Seminar Salimah Lampung Selatan. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Kalianda – Memperingati milad ke-20 tahun, PD Salimah Lampung Selatan menggelar seminar pendidikan yang bertema “Mendidik Tanpa Luka: Peran Guru dalam Mendidik Generasi Sehat Fisik dan Sehat Psikis”, Sabtu, 30 Agustus 2025 di Aula Bappeda Kalianda setempat.
Tujuan kegiatan adalah mengetahui gambaran kondisi kesehatan fisik dan mental anak dan remaja di Lampung Selatan.
Kemudian, mengembangkan kemampuan guru dalam menerapkan pendekatan pembelajaran yang mendalam dan berbasis cinta.
Selain itu, meningkatkan sinergi antara pola pengasuhan di rumah dan di sekolah/madrasah untuk menciptakan generasi yang sehat secara fisik dan mental.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PD Salimah Lampung Selatan beserta jajaran pengurus, perwakilan dari berbagai Pimpinan Cabang (PC) Salimah se-Lampung Selatan, perwakilan dari GOW, perwakilan Dinas PPPA, perwakilan Kementerian Agama Lampung Selatan serta guru dan tenaga pendidik dari berbagai sekolah.
Acara dibuka langsung oleh Cici Masturoh, Dewan Pertimbangan Salimah Daerah (DPSD) Lampung Selatan.
Selanjutnya pemotongan tumpeng milad Salimah yang ke-20 tahun yang dipimpin oleh Rosidah, Ketua PD Salimah Lampung Selatan, dan diberikan kepada perwakilan dari Dinas dan organisasi yang hadir.
Rosidah mengatakan, Salimah sebagai organisasi yang sudah dikenal oleh masyarakat semoga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas melalui kegiatan ini terutama dalam hal mendidik anak sehingga dapat terwujud generasi emas tahun 2045.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber, antara lain Puji Lestari (perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lampung Selatan), Fitri Agustin (guru SMAN 2 Bandar Lampung dan sekretaris PW Salimah Lampung), dan Rika Damayanti (konselor keluarga dan dosen UIN Raden Intan).
Puji Lestari menyampaikan materi tentang gambaran dan kondisi kesehatan fisik dan mental anak dan remaja di Lampung Selatan. Ia menyampaikan, masih ada kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Lampung Selatan.
Oleh karena itu, Dinas PPPA ikut berperan dalam mendampingi korban baik secara hukum, psikologis dan kesehatan dalam membantu korban kekerasan.
Fitri Agustin menyampaikan materi tentang pendekatan pembelajaran mendalam, mendidik tanpa luka. Ia menyampaikan, sebagai tenaga pendidik jangan memberikan luka pada anak didik kita.
Oleh karena itu, kita mendidik tanpa luka berarti mendidik dengan hati karena guru adalah penyembuh dan pemberi energi positif serta anak yang sehat fisik dan psikis lahir dari kelas yang penuh cinta.
Rika Damayanti dalam materinya menyampaikan menyinergikan pola pengasuhan antara di rumah dan di sekolah.
Peran orang tua dan keluarga maupun sekolah sangat berpengaruh terhadap perkembangan kesejahteraan psikologi anak.
Peran orang tua dan keluarga dalam mendukung kesejahteraan psikologi anak antara lain, memberikan dukungan emosional di rumah dan melakukan komunikasi terbuka dan empati terhadap anak.
Sedangkan peran sekolah dalam mendukung kesejahteraan psikologi anak antara lain, menciptakan lingkungan sekolah yang positif dan menyediakan program pendukung kesehatan mental.
Sehingga dengan kerjasama yang baik antara orang tua, sekolah dan anak maka akan tercipta kesejahteraan psikologi anak.
Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan diskusi bersama narasumber berlangsung dengan hangat.
Acara ditutup dengan pembagian hadiah bagi peserta dan bagi PC teraktif kegiatan yang diraih oleh PC Salimah Kalianda dan PC teraktif di media sosial diraih oleh PC Salimah Sidomulyo dan foto bersama.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, semoga ke depannya dapat dilakukan kembali kegiatan seperti ini, ujar Nilam, peserta seminar. [Aan Saputri/Salimah Lamsel]

Tinggalkan Komentar Anda