Traduction Professionnelle
Wartalampung.id, Bandar Lampung — Perkembangan teknologi di industri penerjemahan menuntut mahasiswa untuk tidak hanya menguasai tata bahasa, tetapi juga mahir mengoperasikan perangkat bantu modern.
Hal ini dirasakan langsung oleh Muhaeni Latifah, salah satu mahasiswi peminatan Traduction Professionnelle angkatan 2023, dalam kegiatan pembelajaran interaktif bersama penerjemah profesional, Bambang Ali Utomo.
Dalam kegiatan yang berlangsung sebanyak dua kali pertemuan tatap muka tersebut, para mahasiswa dikenalkan dengan perangkat Computer-Assisted Translation (CAT Tools), salah satunya aplikasi SDL Trados Studio.
Tak hanya mendengarkan paparan teori, mahasiswa juga berkesempatan untuk melakukan praktik langsung mengoperasikan perangkat lunak tersebut.
Muhaeni mengungkapkan dalam wawancaranya, Rabu (14/10) bahwa sesi belajar mengoperasikan Trados menjadi momen yang paling berkesan bagi dirinya.
Melalui praktik tersebut, ia memahami secara nyata bagaimana teknologi dapat membantu meningkatkan efisiensi serta menjaga konsistensi padanan kata dalam proses penerjemahan.
”Pekerjaan penerjemahan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Dibutuhkan ketelitian, pemahaman konteks, penguasaan bahasa sumber dan sasaran, serta konsistensi dalam memilih padanan kata,” ujar Muhaeni.
Menurutnya, keberadaan CAT Tools seperti Trados sangat membantu penerjemah menjaga konsistensi istilah tersebut.
Menanggapi pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) saat ini, Muhaeni menilai teknologi tetap berkedudukan sebagai alat bantu pendukung.
Peran penerjemah manusia dinilai tetap mendasar, terutama dalam memahami konteks dan menentukan ketepatan hasil terjemahan.
”Teknologi atau AI bisa mempermudah pekerjaan penerjemah supaya lebih efisien dan konsisten. Namun, hasil terjemahannya tetap harus kita periksa dan kerjakan sendiri. Penerjemah tetap yang memegang kendali untuk memahami konteks dan menentukan terjemahan yang tepat,” tegasnya.
Melalui pengenalan teknologi industri ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga adaptif terhadap alat kerja modern yang digunakan dalam dunia kerja penerjemahan profesional. [Mirliana Amira]

Tinggalkan Komentar Anda