Berita Foto Hiburan

Model Multitalenta Asti Mifta, Optimalkan Personal Branding di Tanah Rantau

Model Multitalenta Asti Mifta, Optimalkan Personal Branding di Tanah Rantau

Asti Mifta. | Dokumentasi

Asti Mifta. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Jakarta – Saat kuliah di Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Raden Intan Lampung, Asti Miftahul Jannah mengikuti banyak kegiatan.

Tercatat, ia aktif dalam kegiatan badan eksekutif mahasiswa (BEM), Rumah Film KPI, dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Asti dikenal mudah bergaul dan karena itulah ia punya teman lumayan banyak. Ia mulai belajar membangun relasi saat kuliah.

Asti lulus dengan nilai yang tinggi. Indeks prestasi kumulatif (IPK) gadis cantik kelahiran 6 Mei 1999 di Way Jepara, Lampung Timur, ini mencapai 3,69.

Usai wisuda, ia berusaha cepat dapat kerja. Asal halal, ia jalani dengan baik.

Asti pernah pula bekerja sebagai barista di kedai kopi. Sambil menunggu waktu wisuda, ia isi dengan bekerja.

Usai wisuda, ia diterima di sebuah perusahaan pembiayaan. Namun, penempatannya tidak di Lampung, tetapi Jakarta.

Berbekal masukan orangtua dan pengalaman selama ini, Asti mengiyakan. Resmilah ia menjadi anak rantau.

Menariknya, sebelum resmi bekerja di situ, ia menyempatkan diri mengikuti satu ajang besar yakni pemilihan Putri Hijabfluencer Lampung tahun 2022.

Ia bahkan lolos sampai grand final. Sebanyak 25 finalis mengikuti program dan seabrek kegiatan untuk menjadi yang terbaik. Asti lumayan sukses karena 25 orang itu terseleksi dari semula 250-an peserta.

Di ajang itu, pemilik akun Instagram @astimifta_ ini mendapat pengalaman baru. Ia mengetahui bahwa perempuan tak cukup hanya modal cantik.

Perempuan juga mesti cerdas dan cermat dalam berpikir dan bertindak. Sikap dan pembawaan mesti juga bagus.

Dari ajang itu, Asti banyak mendapat tawaran pekerjaan mempromosikan produk. Produk menjadi model pun sering ia dapatkan. Pengalaman mengikuti ajang ini setidaknya menguatkan mental Asti yang akan memulai hidup baru di Jakarta.

Awalnya, sebagaimana orang yang baru beradaptasi, ia pun mengalami gegar budaya. Ritme kerja pagi sampai sore membuatnya berkutat dengan rutinitas yang itu-itu saja. Untungnya, pada akhir pekan, Sabtu dan Ahad, ia bisa melakukan kegiatan lain.

Ia pun mencoba mencari relasi dari jaringan Putri Hijabfluencer di Jakarta dan sekitarnya. Dari situ, Asti mendapatkan mendapatkan informasi, ada salah satu agensi yang menawarkannya kerja sama.

Lantaran punya keahlian di bidang public speaking, Asti saban pekan mendapat pekerjaan menjadi pembawa acara atau MC. Kebanyakan acara di bidang modeling.

Dari situ, tawaran pekerjaan di luar rutinitas utama kantorannya, semakin banyak. Ia juga acap mengurusi pekerjaan promosi produk dari Jakarta dan luar Jakarta.

“Saya sadar, ternyata selama ini membangun relasi kesana kemari itu sangat bermanfaat untuk membangun personal branding,” katanya kepada wartalampung.id via percakapan WhatsApp.

Satu yang berkesan bagi Asti kala ia mendapatkan kepercayaan menjadi narasumber public speaking sebanyak dua kali dengan audiens mencapai puluhan orang.

Ia juga makin senang saat dipercaya menjadi MC talents show and dinner Grand Final Putri Hijab Indonesia 2023. Ia tampil di hadapan seluruh finalis ajang berkelas tersebut.

Asti berusaha memperkuat personal branding ini. Ia juga tak sungkan memberikan masukan kepada orang lain.

Asti berpendapat, membangun personal branding itu penting dan punya tenaga yang luar biasa.

“Orang-orang mungkin tidak tahu cara kita berproses ketika susah. Setiap orang punya kekuatan personal branding yang berbeda. Jadi, too good to be true,” kata Asti.

Too good to be true adalah sebuah adalah idiom yang dalam bahasa pergaulan yang berarti dunia tidak seideal itu (utopia). Terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Makna lainnya, jangan mudah terkesima dan percaya begitu saja.

Asti menambahkan, ketika personal branding kita sudah terbuat, ini bagus sekali diterapkan di dalam bisnis.

Sebagai perempuan yang kini merantau, Asti juga punya masukan. Ia berpendapat, siapa saja yang merantau di Jakarta mesti punya mental yang kuat.

“Merantau itu pasti banyak banget perubahan dari sisi lingkungan, dan kebanyakan orang-orangnya bodo amat,” katanya.

Meskipun demikian, Asti meyakini, kalau kita baik ke orang, pasti akan dipertemukan dengan teman dan lingkungan yang baik.

“Karena biasanya, apa yang kita tanam itu seperti yang kita tuai. Jadi anak rantau mesti kuat, jangan baperan. Kuat-kuatin hati.”

Yang jelas, lanjutnya, kalau aktivitas itu sudah sesuai dengan minat dan talenta kita (passion), kerja apa pun terasa happy.

“Apalagi sesuai dengan hobi juga.”

Asti bersyukur didikan orangtuanya selama ini membentuknya menjadi pribadi yang kuat. Mentalnya sudah terlatih. Kerasnya didikan orangtua, kini ia rasakan manfaatnya.

“Dari sini aku paham dengan ucapan yang sering mereka sampaikan. Dunia ini keras, Nak. Amarah kami tidak seberapa dengan kejamnya dunia luar. Ternyata itu benar selama yang aku rasakan saat merantau ini.”

Sukses selalu ya Asti. []

Editor: @adiansaputra27

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda