Manda. | Instagram

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Ramanda Mutikhatul Karomah atau biasa disapa Manda punya latar akademik yang lumayan unik. Jika rerata orang kuliah di satu tempat pada musim yang sama, Manda tidak.
Anak tunggal kelahiran Tanggamus, 15 November 2003, ini kuliah di Itera pada jurusan arsitektur dan Universitas Terbuka (UT) jurusan hukum. Tidak hanya soal itu saja yang menarik.
Kecintaannya pada dunia pageant juga inspiratif untuk disimak. Kepada wartalampung.id Manda bercerita banyak hal.
Manda bilang, ketertarikan dirinya kepada kompetisi pageant sedari kecil karena dipengaruhi oleh lingkungan. Tetapi, ia awalnya tidak pernah mendalami hal tersebut.
“Saya hanya tertarik dengan menonton acara tersebut di televisi saja,” kata dia.
Lantaran suka dengan hal baru, Manda mencoba untuk mencari minat bakatnya. Mulai mulai dari mengikuti kompetisi olimpiade, menggambar, menari, bernyanyi, dan untuk pertama kalinya mencoba mengikuti kompetensi pageant pada 2023.
Awalnya, Manda diajak oleh teman kuliah untuk ikut dalam Putri Hijab Academy. Lama kelamaan ia tertarik dan menyukai ini.
“Saya kemudian mencoba mengikuti kompetisi lain, seperti Duta Muslimah Hijab pada 2023,” tutur pemilik akun Instagram @rmandamuti ini.
Manda punya alasan kuat mengapa ia menyukai semua hal yang berbasis pageant. Yang paling utama, kata dia, adalah terkait dengan pengembangan diri.
Peningkatan kepercayaan diri memaksa Manda untuk keluar dari zona nyaman dan tampil depan umum. Dari sini ia banyak mengasah kemampuan dalam berbicara dengan tegas serta penuh keyakinan.
Selain itu, mengikuti kompetisi-kompetisi seperti ini menuntut kemampuannya untuk berbicara yang baik dalam segi presentasi, wawancara atau berinteraksi dengan lainnya.
Ia juga bisa menambah pengetahuan dan wawasan, jaringan sosial yang luas dan kesempatan kolaborasi. Manda mengakui semua itu ia dapatkan dari mengikuti kompetisi-kompetisi ini.
“Ini bisa menjadikan saya punya pengaruh positif kepada diri sendiri dan orang lain,” katanya.
Manda mengatakan, ia mendapat pengalaman yang berkesan yang sangat membahagiakan dan menjadi sebuah pembelajaran.
Manda bilang ia awalnya melihat seorang kawan terpilih sebagai Duta Muslimah Favorit. Ia kemudian bertanya-tanya bagaimana proses mengikuti acara itu.
Sebagai seseorang yang selalu berusaha memperkuat identitas muslimah melalui hijab, Manda merasa terpanggil untuk ikut serta.
“Persiapan awal yang saya lakukan yaitu mengisi formulir, melampirkan foto, dan menulis esai tentang makna hijab untuk diriku.”
Hal ini memaksa Manda untuk merenungkan kembali sebagai personal dalam mengenakan hijab dan perjalanan spiritual. Ia ingin membentuk dirinya menjadi muslimah yang baik.
Manda melanjutkan, usai pendaftaran menjadi Duta Muslimah itu, banyak hal yang ia persiapkan. Mulai dari melatih kepemimpinan dan advokasi sosial, serta meminta dukungan dari keluarga dan teman yang sangat berarti pada fase ini, memberikan semangat, saran dan kritik untuk membangun diri.
Ajang yang diikuti Manda kemudian memasuki tahap seleksi. Tahap seleksi hingga pengumuman pemenang dilakukan secara daring.
Dari sekian banyak pendaftar, panitia hanya memilih 20 semifinalis dari berbagai daerah yang dipilih berdasarkan esai, foto, dan perkenalan singkat.
Saat menerima pesan WA bahwa dirinya lolos pada tahap ini, Manda merasa sangat bahagia dan bersemangat untuk memberikan yang terbaik.
Detik-detik mendekati hari pengumuman pemenang tentunya sangat mendebarkan. Pengumuman tersebut diumumkan melalui akun Instagram @dutamuslimahhijab.
Ketika melihat postingan bahwa ia adalah “The Winner Duta Muslimah Hijab 2023”, perasaan haru dan bahagia bercampur menjadi satu.
“Rasanya masih tidak percaya bahwa saya dapat menyaingi beberapa peserta lainnya dari berbagai daerah,” kata dia.
Setelah kompetisi ini, banyak sekali hal yang ia dapatkan. Ini membuka banyak kesempatan untuknya, yaitu menginspirasi lebih banyak muslimah untuk mengenakan hijab dengan bangga dan penuh keyakinan.
Hijab bukanlah sebuah penghalang kita untuk melakukan kegiatan yang kita suka. Tidak hanya itu saja, sebagai kreator konten yang terpilih sebagai Duta Muslimah Hijab, Manda banyak mendapatkan tawaran untuk bekerja sama dalam bidang promosi dan lainnya.
Kata Manda, perjalanan ini mengajarkan bahwa ketekunan, kerja keras, doa, dan mimpi bisa menjadi kenyataan.
“Saya sangat berharap ke depannya saya terus berkontribusi positif untuk membawa perubahan baik bagi komunitas muslimah serta masyarakat luas,” kata dia.
Ia juga menilai keaktifan pada Putri Hijab Academy dirancang untuk mempersiapkan muslimah menjadi berpengaruh dan inspiratif.
Di sini Manda diajarkan mulai dari etika dan akhlak. Para peserta diajarkan mengenai nilai-nilai moral dan etis yang harus dikunjungi tinggi, serta menjaga kehormatan dan martabat diri di berbagai situasi.
Di sini juga diajarkan terkait wicara publik, kepemimpinan, dan fashion serta beragam gaya berhijab.
“Kami diajarkan bagaimana styling hijab kreatif dan modus, namun tetap sesuai dengan syariah. Ini mencakup cara inovatif mengenakan hijab dalam berbagai kesempatan, dari acara formal hingga kasual, dan beberapa tipe memilih bahan yang cocok untuk dipakai. Dari sini saya belajar tambahan seperti catwalk, promosi barang, dan foto model.”
Manda kini juga tengah bersiap dalam mengikuti kompetisi Putri Persahabatan. Baginya, ini adalah pengalaman yang sangat berarti dan memerlukan persiapan yang matang.
Sebagai seorang peserta, ia menyadari ini bukan hanya tentang penampilan luarnya, melainkan juga nilai persahabatan, karakter seseorang, dan kemampuan dalam berinteraksi.
Selain mengisi formulir, melampirkan beberapa prestasi, dan foto, Manda juga menulis esai singkat tentang arti persahabatan.
Esai ini menekankan pengalaman pribadi dalam menjalin hubungan persahabatan yang erat serta bagaimana cara Manda menjadi teman yang baik, setia, dan mendukung dalam hal apa pun.
Manda melakukan persiapan dengan baik. Ia menyusun strategi dengan membuat daftar hal-hal apa saja yang perlu ia pelajari dan latih. Seperti keterampilan berkomunikasi, pengetahuan terkait dengan persahabatan, catwalk, dan penampilan diri.
Tidak hanya itu, dalam kegiatan prakompetisi ini, ia juga memastikan dukungan dari keluarga dan teman-teman.
“Mereka memberikan semangat dan motivasi serta umpan balik untuk membantu saya mempersiapkan diri sebaik mungkin,” katanya.
Bagi Manda, kompetisi ini tidak hanya tentang memenangkan gelar, tetapi bagaimana cara kita membina hubungan persahabatan dengan tulus dan menjadi inspirasi bagi orang lain
Manda merasa kemampuannya dalam wicara publik dan catwalk telah berkembang dengan baik. Dari pengalaman di berbagai kompetisi dan pelatihan yang intensif telah memberikan ia dasar yang kuat.
Dalam wicara publik, misalnya, ia telah belajar bagaimana cara penyampaian pesan yang jelas dengan penuh percaya diri serta menggunakan intonasi yang tepat agar audiens bisa mendengar secara efektif.
Menurutnya, semua pengalaman dalam dunia pageant berkesan. Bertemu orang-orang yang memiliki semangat belajar tinggi dan saling mendukung.
Manda menjawab pertanyaan mengapa ia sampai kuliah di dua tempat, arsitektur di Itera dan hukum di UT.
Kata Manda, ia kuliah di dua tempat ini didasari oleh minat dan tujuan jangka panjang.
Menurut Manda, arsitektur adalah bidang yang ia kenal ketika SMA. Ia mencari tahu tentang bidang itu dan membuatnya tertarik dan terpesona bagaimana arsitektur bisa memengaruhi kehidupan manusia dan lingkungan.
Sementara hukum, kata dia, pemahaman yang mendalam tentang sistem peradilan, hak dan kewajiban, serta terkait dengan peraturan dan kebijakan dapat membentuk masyarakat yang adil.
“Saya tertarik juga mendalami hukum sesuai dengan pengalaman pribadi saya yang sempat tidak mendapat keadilan pada satu masalah pribadi.”
Jika ditanya minat atau passion, Manda bilang terletak pada persimpangan antara arsitektur, hukum, dan pageant.
Meskipun ketiganya berbeda, memberikan keseimbangan kepada kehidupan.
Dalam dunia arsitektur, ia menikmati proses kreatif, tantangan teknis, merancang dan belajar estetika terkait ruang fungsional.
Dalam pageant, ia banyak menemukan platform yang menginspirasi dan memotivasi terkait memperjuangkan isu-isu sosial yang penting.
Sedangkan pada bidang hukum, ia merasa tertarik memperjuangkan keadilan dan memberikan advokasi bagi mereka yang membutuhkan.
Sukses buatmu, Manda. []
Editor: @adiansaputra27

Tinggalkan Komentar Anda