Roesch, Roselyne, Harold, R,R. (2020:74). La France Quotidinne. PUG.FLE
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Bulan depan yaitu tepatnya pada bulan Juli, seperti tahun tahun sebelumnya di Prancis diadakan lomba bersepeda gratis yang terkenal di dunia: Tour de France.
Tour de France adalah salah satu olahraga bersepeda balap multietape yang sangat bergengsi di Prancis dan tersulit di dunia. Perlombaan itu didirikan oleh Henry des Granges 1903 diikuti oleh para pembalap ternaik duni, dan diadakan setiap tahun pada Juli selama 21 hari.
Tujuan kegiatan ini adalah ingin mempromosikan mobilitas dengan bersepeda. Jarak yang ditempuh jarak sekitar 4000 kilometer. Rute yang ditempuh dibagi dalam beberapa etape, sekitar dua puluh tahap bahkan sampai melewati negara tetangga.
Ini adalah perlombaan sepeda bertahap paling terkenal. Perlombaan ini disponsori oleh surat kabar olahraga Prancis l’AUTO atau biasanya didanai oleh kesepakatan sponsor dari berbagai perusahaan dan industri bersaing untuk mendapatkan kesempatan agar mereka dikaitkan dalam acara tersebut.
Dan pemenangnya biasanya setiap tim mendapatkan uang sebesar 2,3 juta euro, dan untuk pemenang klasifikasi umum individu final memperoleh uang sekitar 500.000 euro.
Tour de France memjadi simbol khusus yaitu menyatukan orang-orang Prancis di seluruh negeri, sebagai negara yang bersatu dan bertekad untuk maju. Perlombaan ini ini biasanya diikuti oleh lebih dari dua puluhan tim, yang masing-masing tim biasanya rata-rata terdiri dari 8 orang.
Tour de France adalah perlombaan yang cukup sulit dengan jarak tempuh hingga 4.000 kilometer dalam dua puluh satu hari dengan sepeda. Satu tahap per hari.
Para pembalap bersepeda tersebut menggayuh sepeda rata-rata lima hingga enam jam per hari. Ada tim yang terdiri dari sepuluh pembalap.
Setiap tim memiliki seorang “pemimpin.” Di malam hari, setelah menyelesaikan satu tahap dengan jarak tempuh tertentu, semua orang beristirahat untuk mempersiapkan diri untuk persiapan tahap berikutnya.
Banyak pembalap yang tidak sanggup menyelesaikan lomba dan tidak mencapai garis finis yaitu Kota Paris. Pemenangnya benar-benar seorang pengayuh sepeda yang luar biasa. [Endang Ikhtiarti/Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila]

Tinggalkan Komentar Anda