Rida. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Metro – Siti Farida Nur Azizah biasa disapa Rida @ridhaa.farida kini menjejak dunia model dan pageant di Lampung.
Prestasinya pun tidak kaleng-kaleng. Perhelatan berkelas nasional juga sudah pernah dara cantik kelahiran Lampung Selatan, 17 Mei 2003, raih.
Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Metro ini pernah mengikuti ajang lomba Duta International Olympiad on Islamic Economic and Business (IOSIE) Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (Afebis) tahun 2023.
Rida menempuh pendidikan di TK PKK Putra Menoreh Girimulyo Yogyakarta, SD 9 Metro Pusat, MTsN 1 Lampung Timur, dan MAN 1 Lampung Timur.
Rida bercerita, awalnya ada ajang perlombaan khusus untuk mahasiwa FEBI internasional yang tahun lalu diadakan di UIN Raden Mas Said Surakarta.
IAIN Metro mendapatkan undangan perlombaan itu. Seorang dosen kemudian menginformasikan itu ke beberapa grup dan Rida tertarik untuk mengikutinya.
“Aku tertarik karena lombanya soal perencanaan bisnis,” kata mahasiswi Program Studi Ekonomi Syariah semester VII itu.
Dari dosen itu pula Rida didorong untuk ikut lomba Duta Afebis IOSIE ini. Rida semangat ikut karena memang punya basis model.
Usaha Rida berhasil. Pada ajang itu ia masuk top 10 dan bersama teman-teman peserta lomba lainnya berangka ke UIN Surakarta untuk mengikuti grand final.
“Alhamdulillah saya mendapatkan gelar Duta Afebis IOSIE Persahabatan 2023.”
Oleh kampus, Rida juga dipercaya untuk menjadi Duta FEBI tahun 2023.
Menarik menyimak pengalaman Rida ini karena sejak kecil ua memang lekat dengan dunia model. Selain itu, ia juga punya kemampuan bagus dalam hal menari.
Kata Rida, model dan menari sampai saat ini masih ia tekuni. Alhamdulillah keduanya masih berjalan hingga sekarang.
“Dari kecil sudah suka dengan dunia fashion, jadi sejak itulah tertarik dengan dunia model.”
Untuk menari, Rida bilang ia sudah punya kemampuan ini sejak taman kanak-kanak. Karena suka dengan seni, sampai sekarang Rida tetap intensif. Bahkan, ia juga aktif dalam organisasi di bidang seni dan sanggar tari.
Rida bilang aktif dalam dunia model ini mendatangkan banyak wawasan dan pengalaman baru. Baik dalam bidang model sendiri, seni, pariwisata, dan lainnya.
“Bisa mendapatkan teman baru, bahkan bisa kenal orang-orang hebat di Metro dan Bandar Lampung, dan tentunya para desainer.”
Rida juga beruntung bisa terpilih menjadi model pada ajang besar yaitu Lampung Fashion Tendance yang diselenggarakan setiap tahun di Hotel Radison. Pada perhelatan itu banyak desainer terkemuka se-Indonesia yang hadir.
“Di situ kesempatan saya ketemu orang-orang hebat. Menambah wawasan, persaudaraan, dan pengalaman. Saya ingin lebih luwes dan mengalir terus karier di bidang model ini,” kata bungsu dari tiga bersaudara ini.
Rida juga lumayan aktif di media sosial. Buat Rida, media sosial adalah tempatnya untuk meningkatkan kapasitas diri.
Tidak hanya kecantikan, tetapi juga kemampuan lain. Rida bilang, perempuan sekarang tak cukup kalau mengandalkan kecantikan.
Jika ingin punya nilai yang mahal, ia berkeyakinan harus menambah dengan peningkatan kapasitas diri.
“Tak cukup kalau hanya cantik. Tetapi akhlak, sopan santun, sikap atau attitude, itu jauh lebih penting dan utama.”
Bagi Rida, akhlak itu juga penting. Ditambah dengan senyum, salam, sapa, dan sopan.
Menurut dia, menjadi perempuan itu tak hanya tentang cantik, tetapi harus mandiri, independen, dan berpendidikan.
Agar apa? Agar tidak mudah direndahkan oleh laki-laki dan harus bisa menjadi perempuan yang mahal akan value-nya.
Keren, ya. Sukses selalu ya, Rida. [@adiansaputra27]

Tinggalkan Komentar Anda