Giti. | Muhammad Ainul
Wartalampung.id, Jember – Model kita kali ini tidak berasal dari bumi Lampung. Giti Ajeng Prayudi yang menjadi subjek profil tulisan ini berasal dari Jember, Jawa Timur. Ia lahir 9 September 1997 di Bukittingi, Sumatera Barat.
Sejak beberapa tahun terakhir Giti memilih hidup mandiri di Jember. Sebelumnya ia tingal bersama orangtuanya di Magetan.
Soal menjadi model memang sudah lama ia lakoni. Kini ia masih aktif. Meski begitu, ia mengaku, antusiasme fotografer di kota yang sekarang ia tinggal belum begitu tinggi ketimbang kota asalnya.
Maka itu, jika ia pulang ke Magetan, ia tak mau sekadar menengok orangtua. Ia pasti sudah mengagendakan sesi foto dengan fotografer.
Kali ini Giti memilih memberikan patokan harga. Soalnya, semua persiapan ia lakukan sendiri. Sejak konsep, tata rias, dan sebagainya.
Di Jember, Giti juga bekerja paruh waktu sekaligus kuliah daring. Ia memilih kuliah manjemen di Universitas Terbuka. Waktunya untuk beragam aktivitas kini lebih leluasa.
Termasuk untuk mempersiapkan diri saat sesi foto. Yang menggembirakan juga, di kota ini ia sudah mempunyai rumah sendiri.
Kata Giti, ia tekun berusaha sehingga mempunyai rumah sendiri. Ke depan ia mau serius membangun bisnis berbasis fashion. Klop sih sama aktivitas modelnya selama ini.
Giti juga berpengalaman bekerja kantoran. Itu ia jadikan pengalaman hidup. Bekerja dengan tenggat dan target yang ketat membuatnya lumayan disiplin dalam menerapkan pola hidup.
Akan tetapi, beberapa tahun belakangan ia memilih bekerja untuk diri sendiri. Menjadi freelance host menjadi kegiatan keseharian.
”Aku dari tahun 2022 sudah merintis sendiri. Tinggal di kota lain, kerja sendiri, menabung, punya rumah, dan terus mengembangkan kemampuan modeling dan merintis usaha,” kata dia kepada wartalampung.id hari ini lewat percakapan media sosial.
Giti bilang, kerja di perusahaan itu enak karena gaji sudah pasti ada setiap bulan. Namun, jika ingin berkembang dengan talenta sendiri, memang lebih nyaman bekerja sendiri atau membangun usaha sendiri.
Giti sebetulnya sempat menikmati masa yang nyaman dalam berusaha. Dulu ia pernah berjualan tas dan pembelinya ramai.
Namun, ada sebuah kecelakaan yang membuatnya mesti memulai lagi dari nol.
”Buat operasi aku pakai semua tabungan untuk berobat dan pemulihan. Yang bikin aku kecelakaan enggak mau tanggung jawab alias kabur.”
Ia juga senang dengan posisinya sekarang. Dengan kebebasan waktu, ia bisa melakukan apa saja yang ia suka. Meski begitu, takzim kepada orangtua, khususnya ibu, terus terpelihara sampai dengan sekarang.
”Belikan mama barang yang ia sukai. Bawa keluarga jalan-jalan,” kata dia.
Kini, fokus Giti adalah sesegera mungkin menuntaskan kuliah, rajin bekerja dan mengumpulkan uang, serta membagiakan orang-orang tercinta.
Sukses ya Giti. [Adian Saputra]

Tinggalkan Komentar Anda