Berita Foto Opini

Opini: Banyak Jalan Menuju Roma, Banyak Jalan Menuju Prancis

Opini: Banyak Jalan Menuju Roma, Banyak Jalan Menuju Prancis

Setia Rini. | Dokumentasi

Setia Rini. | Dokumentasi

Oleh Setia Rini, Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung

Pasti tidak asing di telinga kita akan ungkapan “Banyak jalan menuju Roma”, yang berarti bahwa ada banyak cara dan solusi dari setiap harapan dan impian yang kita miliki.

Saya yakin, setiap dari kita pasti memiliki kutipan favorit atau kata-kata bijak yang menjadi prinsip atau pegangan hidup, selain pastinya Alquran atau kita suci masing-masing sesuai dengan agama dan kepercayaan ya.

Bahkan saya sering menemukan quote yang dibuat sendiri oleh mahasiswa ketika menyusun draf skripsi atau mereka menuliskan kutipan dari orang-orang terkenal di dalam maupun di dalam negeri.

Di dalam skripsi itu biasanya ada halaman khusus di mana mahasiswa dapat menuangkan quote tersebut yaitu pada bagian MOTO. Ya, saya sendiri sering takjub dengan kutipan yang sering ditulis sendiri oleh mahasiswa sebagai bentuk rasa lega, bangga dan puas karena telah berhasil berjuang untuk menyelesaikan studinya.

Rata-rata quote yang ditulis berisi tentang semangat dan motivasi diri untuk tidak lelah atau menyerah dalam berjuang.

Tidak sedikit juga yang mengutip kutipan dari tokoh-tokoh terkenal di Indonesia maupun dari luar negeri yang intinya juga sama, sebuah semangat dalam menjalani hidup, rasa syukur, daya juang dan lain sebagainya.

Juga banyak sekali kita lihat postingan di media sosial yang berisi kutipan, sehingga menurut saya, quote cukup berpengaruh di dalam kehidupan kita ya.

Dengan quote, bisa saja hidup kita menjadi lebih semangat dan penuh kepercayaan diri. Termasuk quote yang saya kutip baik pada judul opini ini maupun pada awal paragraf: Banyak jalan menuju Roma.

Sebuah pepatah lama yang saya yakin banyak orang paham dengan makna di balik istilah tersebut. Ada banyak cara, strategi, upaya, usaha, metode, teknik, yang bisa dilakukan untuk mencapai sesuatu. Oleh karena itu, saya rasa pepatah ini wajib dijadikan quote favorit untuk kita semua terutama dalam perjalanan kita mewujudukan impian-impian.

Kita saat ini belajar bahasa Prancis, dengan segala kemudahan maupun kesulitan yang ada pada bahasa itu. Dan kita memiliki impian yang ingin kita wujudkan melalui bahasa Prancis itu.

Misalnya saja, ingin memiliki karier yang cemerlang dengan gaji yang sangat besar setiap bulannya, ingin memiliki bisnis yang bisa berkembang sampai di Prancis, ingin melanjutkan studi di Prancis, ingin menikah dengan orang Prancis, ingin tinggal dan bekerja di Prancis, ingin berkarya dan berprestasi di bidang Prancis, dan keinginan-keinginan lainnya. Tentu setiap dari kita pasti menginginkannya bukan?

Hal sederhana selain keinginan-keinginan tersebut, misalnya, ingin pergi ke Prancis meskipun hanya beberapa minggu dan bisa merasakan langsung berkomunikasi dengan bahasa Prancis secara nyata di negara di mana bahasa itu digunakan.

Dan juga ingin foto di menara Eiffel atau mengunjungi tempat-tempat terkenal di Paris jika memiliki kesempatan untuk ke sana.

Impian sederhana tersebut nyatanya tidak sesederhana yang dibayangkan ya. Sebab, jika kita tidak mengetahui cara bagaimana bisa ke sana, ya akan menjadi hal mustahil. Sebaliknya, jika kita tahu, apa saja cara dan upaya yang dapat dilakukan untuk bisa ke Prancis, pasti akan menjadi lebih mudah bagi kita untuk mengusahakannya.

Impian ini saya yakin pasti menjadi impian semua orang yang sedang belajar bahasa Prancis. Siswa, mahasiswa, pengajar, guru, dosen pasti ingin sekali bisa ke Prancis meskipun hanya beberapa waktu.

Dan ternyata ada jalannya untuk bisa ke Prancis gratis untuk mereka semua ya, termasuk kita. Jalan yang manakah itu?

Iya jalan itu langsung diberikan oleh pemerintah Prancis melalui Kedutaan Prancis di Jakarta. Mungkin sudah sejak lama Kedutaan Prancis memberikan kesempatan ini kepada para pemelajar maupun pengajar untuk dikirim ke Prancis dalam kurun waktu tertentu dalam rangka short course atau magang dan program lainnya.

Saya sendiri merasakan betul bagaimana upaya pemerintah Prancis dalam hal ini Kedubes Prancis memberikan kesempatan baik kepada pemelajar maupun pengajar untuk bisa ke Prancis gratis sebagi bentuk apresiasi atas apa yang sudah kita lakukan untuk terus mengembangkan bahasa Prancis.

Untuk pemelajar bahasa Prancis baik siswa maupun mahasiswa sejak tahun 2022 lalu memiliki kesempatan untuk ke Prancis mulai dari 2 minggu sampai 3 bulan secara gratis. Adapun program yang dapat diikuti adalah Olimpiade dan beasiswa yang disebut BGF/Bourse du Gouvernement Français (Beasiswa Pemerintah Prancis).

Namun, olimpiade tingkat mahasiswa terakhir kali dibuka pada tahun 2022 di mana waktu itu mahasiswi Prodi Sastra Prancis Universitas Indonesia yang merupakan juara I diberikan kesempatan untuk ke Prancis di musim dingin tahun 2022.

Sedangkan juara II yakni mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila atas nama Al Fitriani memperoleh hadiah berupa tablet, kursus gratis, dan reward lainnya.

Di tahun yang sama, juga dibuka Olimpiade tingkat SMA sederajat di mana waktu itu, SMAN 9 Bandar Lampung juga sama-sama meraih juara II.

Di tahun 2022 tersebut, hanya peraih juara I yang diberikan hadiah untuk ke Prancis. Selain itu, di tahun 2022 juga dibuka seleksi BGF di mana Prodi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila yang diwakili oleh Renaldi Fany Putra berhasil mendapatkan kesempatan studi di Prancis selama 1 semester di musim dingin 2022.

Lalu di tahun 2022 Kedubes Prancis juga memberikan kesempatan kepada dosen-dosen bahasa Prancis di Indonesia yang belum pernah ke Prancis untuk juga mengikuti short course selama 1 semester di Prancis.

Lalu pada tahun 2023 lalu, Kedubes hanya membuka kesempatan ke Prancis bagi pengajar bahasa Prancis baik guru maupun dosen juga pengajar IFI/Institut Français d’Indonésie untuk mengikuti magang memperdalam kemampuan mengajar bahasa Prancis selama 3 minggu di Kota Vichy, Prancis.

Ada sekitar 15 orang pengajar yang dikirim untuk mengikuti kegiatan tersebut yaitu pada akhir November sampai awal Desember 2023. 10 orang dosen, 5 guru SMA dan 5 pengajar IFI yang berasal dari seluruh Indonesia.

Dan tahun 2024 ini, Kedubes Prancis kembali membuka seleksi BGF untuk mahasiswa serta olimpiade untuk siswa SMA sederajat. Sebaliknya, pada tahun ini tidak ada beasiswa yang diberikan untuk pengajar namun hanya diberikan kepada mahasiswa.

Dan masih dalam hitungan jam, melalui akun IG IFI yaitu @ifi_indonesia mengumumkan hasil olimpiade tingkat SMA di mana ada 6 sekolah yang diberikan beasiswa kursus musim dingin di Prancis selama dua minggu.

Dari keenam sekolah tersebut, masing-masing 1 siswa dan 1 guru yang membimbing memperoleh beasiswa tersebut, jadi total ada 12 orang yang akan diberangkatkan tahun ini. Salah satu dari SMA tersebut adalah SMAN 9 Bandar Lampung yang juga merupakan peraih juara II Olimpiade Nasional Bahasa Prancis pada 2022.

Oleh karena itu, pada musim dingin tahun ini, guru bahasa Prancis SMAN 9 Bandar Lampung atas nama Satwika Citra Dewi, M.Pd., dan 1 orang siswa bernama Pieter Wenesdy Octaviano Arta akan berangkat ke Prancis untuk mengikuti kursus tersebut.

Sedangkan untuk tingkat mahasiswa, Kedubes juga membuka seleksi BGF bagi mahasiswa dan telah terpilih 10 orang dari 10 Prodi Prancis yang ada di Indonesia dengan syarat telah memiliki sertifikat DELF B1.

Selain itu, Kedubes Prancis juga memberikan beasiswa kursus musim dingin bagi peraih skor tertinggi ujian DELF DALF pada sesi Juni lalu.

Ternyata ada banyak sekali ya kesempatan gratis ke Prancis yang langsung diberikan oleh pemerintah Prancis di Indonesia. Jadi tidak ada kata tidak bisa ya, sekarang kita sudah tahu kunci sekaligus caranya, cara menuju Prancis.

Untuk siswa melalui olimpiade (bentuk olimpiade berbeda-beda setiap tahun, harus selalu update berbagai informasi dari IG IFI), untuk mahasiswa dan pengajar melalui BGF dengan syarat sudah memiliki sertifikat B1 untuk mahasiswa dan pengajar SMA dan sertifikat B2 untuk dosen maupun pengajar IFI.

Jangan lupa juga ada kesempatan dari nilai tertinggi DELF untuk umum ya, bisa siswa, mahasiswa, pengajar maupun umum, yang penting bisa memperoleh nilai tertinggi DELF DALF se-Indonesia.

Nah, sekarang saatnya kita kencangkan sabuk dan atur strategi, melalui jalan yang manakah yang akan kita ambil supaya bisa menuju Prancis? Ini baru satu jalan saja ya, yaitu melalui beasiswa yang diberikan Kedubes Prancis.

Kalau kita rajin membaca dan mencari info ada banyak jalan lain yang bisa membawa kita ke Prancis. Salah satunya melalui program MBKM IISMA.

IISMA yaitu program beasiswa yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk mengikuti mobilitas internasional ke Perguruan Tinggi terbaik dunia. Artinya, kampus-kampus di Prancis atau negara-negara Frankofon lainnya tentu ada di dalamnya.

Tunggu apa lagi? Pantaskan diri kita untuk Allah kirim kita ke Prancis gratis ya. Selagi masih ada jalan dan kesempatan jangan ragu untuk memanfaatkan.

Pelajari bahasa Prancis dengan baik, targetkan untuk selalu meningkatkan level bahasa Prancis kita melalui ujian DELF yang saat ini bisa kita ikuti di UPT Bahasa Unila untuk level A1-B2.

Persiapkan diri sebaik mungkin untuk kesempatan ke Prancis gratis tahun depan. “Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan,” (QS. Al Mulk: 15). []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda