Hiburan

Model Lampung Mahasiswi UIN Raden Intan Aulia Maharani, Pilih Artikel Ilmiah Nonskripsi untuk Gelar Sarjana

Model Lampung Mahasiswi UIN Raden Intan Aulia Maharani, Pilih Artikel Ilmiah Nonskripsi untuk Gelar Sarjana

Aulia Maharani

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Mahasiswi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN Raden Intan Lampung Aulia Maharani @alliyyak kini memasuki babak akhir kuliah.

Berbeda dengan kebanyakan mahasiswa menyelesaikan studi dengan skripsi, Aulia memilih mengerjakan jurnal ilmiah.

Kepada wartalampung.id, Muli Fotogenik Lampung Timur tahun 2023 ini bilang, pilihan ini tidak hanya memberikan fleksibilitas, tetapi juga memungkinkan dirinya untuk lebih fokus pada topik yang ia kuasai.

Ia bercerita, artikel yang ia tulis lahir berkat inspirasi dan bimbingan penuh dedikasi dari dosen pembimbing Baharudin dan kakak senior Qonita Shabira.

Keduanya memberikan dukungan kepadanya untuk proses penulisan sampai dengan selesai. kombinasi bimbingan akademis yang mendalam dan dorongan moral inilah yang mendorongnya menyelesaikan artikel ini dengan optimal.

Kata Aulia, mahasiswa harus senang saat bisa lulus jalur nonskripsi.

”Karya tulis ilmiahnya tidak perlu beratus-ratus halaman, cukup 10-20 halaman dalam bentuk publikasi artikel,” ujar dara cantik ini.

Aulia yang juga model ini menilai, dukungan dosen dan senior sangat signifikan. Mereka tidak hanya memberikan arahan teknis terkait penulisan artikel ilmiah, tetapi juga mendorong dirinya untuk memilih topik yang relevan dan memiliki peluang kontribusi nyata di bidang akademik.

Kedua figur inspiratif itu sangat terbuka dengan pilihan Aulia untuk lulus melalui jalur ini dan memberikan masukan yang terperinci terkait dengan struktur artikel, metodologi penelitian, hingga strategi publikasi di jurnal ilmiah.

Aulia bilang, sejauh ini artikel ilmiah yang ia tulis masih dalam tahap screening oleh dosen pembimbing.

Baca Juga: Muli Photogenic Lampung Timur Aulia Maharani, Dukungan Orangtua adalah Segalanya

Setelah proses tersebut selesai, ia berencana untuk mengajukan artikel tersebut ke rumah jurnal yang memiliki skop sesuai dengan topik penelitian.

”Saya berencana memublikasikannya di jurnal terindeks SINTA. Namun, untuk tingkat SINTA tempat artikel saya diterbitkan belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil evaluasi dan penyesuaian berdasarkan bobot serta kualitas isi artikel yang sedang dalam tahap screening.”

Aulia mengatakan, ttema besar yang ia tulis di dalam karya tulis ilmiah ini adalah blended learning atau yang biasa disebut metodologi pembelajaran campuran.

”Saya memilih metode Systematic Literature Review (SLR) sebagai pendekatan penelitian dalam artikel ilmiah saya karena sifatnya yang tidak memerlukan objek penelitian langsung sehingga memungkinkan fleksibilitas lokasi dan waktu pengerjaan,” kata dia.

Ia menambahkan, metode ini berfokus pada pengumpulan, evaluasi, dan sintesis jurnal-jurnal yang relevan dengan topik yang telah ditentukan sebelumnya, memastikan bahwa data yang dihasilkan memiliki basis teori yang kuat.

Namun, penerapan SLR membutuhkan penguasaan berbagai tools pendukung, seperti Covidence untuk menyaring literatur secara sistematis, Publish or Perish untuk menemukan sumber referensi yang kredibel, dan Vosviewer untuk analisis bibliometrik.

Meskipun demikian, tantangan utama dalam metode ini terletak pada proses seleksi jurnal yang relevan dan berkualitas, penyaringan literatur yang membutuhkan ketelitian tinggi, serta potensi bias dalam analisis dan interpretasi data.

Oleh karena itu, metode SLR memerlukan perencanaan dan eksekusi yang matang agar hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan.

Aulia menuturkan, ⁠ada beberapa alasan yang membuat ia yakin dapat menyelesaikan penulisan artikel sebagai syarat untuk menjadi sarjana.

Pertama, dirinya memiliki motivasi yang kuat untuk menyelesaikan studi ini karena gelar sarjana bukan hanya tentang formalitas, melainkan juga tentang membuktikan kemampuan saya untuk menyelesaikan tantangan akademik.

Kedua, ia memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik.

”Saya juga berkomitmen untuk tetap disiplin dan fokus selama proses ini berlangsung.”

Terakhir, ia yakin pada kemampuan diri untuk terus beradaptasi dan belajar selama proses ini.

Setiap tantangan dalam penulisan artikel ia anggap sebagai peluang untuk mengembangkan kemampuannya lebih jauh.

”Dengan persiapan, motivasi, dan dukungan yang saya miliki, saya percaya dapet menyelesaikan artikel ini dengan baik.”

Aulia sendiri diterima di kampus UIN Ini pada 2021. Karena rumah di Lamtim, ia memutuskan kos.

Kos ini adalah pengalaman pertamanya harus tinggal jauh dari rumah. Awalnya ia merasa kaget karena harus beradaptasi dengan kehidupan mandiri.

Namun, seiring waktu, Aulia mulai terbiasa dan menikmati pengalaman tersebut.

”Di kampus, allhamdulillah saya memiliki banyak teman. Dalam hal akademik, nilai saya selalu meningkat setiap semester. Suasana perkuliahan terasa sangat menyenangkan dan memberikan banyak pengalaman berharga.”

Habis lulus, rencananya apa, Aulia?

Ia berencana menjadi guru kelas di sekolah dasar. Musababnya, ia memiliki minat yang besar dalam mengajar dan mendidik anak-anak.

”Saya merasa bahagia saat berinteraksi dengan mereka, membantu mereka belajar, dan melihat perkembangan mereka dari hari ke hari.”

Bagi Aulia, profesi guru bukan hanya pekerjaan, melainkan juga panggilan hati yang sesuai dengan passion dirinya dalam dunia pendidikan anak. [@adiansaputra27]

Biodata

Nama                                          : Aulia Maharani

Kelahiran                                    : Pekalongan, Lamtim, 16 April 2003

Status                                          : Sulung dari dua bersaudara

Ayah                                            : Ahmad Ruba’i

Ibu                                               : Umi Erawati

Sekolah                                       : SMA Kartikatama Metro

Tinggi                                          : 158 cm

Berat                                           : 51 kg

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda