Bandar Lampung

Narasumber PIP-nya Muhammad Suhada, Adian Saputra Minta Konstituen dan Legislator Bangun Relasi, Tidak Saling Merongrong

Narasumber PIP-nya Muhammad Suhada, Adian Saputra Minta Konstituen dan Legislator Bangun Relasi, Tidak Saling Merongrong

Adian Saputra. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Pemimpin Redaksi Wartalampung.id Adian Saputra menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi pembinaan ideologi (PIP) dan wawasan kebangsaan gelaran anggota DPRD Bandar Lampung Muhammad Suhada di Kelurahan Kotabaru, Senin sore kemarin, 24/3/2025.

Selain Adian, Suhada juga meminta Kepala SMPIT Cahaya Ilmu Evi Virdiana menjadi narasumber.

Dalam paparannya, Adian menilai relasi antara anggota dewan dan konstituen. Ia mengatakan, anggota dewan akhirnya korupsi karena tuntutan dari keluarga dan konstituen yang juga tinggi. Dengan kata lain, masyarakat yang merongrong anggota dewan, bisa menyebabkan idealisme legislator menipis dan berpeluang melakukan korupsi.

Maka itu, konstituen diminta untuk tidak mengganggu kerja anggota dewan dengan permintaan uang atau yang lain. Misalnya mendekati Lebaran.

Adian bercerita, banyak anggota dewan yang mengganti nomor ponselnya karena dikirimi permintaan tunjangan hari raya (THR) oleh masyarakat, konstituen, dan anggota keluarga lainnya.

Karena tidak nyaman, banyak anggota dewan baik tingkat pusat sampai daerah yang mematikan ponsel atau mengganti nomornya karena merasa terganggu.

Adian bilang, pemilih Suhada jangan seperti itu. Jika banyak tekanan, tugas utama sebagai anggota dewan akan terganggu. Apalagi konstituen mengetahui dengan persis akhlak keseharian dari anggota dewan itu.

Adian bilang, sosok seperti Suhada mestinya dibantu, didukung penuh, dan dijadikan saudara. Itulah esensi menjalin relasi antara legislator dan pemilihnya.

Adian mencontohkan jelang Lebaran. Masyarakat yang merongrong dengan meminta THR atau bingkisan bisa mengganggu relasi yang dibangun itu.

Akhirnya, pola hubungan antara anggota dewan dan masyarakat menjadi transaksional. Dengan kata lain, relasi hanya ditentukan oleh uang.

Adian justru mendorong Suhada dan semua konstituen untuk sama-sama bergerak menyelesaikan persoalan di masyarakat. Misalnya, banjir.

Adian menyarankan Suhada dan konstituennnya memulai pembuatan sumur resapan dan lubang biopori sehingga meminimalkan peluang banjir saat hujan deras. [Sugiono]

 

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda