Nusantara

Maknai Hari Sampah Nasional, Mitra Bentala Ajak Warga Bersih-Bersih Sungai Desa Sidodadi Teluk Pandan Pesawaran

Maknai Hari Sampah Nasional, Mitra Bentala Ajak Warga Bersih-Bersih Sungai Desa Sidodadi Teluk Pandan Pesawaran

Warga bersihkan sungai Desa Sidodadi. | Dokumentasi

Wartalampung,id, Bandar Lampung – Hari Sampah Nasional diperingati setiap tanggal 21 Februari.

Penetapan tanggal tersebut merupakan bertepatan dengan kejadian longsor tumpukan sampah di Leuwigajah  yang terjadi pada 21 Februari 2005.

Peristiwa ini menjadi dasar untuk peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

HPSN dirancang untuk mendorong masyarakat agar lebih memahami masalah sampah dan cara mengatasinya. Untuk penanganan sampah di Indonesia sudah terbit Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Demikian rilis Mashabi, Manajer Advokasi dan Kajian Mitra Bentala.

Mashabi menyampaikan, pada 12 Februari 2024, pihaknya bersama Walhi Lampung menerima kunjungan dan diskusi dari Kesekretariatan DPR RI terkait Undang-Undang tersebut untuk melihat efektivitas dalam implemementasi di daerah.

Saat ini rata-rata satu orang menghasilkan sampah sebesar 0,7 kg. Itu berdasar data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Berdasarkan Atlas Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2023 milik Bank Dunia, Indonesia menempati posisi ke-5 sebagai negara penghasil sampah plastik di laut terbesar di dunia periode 2020-2023.

Berdasarkan data Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), Indonesia menjadi negara penghasil sampah plastik terbesar kedua setelah China.

Di Indonesia, pada tahun 2023, timbulan sampah mencapai 69,9 juta ton (KLHK). Sementara itu, timbulan sampah harian di Lampung mencapai 4.666 ton per hari.

Perinciannya, pengelolaan hanya 11,02 persen, penggunaan tempat pembuangan akhir (TPA) open dumping sebesar 24,99 persen, terbuang ke lingkungan 59,51 persen, dan pengurangan sampah 4,48 persen.

Dari 15 TPA yang ada di kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, pada tahun 2023, sebanyak 73,33 persen sampah menggunakan TPA open dumping.

Rizani, Direktur Mitra Bentala, menyampaikan, Lembaga yang berdiri sejak tahun 1995 ini peduli terhadap persoalan lingkungan. Menyikapi peringatan Hari Sampah Nasional, ia berharap agar semua pihak untuk peduli terhadap sampah.

”Mari sampah dikelola dengan baik agar tidak menjadi masalah. Sesuai dengan tema HPN tahun ini yaitu kolaborasi untuk Indonesia bersih,” kata dia.

Rizani menyampaikan, dalam konteks untuk penangan sampah ini, pihaknya melalui berbagai kegiatan di berbagai wilayah selalu mengajak dan melakukan edukasi soal penanganan sampah.

Strategi penanganan sampah juga dilakukan dengan melalui pengembangan bank sampah di berbagai desa atau aksi bersih lingkungan bersama masyarakat.

Rizani menambahkan, pihaknya dan masyarakat Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, pada 18 Februari 2025, mengadakan bersih-bersih lingkungan.

Warga membersihkan sampah yang ada di sungai desa tersebut. Keberadaan sungai sangat penting untuk dijaga kebersihannya.

Air yang mengalir ini dimanfatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

”Sungai harus bebas sampah, terutama sampah plastik yang menjadi masalah saat ini,” tutup Rizani. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda