Pelatihan salat khusyuk Salimah Lampung. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – PW Salimah Lampung melalui Departemen Dakwah menyelenggarakan Pelatihan Salat Khusyuk pada Ahad, 18 Januari 2026, di Masjid Babussalam, Penengahan, Kecamatan Kedaton.
Kegiatan ini diikuti oleh 175 peserta yang berasal dari berbagai majelis taklim di Bandar Lampung dan sekitarnya.
Pelatihan ini mengusung tema “Spirit Isra Mikraj: Meningkatkan Spiritualitas Keluarga dalam Menegakkan Salat sebagai Pilar Utama di Era Globalisasi.”
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua PW Salimah Lampung Rita Aprilyawati yang diwakili Sekretaris Fitri Agustin.
Dalam sambutannya, Fitri Agustin menyampaikan bahwa PW Salimah Lampung, khususnya melalui Departemen Dakwah, sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan majelis taklim se-Lampung, terutama di Kota Bandar Lampung.
Melalui kegiatan yang digagas Departemen Dakwah ini, diharapkan para peserta dapat memperbaiki dan meningkatkan kekhusyukan salat dalam kehidupan sehari-hari.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, yaitu Ustazah Sabila Husna, pengurus Departemen Dakwah PW Salimah Lampung. Ia yang menyampaikan materi fikih salat.
Dalam pemaparannya, ia menegaskan urgensi salat sebagai tiang agama serta amalan pertama yang akan dihisab. Ia juga menjelaskan ancaman bagi orang yang meninggalkan salat, yang termasuk dalam perbuatan dosa besar dan mendapatkan ancaman siksa.
Selain itu, disampaikan pula hikmah salat, antara lain memperoleh ketenangan, mendapatkan cahaya dalam kehidupan, menjadi solusi berbagai problematika hidup, mencegah perbuatan keji dan mungkar, serta menghapus dosa.
Adapun kiat meraih salat khusyuk meliputi tumakninah, membaca dengan tartil, serta tadabur atau penghayatan terhadap bacaan salat.
Ustazah Badiah Mukmin, pengurus Departemen Dakwah PW Salimah Lampung, juga menjadi salah satu narasumber yang menyampaikan materi praktik salat khusyuk.
Pada materi kedua ini, ia menjelaskan bahwa terdapat tiga tahapan penting untuk meraih kekhusyukan salat, yaitu sebelum salat, saat salat, dan setelah salat.
Persiapan sebelum salat meliputi kesiapan tempat dan pakaian yang bersih, rapi, dan harum, serta menyempurnakan wudu dengan membasuh seluruh anggota wajib secara sempurna, bukan sekadar terkena air.
Saat salat, jamaah diharapkan mampu menghadirkan hati, menyempurnakan setiap gerakan, serta menjaga tumakninah hingga terasa ketenangan pada setiap gerakan.
Setelah salat, jamaah dianjurkan untuk memperbanyak zikir, doa, dan istigfar, serta tidak terburu-buru mengakhiri salat, karena salat merupakan sarana untuk mengadukan seluruh permasalahan hidup kepada Allah swt.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta semakin memahami pentingnya salat khusyuk serta mampu menerapkan kiat-kiat meraih kekhusyukan salat dalam kehidupan sehari-hari. []

Tinggalkan Komentar Anda