Berita Foto Opini

Opini: Mengenali Alfabet Bahasa Prancis dan Pelafalan Uniknya

Opini: Mengenali Alfabet Bahasa Prancis dan Pelafalan Uniknya

Setia Rini

Setia Rini

Oleh Setia Rini (Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila)

Apakah kalian pernah mendengar orang Prancis berbicara? Atau pernah menonton film berbahasa Prancis? Atau juga pernah melihat konten-konten berbahasa Prancis di sosial media?

Saya yakin, pasti kalian semua cukup terheran-heran dengan pelafalan-pelafan bahasa Prancis tersebut, terlebih bagi yang memang belum pernah mendengar pelafalan bahasa asing selain bahasa Inggris.

Itulah salah satu hal menarik yang membuat bahasa Prancis banyak dipelajari saat ini, bahasa Prancis memiliki keunikan terutama pada pelafalannya.

Lalu, bagaimanakah sebenarnya alfabet bahasa Prancis? PPada dasarnya, alfabet bahasa Prancis sama dengan alfabet dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris yang berjumlah 26 buah. Pelafalan alfabet bahasa Prancis sebagian besar mirip dengan pelafalan alfabet dalam bahasa Indonesia.

Namun, ada beberapa huruf yang dilafalkan berbeda seperti : C [sédan], E [embun], G [zébra], H [ashiap], J [zi], Q [ku(y)], R [errkh], U [u(y)], V [vérari], W [duble vé], X [iks], Y [igrek]. Itulah beberapa pelafalan alfabet yang berbeda dengan pelafalan bahasa alfabet bahasa Indonesia.

Sedangkan alfabet-alfabet lainnya diucapakan sama dengan pelafalan alfabet bahasa Indonesia meskipun sebenarnya juga ada sedikit perbedaan atau penekanan dalam bahasa Prancis.

Misalnya pelafalan huruf L, M, N dan Z yang dalam bahasa Prancis pelafalannya terkesan ada penekanan pada akhir pelafalannya yaitu L [el’leh], M [em’meh], N [en’neh], dan Z [zéd’deh].

Huruf-huruf alfabet tersebut, dalam bahasa Prancis pun memiliki karakteristik yang unik ketika berdiri sendiri (tunggal) maupun ketika dituliskan ganda (jamak). Misalnya huruf M tunggal dan MM jamak memiliki cara pelafalan yang berbeda.

Impossible dibaca [angpossible] yang artinya mungkin, sedangkan pomme dibaca [pom] yang artinya apel. Ada juga huruf S jika tunggal dilafalkan Z dan dilafalkan S jika berjumlah jamak SS. Contohnya poison [pwazong] yang artinya racun dan poisson [pwassong] yang artinya ikan.

Selain itu ada juga penulisan huruf alfabet yang memiliki tanda berbeda sehingga menyebabkan pelafalannya pun berbeda, yaitu huruf C dengan Ç [C cedille]. Penulisan Ç dengan ekor dilafalkan menjadi S bukan C, misalnya façon [fasong] yang artinya cara.

Sedangkan huruf C sendiri dilafalkan K, di depan huruf vokal A, U, O dan dilafalkan S di depan huruf I dan E. Misalnya calme [kal’m] artinya tenang/ santai/ kalem, cuir [kuir] artinya kulit (hewan), comment [kommong] artinya bagaimana,  facile [fasil] artinya mudah, dan cependant [sepongdong] yang artinya namun/ meskipun demikian/ walaupun.

Ada lagi pelafalan huruf konsonan G yang juga memiliki keunikan. Huruf G akan menjadi Z jika bertemu dengan vokal I dan E, seperti giraffe [ziraf] artinya jerapah dan genou [zenu] artinya lutut. Huruf G baru dilafalkan G did epan vokal A, U, dan O seperti garçon [garsong] artinya anak laki-laki, Guyane [guyan] artinya Guyana, dan gomme [gom] artinya penghapus.

Selain huruf C, G, M, N masih ada huruf konsonan lainnya yang memiliki pelafalan unik dalam bahasa Prancis. Oleh karena itu, ketika kita belajar bahasa Prancis bahkan sejak awal harus benar-benar teliti dan cermat.

Hal ini dikarenakan keunikan-keunikan tersebut, yang jika kita pahami dengan baik maka akan sangat lebih mudah untuk memahami hal-hal lainnya yang juga masih ada kaitannya dengan pelafalan.

Jika beberapa contoh sebelumnya adalah pelafalan huruf konsonan, pelafalan huruf vokal dalam bahasa Prancis pun juga lebih unik lagi dan sangat jauh berbeda baik dengan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

Beberapa pelafalan beberapa pembentukan huruf vokal Prancis yang wajib kita tahu di antaranya : ai/ ei [é, ésa] ; au [o] ; eau [o] ; ou [u] ; oi [wa] ; eu [e, embun] ; an, am, en, em, on, om, um, dll. [ong/ang, sengau]. Berikut ini beberapa contoh kosakata dari masing-masing pelafalan dasar bahasa Prancis dari huruf vokal tersebut.

Mais [mé] artinya tetapi ; aussi [osi] artinya juga ; rideau [rido] artinya tirai ; fourmi [furmi] artinya semut ; poire [pwar] artinya buah pir ; jeudi [zedi] artinya Kamis ; chance [shong’s] artinya kesempatan ; ballon [balong] artinya balon ; pompier [pongpie] artinya petugas pemadam kebakaran ; parfum [parfang] artinya parfum, dan lain-lain.

Pelafalan alfabet setiap hurufnya maupun pembentukan kata dasar baik dari sesama konsonan maupun vokal dan konsonan dalam bahasa Prancis benar-benar sangat unik.

Pelafalan huruf konsonan R [errkh] dan pelafalan sengau [ang, ong] menjadi ciri khas bahasa Prancis yang sangat unik yang sejatinya menjadi kemudahan bagi kita untuk menguasai bahasa tersebut dengan lebih mudah.

Jika kita sudah mengetahui unsur-unsur dasar pelafalan bahasa Prancis maka tentu saja akan lebih muda bagi kita untuk menguasai bahasa Prancis.

Allez-y on apprend le français parce qu’il est une langue vraiment unique [alézi ong naprong le frongsé parskile un long(gh) vrémong yunik], ayo kita belajar bahasa Prancis karena bahasa Prancis benar-benar unik. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda