Bersih Pantai Minang Rua. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bakauheni – Mitra Bentala menggandeng Destana Desa Kelawi, mahasiswa KKN Itera, dan Wawai Waste melakukan aksi bersih lingkungan.
Aksi bersih pantai dilakukan di Dusun Minang Rua, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Ahad, 21/7/2024.
Sampah merupakan masalah kompleks yang dihadapi oleh hampir setiap negara di dunia.
Kompleksitas masalah sampah muncul dari berbagai aspek yang saling terkait, termasuk jumlah sampah yang terus meningkat, keragaman jenis sampah, metode pengelolaan sampah, serta dampak sampah terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.
Salah satu daerah yang memiliki permasalahan tentang sampah adalah Dusun Minang Rua, Desa Kelawi. Pesatnya perkembangan pariwisata Dusun Minang Rua memicu dampak positif dan negatif.
Dampak negatif yang terjadi berupa peningkatan sampah yang dihasilkan dari peningkatan jumlah warga dan pengunjung wisata di Pantai Minang Rua.
Permasalahan tersebut mendorong Mitra Bentala untuk menginisiasi kegiatan Aksi Bersih Lingkungan dengan tujuan mengurangi jumlah sampah dan meningkatkan lingkungan yang lebih bersih, sehat dan nyaman di Pantai dan Dusun Minang Rua serta mempererat hubungan sosial antarwarga.
Pelaksanaan kegiatan tersebut bekerja sama dengan mahasiswa KKN Itera, Wawai Waste, dan Destana Desa Kelawi.
Pihak-pihak yang berpartisipasi dalam kegiatan adalah BPBD Lampung Selatan, Dinas Sosial Lampung Selatan, Dinas Lingkungan Hidup Lampung Selatan, Dinas Kesehatan Lampung Selatan, siswa SMPN 1 Bakauheni, dan masyarakat Dusun Minang Rua.
Sampah yang terkumpul dan memenuhi kriteria akan dikelola oleh Wawai Waste, sedangkan sampah sisa akan dibuang di TPA Dusun Minang Rua.
Dewi Ira Rahmawati, koordinator program, menyampaikan, aksi bersih lingkungan dengan melibatkan siswa siswi sekolah penting untuk dilakukan agar dapat mendorong kepedulian dan kesadaran siswa terkait kebersihan lingkungan.
Sukaesih, warga Dusun Minang Rua, berpendapat, aksi bersih lingkungan berdampak baik untuk mempererat hubungan antarwarga.
“Kegiatan seperti ini penting untuk dilakukan sering-sering, setidaknya satu bulan sekali,” kata dia.
Pendapat lain disampaikan oleh Adella Safira Putri, mahasiswa KKN Itera.
Kata dia, kegiatan ini sangat seru. Warga desa maupun siswa sangat semangat mengikuti kegiatan.
“Saya berharap kegiatan seperti ini lebih sering dilakukan ke depannya,” ujarnya. []

Tinggalkan Komentar Anda