembelajaran perlu membantu peserta didik memahami materi, mengeksplorasi konsep, berinteraksi dengan sumber belajar, serta memperoleh pengalaman belajar yang lebih aktif.
Dayu Rika Perdana sebagai salah satu anggota tim pengabdian, menekankan pentingnya menempatkan kebutuhan peserta didik sebagai dasar dalam pemanfaatan AI.
“Teknologi seharusnya mengikuti kebutuhan pembelajaran, bukan sebaliknya. Ketika guru menggunakan AI, yang pertama harus dipikirkan adalah tujuan pembelajarannya, karakteristik peserta didiknya, dan bagaimana teknologi tersebut dapat membantu anak memahami materi dengan lebih baik,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa penggunaan AI dalam pendidikan juga perlu disertai dengan pemahaman mengenai etika dan tanggung jawab digital. Guru perlu memastikan bahwa teknologi digunakan secara aman, kritis, dan tidak menghilangkan proses berpikir peserta didik.
Sementara itu, Agung Dian Putra, turut memberikan penguatan mengenai pentingnya transformasi pendidikan yang tetap berorientasi pada pengembangan kompetensi dan karakter peserta didik.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus berjalan beriringan dengan kemampuan guru dalam membangun pembelajaran yang humanis. AI dapat membantu menyediakan berbagai alternatif media dan sumber belajar, tetapi interaksi antara guru dan peserta didik tetap menjadi bagian penting yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.
Kegiatan di SD Negeri 1 Sepang Jaya juga menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menghadapi perubahan kebutuhan pendidikan di era digital. Melalui kolaborasi tersebut, guru dapat memperoleh wawasan dan pengalaman baru dalam memanfaatkan teknologi, sementara perguruan tinggi dapat memahami secara lebih dekat kebutuhan nyata yang dihadapi sekolah.
Bagi guru sekolah dasar, kehadiran AI memberikan peluang untuk menghemat waktu dalam beberapa tahap persiapan pembelajaran, mengembangkan ide media, menyusun aktivitas belajar, serta menghasilkan alternatif materi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
Namun, tim pengabdian menegaskan bahwa kemudahan tersebut harus tetap diimbangi dengan kemampuan guru dalam melakukan seleksi dan validasi. Setiap materi yang dihasilkan dengan bantuan AI perlu diperiksa kembali dari sisi kebenaran, kesesuaian dengan kurikulum, bahasa, tingkat perkembangan anak, serta nilai-nilai pendidikan.
Dengan demikian, guru tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi perancang pembelajaran yang kritis dan adaptif.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri guru dalam mengeksplorasi teknologi AI sekaligus membuka perspektif baru mengenai pengembangan media pembelajaran interaktif. Guru diharapkan dapat melanjutkan praktik pemanfaatan AI secara mandiri dan mengembangkan media yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan peserta didik.
Kehadiran teknologi AI dalam pendidikan pada akhirnya bukan sekadar tentang penggunaan aplikasi terbaru. Lebih dari itu, AI menjadi bagian dari proses transformasi pembelajaran yang menuntut guru untuk terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Unggulan BLU Batch 2 ini, Universitas Lampung menunjukkan komitmennya untuk mendukung peningkatan kompetensi pendidik sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
SD Negeri 1 Sepang Jaya, Kota Bandar Lampung, menjadi salah satu ruang penting dalam proses tersebut—tempat guru dan teknologi bertemu untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini. []

Tinggalkan Komentar Anda