Hasbullah

Oleh Hasbullah (Petugas Haji Pringsewu, Dosen Universitas Muhammadiyah Pringsewu)
Ajaran Islam, salah satunya ibadah haji. Ibadah yang merupakan perwujudan ketaatan dan kerinduan umat muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.
Serta menjadi pembuktian ittiba terhadap Nabi Muhammad saw. Ibadah haji tentunya menghadirkan banyak kegiatan dan hal-hal yang harus dilakukan dalam bentuk rukun, wajib dan sunah.
Ada hal yang sangat menyentuh dalam kegiatan haji, di mana kegiatan itu menjadi ibadah yang sangat menyentuh yaitu lantunan talbiyah.
Talbiyah, kalimat sederhana namun sangat penuh nilai, makna dan hikmah yang menggema dan menggetarkan kehidupan bagi mereka yang melantunkan.
Begitu juga jamaah haji yang melakukan perjalanan spritual ke tanah suci, lantunan talbiyah menjadi kalimat suci dan sakral yang senantiasa hadir dalam senyuman setiap jamaah, menjadi kekuatan tersendiri dalam menghidupkan dan memperkaya perjalanan suci ke Tanah Suci.
Kalimat talbiyah “Labbaik Allahumma labbaik, labbaik laa syarika laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulk, laa syarika lak.”
Kalimat yang mendeklarasikan atas keikhlaaan, ketaatan dan pengabdian diri kepada Allah swt. Kalimat yang mengandung pesan atas panggilan Ilahi dan mengagungkan kekuasaan serta keesaan-Nya.
Talbiyah salam setiap katanya mengandung makna bahwa semua itu miliki serta berasal dari Allah swt dan akan kembali kepada-Nya dalam bentuk amal. Maka talbiyah adalah kalimat yang menyatakan pengakuan, cinta, sayang, penghormatan, ketaatan dan ketundukan.
Senyum dalam lantunan talbiyah merupakan ekspresi dari syukur dan kebahagiaan karena dapat merasakan langsung panggilan Allah swt.
Senyum itu akan menghadirkan kekuatan pada hati yang tergambar dengan perasaan positif atas semua kejadian salam hidup dan meninggikan semangat ibadah. Senyum dalam lantunan talbiyah menjadikan setiap jamaah haji terasa tenang dan damai.
Dalam suasana yang ramai dan melelahkan saat ibadah haji, kalimat talbiyah menjadi cara yang efektif dalam mengelola gusarnya perasaan. Sehingga akan menemukan ketenangan dan kedamaian hati bersama lantunan talbiyah.
Talbiyah yang terukir dalam senyum, meningkatkan ikatan sosial sesama jamaah haji. Talbiyah yang dilantunkan dengan lisan masing-masing jamaah haji, menggerakkan setiap individu untuk memperkuat kebersamaan.
Talbiyah yang dilantunkan menjadi jembatan dalam menciptakan suasana saling menguatkan, mengingatkan, mendoakan, saling mendukung dan menjadi pengikat menjaga persaudaraan sesama muslim karena keimanan kepada Allah swt.
Talbiyah menghadirkan senyuman yang terlukis indah atas kebesaran dan kasih sayang Allah swt kepada hamba-Nya. Senyum dalam talbiyah telah mengalirkan nilai-nilai spiritual atas kebahagiaan, kekaguman dan kecintaan terhadap sang penguasa alam semesta.
Senyum dalam talbiyah adalah pembuktian bahwa ketundukan dan menjalankan kehendak-Nya merupakan puncak dari segala aktivitas kehidupan di dunia. Sebab, talbiyah menjadi kalimat suci yang menghadirkan dan mendekat seorang hamba kepada Rabb-Nya. []

Tinggalkan Komentar Anda