Berita Foto Opini

Opini: Memelihara Hutan, Menanam Kebaikan, dan Memanen untuk Masa Depan

Opini: Memelihara Hutan, Menanam Kebaikan, dan Memanen untuk Masa Depan

Kawasan Gisting Atas. | Dokumentasi Dinas Kehutanan Lampung

Kawasan Gisting Atas. | Dokumentasi Dinas Kehutanan Lampung

Oleh Iqbal Amiruddin Ihsanu, UPTD KPH Way Pisang Dinas Kehutanan Lampung

Berbicara tentang hutan, yang terlintas di pikiran kita adalah sekumpulan pohon yang rimbun yang dilengkapi dengan berbagai satwa liar. Namun, realita yang ada sekarang, sebagian besar kawasan hutan saat ini sudah tidak dalam kondisi berhutan.

Data terakhir Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, kawasan hutan di wilayah ini mempunyai luas 1.004.735 hektare di mana 86 persen kawasan hutan sudah terdapat masyarakat di dalamnya.

Menjadi bagian dari petugas yang bekerja di instansi kehutanan saat ini selalu menjadi objek terhadap beberapa fenomena alam yang terjadi. Tidak hanya saat musim hujan, fenomena kekeringan yang terjadi di musim kemarau saat ini juga dianggap merupakan dampak dari kondisi hutan yang saat ini sedang tidak baik-baik saja.

Untuk mengantisipasi kondisi kawasan hutan yang saat ini sedang kritis tersebut, pemerintah telah melaksanakan penanaman dengan luasan lebih dari 1.000 hektare. Selain itu, juga merangkul masyarakat sekitar hutan dengan memberikan akses kelola hutan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Upaya pemerintah tersebut merupakan jawaban atas tudingan beberapa pihak yang selalu mengambing-hitamkan pihak Kehutanan yang dianggap bertanggung jawab terhadap bencana alam, seperti banjir, longsor, dan kekeringan.

Yang harus kita sadari bersama, tanggung jawab memelihara hutan dan lingkungan adalah di tangan kita semua. Logikanya adalah, jutaan hektare kawasan hutan tersebut tidak mungkin dijaga dan dipelihara hanya oleh beberapa ratus orang petugas bidang kehutanan.

Padahal sejatinya, hutan merupakan sumber oksigen dan juga sumber mata air bagi seluruh manusia. Bayangkan, ketika kita sudah kekurangan air apalagi oksigen, pastinya seluruh kehidupan dan aktivitas kita akan terganggu.

Karena itu, tanggung jawab kita untuk memelihara hutan dan lingkungan membutuhkan peran dan tanggung jawab kita bersama. Upaya penyelamatan lingkungan dan hutan ini bisa dilakukan dengan apa pun latar belakang dan aktivitas kita.

Kita mesti berperan aktif mensosialisasikan dan menyuarakan untuk menjaga dan memelihara lingkungan. Itu adalah cara kita untuk berperan dalam “menanam” kebaikan untuk bisa memelihara dan “memanen” dampak kebaikan lainnya demi keberlangsungan titipan anak cucu di masa depan. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda