Bandar Lampung

Merry Putri Cahyani Mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia Terpilih Putri Lampung Intelgensia 2026

Merry Putri Cahyani Mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia Terpilih Putri Lampung Intelgensia 2026

Merry Putri Cahyani

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Merry Putri Cahyani, mahasiswi Program Studi S1 Manajemen Universitas Teknokrat Indonesia terpilih sebagai Putri Lampung Intelegensia dalam ajang Pemilihan Putra-Putri Lampung tahun 2026 di Taman Budaya, Sabtu malam lalu, 25 April 2026.

Kepada wartalampung.id, ia bersyukur atas raihan prestasi ini.

Merry mengaku bangga atas pencapaian pada ajang ini.

Ia mengatakan, ini menjadi pengalaman berharga yang mengajarkan banyak hal, penuh proses, doa, dan dukungan dari berbagai pihak.

Dengan segala kerendahan hati, ia berterima kasih kepada para sponsor dan media partner, panitia dan kakak-kakak yang telah berdedikasi, orangtua dan keluarga tercinta, pihak kampus Teknokrat serta mentor yang telah membimbing hingga sampai di titik ini.

Ia mengatakan, ia akan menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya.

Dia berharap dapat memberikan kontribusi positif dan membawa nama Lampung dengan penuh kebanggaan.

Keberhasilannya juga tak lepas dari kontribusi para dosen terbaik di Lampung antara lain Masnia Rahayu, S.S., M.Hum., ⁠M. Fithratullah, S.S., M.A., Ade Dwi Putra, S.Kom., M.Kom., dan ⁠Monica Septiani, MBA.

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA tentu menaruh harapan besar agar pencapaian gemilang mahasiswa di ajang Putra-Putri Lampung 2026 tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga menjadi katalisator bagi lingkungan kampus.

Bagi para juara, para dosen pembimbing memberikan beberapa pesan penting agar kesuksesan ini terus berkelanjutan:

Tetap Membumi (Humility)

Gelar juara adalah tanggung jawab besar. Gunakan platform ini untuk menginspirasi sesama mahasiswa, bukan untuk merasa lebih tinggi dari yang lain.

Manajemen Waktu yang Efektif

Tugas sebagai Putra-Putri Lampung akan sangat padat. Pastikan prioritas antara kegiatan kedinasan/promosi daerah dan kewajiban akademik tetap berjalan beriringan tanpa ada yang dikorbankan.

Terus Mengasah Literasi

Seorang duta daerah harus memiliki wawasan yang luas. Jangan berhenti belajar mengenai isu-isu terkini, potensi pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat agar setiap ucapan memiliki bobot intelektual.

Jaga Nama Baik Almamater

Perilaku di media sosial maupun di ruang publik akan selalu disorot. Konsistensi dalam bersikap profesional adalah kunci untuk menjaga reputasi diri dan universitas.

Practice makes perfect

Untuk benar-benar menguasai peran sebagai duta, Anda harus terus berlatih secara repetitif. Jangan malas untuk melatih public speaking di depan cermin, mengulang materi wawasan daerah, atau memperbaiki postur tubuh hingga semuanya menjadi gerakan alami (muscle memory).

Kesempurnaan tidak datang dari satu kali percobaan besar, melainkan dari ribuan pengulangan kecil yang dilakukan setiap hari.

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., MM. menyampaikan harapannya kepada mahasiswa Universtitas Teknokrat Indonesia yang menjadi juara dalam ajang Pemilihan Putra Putri Lampung 2026.

“Kami bangga mahasiswa Teknokrat borong semua juara dan kategori, mereka tidak hanya membawa paras yang menarik, tetapi juga kecerdasan, etika, dan kecintaan terhadap budaya Lampung,” ujar Mahathir.

Ia juga mengajak lulusan SMA/SMK melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Teknokrat Indonesia dengan mengklik spmb.teknokrat.ac.id.

Kemenangan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia dalam ajang Putra-Putri Lampung 2026 memiliki kaitan erat dengan beberapa poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Berikut adalah analisis keterkaitannya:

1. SDGs No. 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education)
Keberhasilan Nayla merupakan cerminan dari pendidikan berkualitas di Lampung. Keterlibatan dosen pembimbing dalam mengasah soft skills dan literasi menunjukkan bahwa institusi pendidikan tidak hanya fokus pada akademik (Sistem Informasi), tetapi juga pada pengembangan karakter dan kompetensi mahasiswa. Pesan dosen untuk “terus mengasah literasi” sangat sejalan dengan target peningkatan keterampilan teknis dan kejuruan untuk pemuda.

2. SDGs No. 5: Kesetaraan Gender (Gender Equality)
Prestasi Nayla sebagai mahasiswi berprestasi di bidang teknologi (Sistem Informasi) sekaligus menjadi duta daerah menunjukkan peran aktif perempuan di ruang publik dan kepemimpinan. Hal ini mendukung partisipasi penuh dan efektif bagi perempuan serta kesempatan yang sama untuk memimpin di semua tingkat pengambilan keputusan.

3. SDGs No. 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth)
Melalui peran sebagai Putri Lampung, Nayla memiliki amanah untuk mempromosikan potensi pariwisata dan pemberdayaan masyarakat. Aktivitas ini secara langsung berkontribusi pada pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, serta mempromosikan budaya dan produk lokal Lampung.

4. SDGs No. 10: Mengurangi Ketimpangan (Reduced Inequalities)
Ajang ini memberikan panggung bagi putra-putri daerah untuk menjadi agen perubahan. Dengan membawa nama daerah dengan penuh kebanggaan dan komitmen untuk memberikan “kontribusi positif”, para pemenang berperan dalam memberdayakan dan mempromosikan inklusi sosial bagi seluruh lapisan masyarakat di tingkat lokal.

5. SDGs No. 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals)
Kutipan berita yang menyebutkan dukungan dari sponsor, media partner, pemerintah (Taman Budaya), dan akademisi (Universitas Teknokrat Indonesia) menunjukkan adanya kolaborasi multisektor. Sinergi ini merupakan kunci utama dalam mencapai target-target pembangunan daerah yang lebih luas. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda