Berita Foto Hiburan

Mahasiswi Pendidikan Bahasa Lampung FKIP Unila Erna Meirinda Kecanduan Kompetisi  

Mahasiswi Pendidikan Bahasa Lampung FKIP Unila Erna Meirinda Kecanduan Kompetisi  

Erna Meirinda

Erna Meirinda

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kecanduan sesuatu yang konteksnya negatif memang tidak baik. Namun, apa jadinya kita kecanduan sesuatu yang positif?

Boleh jadi justru menjadi keharusan. Apalagi kecanduan ikut kompetisi. Sebab, kompetisi membuat kita menjadi semakin semangat menjadi yang terbaik.

Satu di antara orang yang kecanduan kompetisi itu adalah Erna Meirinda. Mahasiswi Pendidikan Bahasa Lampung FKIP Unila ini bisa dibilang kecanduan ikut kompetisi. Wabilkhusus dalam ranah pageant atau kontes kecantikan.

Kepada wartalampung.id, Erna bilang ia suka pageant ini sejak kecil. Namun, keyakinan untuk ikut kompetisi di dalamnya baru-baru ini.

Erna pernah menjadi juara pada kompetisi Miss Modeling Indonesia 2024. Di lomba itu, Erna meraih juara pertama.

Kompetisi sendiri memang hanya meminta peserta mengirimkan foto secara daring. Pihak panitia kemudian mengurutkan foto-foto yang terbaik. Foto Erna kala itu ditetapkan sebagai juara pertama.

Tahun ini juga pada ajang Mister-Miss Lampung 2024, Erna juga ikutan. Memanfaatkan waktu libur kuliah, Erna mencoba kompetisi yang diikuti banyak peserta ini.

Tidak hanya menilai foto, tapi juga catwalk, wicara publik, pengetahuan umum, dan lainnya. Meski belum menjadi yang terbaik, Erna mendapat predikat sebagai Miss Lampung Photogenic 2024.

Setahun ini ia akan memperbanyak konten tentang wisata Lampung. Itu ia lakukan sebagai salah satu keharusan menjadi Miss Lampung Photogenic 2024.

Erna juga sempat mencoba menjadi Duta Bahasa Provinsi Lampung tahun 2024. Pada gelaran Kantor Bahasa Provinsi Lampung ini, ia masuk sampai tahap semifinal. Setahap lagi ia masuk final dan berpeluang menjadi juara.

Sayang, ia belum sukses masuk final. Tapi Erna punya tekad tahun depan mencoba lagi untuk Duta Bahasa Provinsi Lampung.

Coba simak, sudah tiga kegiatan dalam durasi yang pendek yang Erna ikuti. Wajar kan kalau kita sebut kecanduan? Hehehe.

Erna mengatakan, aktif dalam pageant ini banyak manfaat. Ia bisa menambah relasi, mendapat pengetahuan baru, dan sebagainya.

Ia juga bisa ketemu dengan orang-orang hebat dan belajar meniti kesuksesan dari mereka. Erna juga mengakui, dari ikut banyak ajang itu dan menambah konten di media sosial, orang makin mengenalnya.

Setidaknya ada peningkatan jika dibandingkan saat ia belum berkutat apa-apa dengan dunia pageant ini.

Erna juga bersyukur selama kompetisi itu semua, sambutan peserta lain yang notabene kompetitornya sangat baik.

“Di Mister-Miss Lampung 2024 itu semua peserta baik dan saling dukung, dan aku sampai grand final,” kata dia.

Erna berprinsip, kegagalan itu bukan akhir dari sesuatu hal, melainkan itu awal untuk mencapai sesuatu yang lebih baik.

“Aku akan terus berusaha mencapai apa yang aku impikan selama aku masih diberikan kesempatan,” kata dara cantik pemilik akun Instagram @_naa.er_ ini.

Erna berusaha setiap hari membangun relasi. Tidak hanya pada ajang lomba saja.

Erna bilang, ia punya kunci dalam membangun relasi, yakni dengan mudah berbaur dengan yang lain.

“Berani berbaur itu kunci utama agar terjalin relasi yang baik. Dan relasi yang baik itu aku dapatkan dari pengalaman pengalaman yang telah aku coba,” katanya.

Yang menarik, Erna adalah mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Lampung. Ia ingin melestarikan budaya dan bahasa Lampung di tengah masyarakat. Erna juga prihatin penutur bahasa Lampung kian sedikit.

Erna memendam cita-cita menjadi guru sejak kecil. Dari situlah ia memiliki motivasi menjadi guru.

Erna berharap prodi tempat ia kuliah ini dapat melahirkan guru-guru yang profesional dalam bidang bahasa Lampung.

Apalagi tantangan anak muda zaman sekarang untuk mau bicara dalam bahasa Lampung itu mesti ditumbuhkan.

Erna bilang kita tak boleh gengsi atau malu untuk berbicara menggunakan bahasa daerah. Mestinya, kata Erna, ada kebanggaan bisa melakukan komunikasi dalam bahasa Lampung atau bahasa daerah masing-masing.

“Seharusnya orang Lampung ini mengajak orang yang tidak bisa berbahasa Lampung untuk belajar sedikit demi sedikit, bukan malah menormalisasikan seseorang yang tidak bisa berbahasa Lampung.”

Selain itu, Erna juga tipikal mahasiswa yang lumayan aktif berkegiatan di kampus. Di Unila ini ikut dua organisasi.

Organisasi yang pertama yaitu Sekelik Himpunan Prodi Pendidikan Bahasa Lampung (Sekubal) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni (HMJPBS).

“Aku hanya ikut dua supaya enak bagi waktu dengan kegiatan di luar kampus,” kata dia.

Sukses selalu Erna. []

Editor: @adiansaputra27

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda