Berita Foto Opini

Opini: L’hymne à l’amour Céline Dion Tandai Pembukaan Olimpiade Paris 2024

Opini: L’hymne à l’amour Céline Dion Tandai Pembukaan Olimpiade Paris 2024

Setia Rini

Setia Rini

Oleh: Setia Rini, Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila

Jumat malam lalu, tepatnya 26 Juli 2024 waktu Paris, secara resmi telah dibuka Olimpiade Paris 2024 yang dilakukan di sepanjang Sungai Seine. Banyak sekali media massa yang memberitakannya baik di dalam maupun di luar negeri.

Terlepas dari berbagai polemik pro-kontra terkait pembukaan Olimpiade tersebut, ada banyak hal menarik yang bisa kita pelajari dari perhelatan dunia empat tahunan tersebut. Ya, tentu saja di balik pemberitaan yang begitu ramai di jagad maya, media sosial, kanal berita, dan lain sebagainya, kita yang saat ini sedang belajar bahasa Prancis atau fokus pada bidang bahasa Prancis, memperoleh banyak sekali bahan diskusi dari berbagai bidang dan sudut pandang.

Selain semakin banyak kita tahu tentang Prancis, budaya Prancis, kita juga bisa belajar banyak sekali hal terkait bahasa Prancis.

Terkait dengan Olimpiade tersebut, pertama kali dilakukan di Athena, Yunani pada tahun 1896. Olimpiade tersebut, yang dalam bahasa Prancis disebut Jeux Olympiques (JO) merupakan ajang olahraga internasional terbesar dan terkemuka di dunia untuk kompetisi berbagai cabang olahraga musim panas dan dingin yang diselenggarakan empat tahun sekali dan diikuti oleh ribuan atlet yang berasal lebih dari 200 negara.

Jeux sendiri berarti permainan, bentuk jamak dari jeu (n.m) sehingga ada berbagai permainan atau cabang olahraga yang dikompetisikan di dalam Olimpiade tersebut.

Sebagai tuan rumah acara bergengsi di dunia, tentu saja Prancis berupaya melakukan dan memberikan yang terbaik terutama pada perhelatan peresmian pembukaan Olimpiade tersebut. Kesempatan besar bagi Prancis untuk menampilkan diri kepada dunia.

Oleh karena itu, pada acara pembukaan lalu, Prancis melakukan hal yang berbeda sepanjang sejarah Olimpiade berdiri. Di mana, biasanya pembukaan dilakukan di dalam stadion namun Prancis memilih untuk menyelenggarakan pembukaan tersebut di luar stadion, yaitu di sepanjang Sungai Seine. Kenapa?

Ya, mungkin saja Prancis ingin memperlihatkan kepada dunia betapa jantung Prancis yang terletak di kota Paris itu, di Menara Eiffel dan sepanjang Sungai Seine itu, adalah keindahan dunia yang tidak ada duanya.

Pada pembukaan tersebut, Prancis sebagai tuan rumah juga menghadirkan penyanyi legendaris asal Kanada, Celine Dion [Selin Diong]. Pada kesempatan tersebut, Celine Dion menyanyikan lagu cinta Prancis populer yang berjudul L’hymne à l’amour milik Edith Piaf di balkon menara Eiffel, tempat cincin Olimpiade dipasang.

L’hymne à l’amour atau Himne Cinta ditulis sendiri oleh penyanyi aslinya yaitu Edith Piaf yang dipublikasikan pada tahun 1950. Lagu ini didedikasikan untuk kekasih tercintanya, seorang petinju terkenal Marcel Cerdan yang meninggal karena insiden pesawat pada tahun 1949.

Lagu orisinal yang dinyanyikan oleh Edith Piaf ini bisa diakses di Youtube melalui https://www.youtube.com/watch?v=QYgVDXUIAuo. Sedangkan versi Celine Dion yang dinyanyikan pada perhelatan American Music Award AMAs 2015 dapat diakses melalui https://www.youtube.com/watch?v=ifyz98_eWd4.

L’hymne à l’amour

Himne Cinta

Le ciel bleu sur nous peut s’effondrer

Langit biru ini bisa runtuh

Et la Terre peut bien s’écrouler

Dan bumi pun juga bisa runtuh

Peu m’importe si tu m’aimes

Aku tidak peduli jika kau mencintaiku

Je me fous du monde entier

Aku tidak peduli dengan seluruh dunia

Tant qu’l’amour innondera mes matins

Selama cinta membanjiri pagiku

Tant qu’mon corps frémira sous tes mains

Selama tubuhku bergetar di bawah tanganmu

Peu m’importe les problèmes

Aku tidak peduli apapun masalahnya

Mon amour, puisque tu m’aimes

Cintaku, karena kau mencintaiku

J’irais jusqu’au bout du monde

Aku akan pergi ke ujung dunia

Je me ferais teindre en blonde

Aku akan memirang rambutku

Si tu me le demandais

Jika kau memintaku

J’irais décrocher la Lune

Aku akan pergi dan mendapatkan bulan

J’irais voler la fortune

Aku akan pergi dan mencuri keberuntungan

Si tu me le demandais

Jika kau memintaku

Je renierais ma patrie

Aku akan tinggalkan tanah airku

Je renierais mes amis

Aku akan tinggalkan teman-temaku

Si tu me le demandais

Jika kau memintaku

On peut bien rire de moi

Kau bisa menertawakanku

Je ferais n’importe quoi

Aku akan melakukan apa saja

Si tu me le demandais

Jika kau memintaku

Si un jour, la vie t’arrache à moi

Jika nanti, hidup memisahkanmu dariku

Si tu meurs, que tu sois loin de moi

Jika kau mati, biarkan kau jauh dariku

Peu m’importe si tu m’aimes

Aku tidak peduli jika kau mencintaiku

Car moi je mourrais aussi

Karena aku juga akan mati

Nous aurons pour nous l’éternité

Kita akan menjadi abadi

Dans le bleu de toute l’immensité

Dalam birunya semua keluasan

Dans le ciel, plus de problème

Di langit, tidak ada lagi masalah

Mon amour, crois-tu qu’on s’aime?

Cintaku, percayakah kau kita saling mencintai?

Dieu réunit ceux qui s’aiment

Tuhan menyatukan mereka yang saling mencintai

Dari lirik lagu l’hymne à l’amour di atas, bisa kita gunakan untuk belajar bahasa Prancis, baik leksikal maupun tata bahasanya. Jika diperhatikan dari konteks kosakata dan tata bahasa pada lirik tersebut, dapat dipelajari pada level A1-B1.

Kosakata yang digunakan masih cukup sederhana meskipun ada sedikit kata yang memang di level B1. Selain itu tata bahasa yang digunakan cukup beragam, misalnya konjugasi yang digunakan seperti konjugas present (Le ciel bleu sur nous peut; Et la Terre peut, si tu m’aimes), future proche (…l’amour innondera… ; …mon corps frémira…), conditionnel présent (J’irais… ; Je me ferais ; Je renierais…), imparfait (Si tu me le demandais).

Selain itu, adjectif possessif atau kata tunjuk kepunyaan (level A1-A2) juga digunakan seperti Tant qu’l’amour innondera mes matins, Tant qu’mon corps frémira sous tes mains, Je renierais ma patrie, Je renierais mes amis.

Namun, di sisi lain, terkait dengan pemaknaan isi lagu berdasarkan konteks yang memang berdasarkan kejadian nyata atau pengalaman yang dialami sendiri oleh penyanyi aslinya, dapat dikatakan sedikit sulit.

Terlebih lagi jika kita tidak biasa menerjemahkan lagu, karena lagu termasuk dalam jenis karya sastra sehingga kosakata dan gaya bahasa yang digunakan berbeda dengan konteks lain pada teks artikel dan sejenisnya.

Oleh karena itu, kita harus banyak membaca dan mempelajari bahasa Prancis juga melalui lagu. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda