Adzra Aulia Ardana
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Model Lampung yang juga juara Putra-Putri Karya Lampung, Adzra Aulia Ardana, @adzraardnn_ berbagi cerita pengalamannya selama sebulan terakhir magang di Sekolah Alam Al Karim.
Mahasiswi psikologi Universitas Malahayati ini mengatakan, selama berada di sekolah ini, saya memperoleh banyak pengalaman berharga.
Ia belajar menangani berbagai permasalahan di sekolah, membantu para guru dalam memantau perkembangan anak, serta mengidentifikasi kebutuhan belajar anak berkebutuhan khusus.
Selain itu, saya juga melaksanakan berbagai tahapan pembelajaran yang sesuai untuk anak berkebutuhan khusus.
Karena sekolah ini merupakan sekolah Islam, setiap hari para siswa melakukan salat duha dan salat zuhur berjemaah.
“Saya mendapat kesempatan berharga untuk membimbing mereka dalam mengambil wudu dengan benar dan ikut serta dalam salat bersama mereka,” kata Adzra dalam pesan tertulis kepada wartalampung.id hari ini.
Bagi Adzra, pengalaman yang paling berkesan adalah kebersamaan yang terjalin di sekolah ini. Mulai dari makan bersama, salat berjemaah, hingga bergotong royong membersihkan kelas masing-masing setiap harinya.
Di Sekolah Alam Al Karim, Adzra mendapat beberapa tugas, antara lain, melakukan observasi terhadap anak-anak berkebutuhan khusus, membimbing mereka dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah, serta memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Selain itu, model cantik ini juga bertugas membimbing mereka dalam melaksanakan wudu, salat, dan hafalan Alquran dan doa-doa.
Adzra terkesan selama di sini. Ia mengaku tidak mengalami kendala saat magang di sekolah ini.

Anak-anaknya sangat sopan, santun, dan mudah untuk diberikan masukan jika berbuat salah.
Ia juga memberikan edukasi kepada masyarakat dan pembaca wartalampung.id untuk memberikan ruang yang inklusif bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan menghargai hak dan potensi mereka.
Menurut Adzra, dengan memahami bahwa setiap anak memiliki kebutuhan unik, masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan ABK, baik melalui pendidikan, fasilitas umum yang ramah, maupun kesempatan berpartisipasi dalam kegiatan sosial.
Selain itu, sikap positif dan empati dari masyarakat akan membantu mengurangi stigma, sehingga ABK dapat berkembang secara optimal dan dihargai sebagai bagian dari komunitas yang setara.
Baca: Model Lampung Adzra Aulia Ardana Paparkan Alasan Konsisten Aktif Dunia Pageant
Adzra berbagi hal-hal yang ia lakukan selama magang ini, wabilkhusus perlakuannya terhadap anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah
1. Pendampingan belajar. Memberikan bimbingan langsung untuk memahami materi pelajaran sesuai kebutuhan mereka.
2. Bantuan ibadah. Membimbing mereka dalam wudu, salat, dan hafalan sesuai tuntunan Islam.
3. Penyesuaian metode belajar. Menggunakan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan unik mereka, baik dalam cara penyampaian materi maupun dalam cara mereka mengerjakan tugas.
Kata Adzra, pendekatan ini bertujuan untuk membantu mereka belajar dan beribadah dengan nyaman dan mandiri sesuai kemampuan masing-masing.
Adzra menegaskan, sekolah ini sangat unik dan kreatif. Sebab, di Sekolah Alam Al Karim Lampung ini anak bukan hanya dididik menjadi cerdas, melainkan juga berakhlak baik, sopan, dan santun.
Sekolah ini juga sangat unik karena sesuai dengan namanya, anak-anak bebas mengeksplorasi diri dan mengembangkan ide-ide kreatif mereka di alam bebas.
Meski magang, Adzra mengikuti semua ketentuan bagi guru di sekolah ini. Meski dalam keseharian sudah berhijab, Adzra lebih meningkatkan lagi tata cara berpakaian dan bersikap selama magang di sini.
Buatnya, itu menjadi pengalaman positif dan makin membentuk karakternya menjadi lebih baik.
“Meskipun magang, pakaian yang saya gunakan sama seperti guru-guru yang lain,” kata dia.
Sukses selalu ya, Adzra. [@adiansaputra27]

Tinggalkan Komentar Anda