Berita Foto

Nabila Thrift, dari Hobi Jadi Usaha

Nabila Thrift, dari Hobi Jadi Usaha

Nabila. | Izzatul Karima

Wartalampung.id, Krui – Benar kata orang, jika ingin sukses bekerjalah dengan keras. Dan di sinilah Nabila, seorang ibu berumur 47 tahun berasal dari Liwa, Lampung barat, bekerja untuk memenuhi kebutuhan dengan ditemani suami berdagang di Krui, membawa harapan keluarga yang terus menjadi tumpuannya untuk semangat dalam mencari nafkah.

Perjalanan panjang yang harus Nabila tempuh dengan sang suami menuju Krui pasti memiliki banyak rintangan, tetapi mereka yakin ketika ia sampai disana pasti dia bisa mendapatkan penghasilan yang setara dengan usahanya.

Seorang wanita yang pintar dalam membaca situasi yang terjadi di tengah hiruk pikuk ekonomi keluarga. Di tengah keinginan mencari penghasilan Nabila datang ke kota Krui yang berjarak cukup jauh dengan asalnya berada.

Sebuah mobil kecil yang membawa Nabila, suami, dan bertumpuk-tumpuk pakaian membuat ruang pergerakan terbatas di dalam mobil tersebut.

Tetapi memang itu cobaan yang harus mereka rasakan hingga mereka sampai di Krui.

Eembusan angin dingin masuk melalui celah pintu mobil, “sshhh ssh,” dengan tangan dingin yang gemetar Nabila berusaha beristirahat agar badan tidak lelah saat tiba di Krui.

Suara ayam berkotek menjadi alarm alami pagi pengingat bagi Nabila dan sang suami untuk memulai hari. Dengan tetasan air wudu di wajah Nabila yang sedang berdoa agar usaha yang digelutinya berhasil membawa keberuntungan bagi hidupnya.

Mulai menata pakaian dengan berbagai model, gaya, ataupun fashion zaman sekarang membuat Nabila bersemangat menyambut pembeli yang berdatangan. Ditemani semilir angin pagi yang lumayan kencang, menerpa wajah dengan kening berkerut Nabila yang merasakan dinginnya udara saat itu.

“Dulu saya ingin menjadi guru,tetapi sekarang cita-cita saya sudah tercapai, sebenarnya usaha ini ada karena hobi saya yang sangat menyukai menjahit,” kata Nabila kepada wartalampung.id beberapa waktu lalu.

Menjadi seorang guru adalah cita-cita Nabila dulunya. Tetapi ia tidak begitu menginginkannya saat ini.

Nabila sangat senang dengan pekerjaannya sekarang, menjual pakaian yang lahir dari hobi sederhana yang ia tekuni.

Terbiasa di Krui, tidak membuat Nabila keliru bagaimana tentang selera orang di berbagai wilayah.

Justru hal tersebutlah yang membuat Nabila mulai memahami pola masyarakat untuk memilih fashion dan daya tarik yang sesuai masyarakat Krui.

Sekitar pukul 18.00, di hari Sabtu pada sore hari, di dekat gerbang masuk Pantai Labuhan Jukung, Nabila mulai mengemasi pakaian untuk dimasukkan ke dalam mobil.

Dengan raut wajah sayu dan penuh rasa lelah. Itu tak membuat Nabila patah semangat. Justru menjadi titik balik bagi Nabila dan sang suami.

Nabila menyampaikan bahwa susahnya menjadi penjual pakaian saat tidak ada pembeli yang datang.

“Ppenjual pakaian itu gampang-gampang susah, soalnya harus update pakaian yang lagi tren,” kata Nabila.

Di saat yang lain menyerah, Nabila tidak. Dia tetap tawakal. Berikhtiar serta yakin bahwa rezeki sudah ada yang mengatur.

Diiringi dengan doa dan ibadah yang dijalani sehari harinya, Nabila percaya bahwa suatu saat nanti dia akan sukses tanpa menjadi seorang yang terpandang.

Setiap orang punya pilihan dan jalan hidup yang ingin diperjuangkan.

Setiap pagi Nabila bangun menyambut hari seperti biasa dan juga semangat yang tak pernah padam.

Nabila membawa keberkahan dan harapan untuk keluarganya.

Sepenggal alasan unik yang Nabila lontarkan saat menjual pakaian.

“Pakaian itu merakyat, kualitasnya bisa dijamin, dibutuhkan semua orang, dan dicari oleh semua kalangan,” ujarnya

Dulunya hanya seorang wanita yang bercita-cita menjadi guru dengan hobi menjahit, dan sekarang sukses mencukupi kebutuhan keluarga.

“Alhamdulillah cukup,” ujarnya.

Nabila juga berpesan, penjualan ramai atau tidak bergantung pada kita yang menerimanya.

“Mau sepi atau ramai, kita harus tetap istikamah, jangan menyerah dan putus asa. Semua pasti ada jalannya. Semua wajib kita syukuri dengan cara berdoa dan beribadah,” ujarnya. [Izzatul Karima/SMAN 1 Pesisir Tengah]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda