Diskusi membangun Lampung tangguh bencana. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Mitra Bentala bersama BPBD dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Lampung mengadakan diskusi membangun Lampung tangguh bencana, 23 dan 30 Januari 2024 di Bandar Lampung.
Dihadiri berbagai pihak dengan berbagai latar belakang profesi seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Lampung, media, akademisi, anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Lampung, sektor swasta, dan CSO/NGO Lampung.
Kegiatan ini merupakan bagian salah satu program “Penguatan Kemitraan untuk Ketahanan Komunitas di Indonesia dan Timor-Leste (SPRINT).
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi titik awal dalam membangun Lampung Tangguh Bencana di masa depan, sehingga korban baik harta maupun jiwa berkurang atau bahkan nihil korban.
Kegiatan ini merupakan upaya Mitra Bentala untuk membangun kolaborasi untuk menggalang kepedulian dan partisipasi aktif para pihak termasuk juga Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Lampung terhadap bencana yang ada.
Hal ini dilakukan mengingat Provinsi Lampung termasuk dalam kategori rawan bencana seperti tsunami, gempa bumi, banjir, kekeringan, dan tanah longsor. Terbaru pada tahun 2018, terjadi tsunami di Kabupaten Lampung Selatan yang menimbulkan korban harta dan jiwa.
Hadir dalam diskusi sekaligus membuka kegiatan Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah Provinsi Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto.
Untuk mengurangi risiko bencana dan membangun Lampung tangguh bencana, perlu adanya keselarasan seluruh pihak (pentahelix). Saat ini indeks risiko bencana terus mengalami kemajuan dan pada kisaran 139,1 (menurun).
Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Lampung, Aris Gibrant, berharap adanya dukungan dari semua pihak (pentahelix) sehingga FPRB dapat berjalan bersama dalam membangun Lampung tangguh bencana serta mengesampingkan ego demi menyelamatkan Lampung.
Diskusi yang dilakukan menghasilkan saran dan masukan di antaranya bagiamana memperkuat keberadaan FPRB yang telah diterbitkan oleh Gubenur Lampung No. G/309/VI.08/HK2023 periode 2023-2025.
Kemudian membuat rumusan tentang defenisi tangguh bencana terutama pada wilayah desa/komunitas yang rawan bencana, berbagai pihak dapat berperan dan berbagi sumber daya termasuk data dan infromasi kegiatan yang berkaitan dengan kebencanaan.
Rizani, Direktur Mitra Bentala, berharap kegiatan diksusi ini dapat terus berlanjut dan rutin dilakukan sehingga semua pihak memiliki kepedulian dan turut berkontribusi membangun Lampung tangguh bencana. []

Tinggalkan Komentar Anda