Bandar Lampung

Maknai Hari Sumpah Pemuda, TP Sriwijaya Diskusi Kelompok Terarah

Maknai Hari Sumpah Pemuda, TP Sriwijaya Diskusi Kelompok Terarah

TP Sriwijaya

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Memaknai Hari Sumpah Pemuda, Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya Provinsi Lampung menggelar diskusi kelompok terarah (focus group discussion/FGD) bertema “Semangat Sumpah Pemuda dalam Memperkuat Persatuan dan Kesatuan TP Sriwijaya Lampung”, Selasa (28/10/2025), di Pindang Uwo, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung.

Kegiatan yang dirangkai dengan arisan ke-16 dan rapat rutin bulanan Oktober 2025 ini dihadiri oleh seluruh pengurus TP Sriwijaya Lampung, KSB Pengda Srikandi TP Sriwijaya, serta DPD Kamsri Provinsi Lampung.

Suasana kebersamaan sudah terasa sejak pagi. Dimulai pukul 09.30 WIB, peserta disambut dengan registrasi hangat, dilanjutkan pembukaan dan doa bersama. Lagu Indonesia Raya dan Mars Sriwijaya menggema penuh khidmat, menandai semangat nasionalisme dan kebanggaan akan tanah kelahiran.

Dalam sambutannya, Ketua Pengda TP Sriwijaya Lampung Nurhasanah yang juga mantan Ketua DPRD Provinsi Lampung, menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari.

“Bangunlah semangat Sumpah Pemuda dari hal-hal kecil di sekitar kita, dari kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama. Dari situlah persatuan tumbuh,” ujar Nurhasanah.

FGD yang dipandu oleh Nopiansyah ini menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif dari berbagai profesi dan latar belakang.

Dewan Pakar TP Sriwijaya Lampung, Nirva Diana, mengingatkan pentingnya membangun karakter generasi muda yang kuat, cerdas, dan berakhlak.

“Kita harus menciptakan generasi yang menjadi sesuatu, kemudian menjadi apa-apa, namun menyadari bahwa pada akhirnya kita bukan siapa-siapa. Kesadaran itu menumbuhkan kerendahan hati dan tanggung jawab sosial,” tuturnya.

Sementara itu, Nilla Nargis Yohansyah, akademisi sekaligus Dewan Kehormatan TP Sriwijaya Lampung, membakar semangat peserta dengan kutipan klasik:

“Beri aku satu pemuda, maka akan kuguncang dunia. Tapi beri aku sepuluh pemuda, maka akan kucabut akar Semeru.”

Menurutnya, nasionalisme dan pemberdayaan perempuan adalah dua kekuatan moral bangsa yang harus terus dijaga dan diperjuangkan.

Dari kalangan praktisi hukum, A. Syukri Baihaki, yang juga Wakil Ketua TP Sriwijaya Lampung, menekankan pentingnya tetap aktif dan produktif di segala usia.

“Sebagai advokat, saya diterima di berbagai profesi. Tetapi yang terpenting, kita harus tetap punya aktivitas agar tubuh sehat dan pikiran tetap produktif,” ujarnya.

Kisah inspiratif juga datang dari Junaedi, pengusaha sukses sekaligus Wakil Ketua TP Sriwijaya Lampung dan pemilik 24 cabang RM Minang Indah Group.

Ia berbagi perjalanan hidupnya yang dimulai dari bawah.

“Saya dulu hanya mencuci piring dan naik angkot ke tempat kerja. Alhamdulillah, sekarang sudah memiliki lebih dari 250 karyawan. Kuncinya adalah kerja keras, disiplin, dan menanamkan jiwa entrepreneur sejak dini,” ungkap Junaedi, disambut tepuk tangan meriah peserta.

Menutup sesi diskusi, Darussalam, Wakil Ketua TP Sriwijaya Lampung, dalam tausiyah singkatnya mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan spiritual dalam kehidupan sosial.

“Salat berjamaah di masjid bukan hanya ibadah, melainkan juga cara kita memperkuat ukhuwah dan menumbuhkan persaudaraan,” pesannya.

FGD diakhiri dengan penarikan kesimpulan oleh moderator dan pernyataan penutup dari Ketua Pengda TP Sriwijaya Lampung.

Ketua Panitia Pelaksana, Sandi Dwi Cahyo, mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh pihak yang telah menyukseskan acara.

“Terima kasih kepada seluruh pengurus dan peserta. Semoga semangat Sumpah Pemuda ini menjadi energi positif bagi TP Sriwijaya untuk terus bersatu, bangkit, dan tumbuh bersama,” ujarnya. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda