Nusantara

Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Serahkan Hasil Riset Sistem Hybrid Wind-Solar untuk Lampu Peringatan Gerbang Tol Kota Baru

Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Serahkan Hasil Riset Sistem Hybrid Wind-Solar untuk Lampu Peringatan Gerbang Tol Kota Baru

Serah terima hasil penelitian mahasiswa Teknokrat di kawasan Gerbang Tol Kota Baru. | Dokumentasi

WARTALAMPUNG.ID, BANDAR LAMPUNG – Program Studi S1 Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia kampus terbaik di Lampung kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan teknologi energi terbarukan melalui kegiatan serah terima hasil penelitian mahasiswa yang dilaksanakan di kawasan Gerbang Tol Kota Baru pada 11 Mei 2026.

Penelitian tersebut berjudul “Rancang Bangun Sistem Hybrid Tree (Wind-Solar) Menggunakan DC to DC Converter untuk Lampu Peringatan Kedip Kuning pada Gerbang Tol Kota Baru” yang merupakan karya mahasiswa terbaik di Lampung yakni Prodi Teknik Elektro, Ananda Maulana Firdaus (NPM 22315007) di bawah bimbingan Fika Trisnawati, ST., MT. serta dosen penguji Sigit Doni Ramdan, ST., M.Eng.

Kegiatan serah terima turut dihadiri oleh Ketua Program Studi S1 Teknik Elektro, Elka Pranita, S.Pd., MT. sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan inovasi mahasiswa di bidang energi baru terbarukan dan implementasinya pada sektor transportasi.

Rombongan dari Universitas Teknokrat Indonesia disambut dengan baik oleh Didi Ardiansyah, ST. selaku bagian pelaksana OE-QHSE BTB Tol Kota Baru, yaitu kerangka kerja yang mengintegrasikan Operational Excellence (OE), Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE), serta Business Sustainability (BTB) dalam mendukung operasional dan keselamatan infrastruktur jalan tol.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan pemaparan hasil penelitian sekaligus demonstrasi sistem hybrid yang telah dirancang.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan energi listrik yang andal dan berkelanjutan, khususnya pada infrastruktur publik. Pemanfaatan energi surya dan energi angin dipilih sebagai solusi energi mandiri yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Melalui penelitian ini dikembangkan sistem hybrid yang mengombinasikan energi surya dan energi angin untuk menyuplai lampu peringatan kedip kuning pada gerbang tol. Sistem hybrid dipilih karena mampu meningkatkan kontinuitas suplai daya melalui kombinasi dua sumber energi yang saling melengkapi.

Adapun komponen utama yang digunakan dalam sistem tersebut meliputi panel surya monocrystalline, turbin angin tipe Savonius/VAWT, generator DC, DC to DC converter (boost converter), solar charge controller (SCC), baterai aki, serta lampu peringatan kedip kuning sebagai beban utama sistem.

Sistem ini dirancang agar mampu bekerja secara mandiri dan stabil dalam menyuplai daya pada lampu peringatan lalu lintas, sehingga diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan di area gerbang tol.

Dosen pembimbing, Fika Trisnawati, ST., MT. salah satu dosen terbaik di Lampung, menyampaikan bahwa penelitian ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis riset yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan industri serta masyarakat.

Sementara itu, pihak OE-QHSE BTB Tol Kota Baru menyambut baik hasil penelitian tersebut dan mengapresiasi kontribusi mahasiswa Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia dalam menghadirkan inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan lapangan.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mendukung pengembangan teknologi berbasis energi terbarukan serta peningkatan keselamatan infrastruktur transportasi di Indonesia.

Wakil Rektor Dr H Mahathir Muhammad SE MM menyambut baik hal ini. Ia mendorong semua mahasiswa mempunyai karya nyata bagi masyarakat. Ia juga meminta para dosen memacu mahasiswanya berkreasi dan berininovasi.

Mahathir juga mengajak lulusan SMA/SMK untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Teknokrat dengan mengklil spmb.teknokrat.ac.id.

Kegiatan serah terima penelitian mahasiswa Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia di Gerbang Tol Kota Baru ini merupakan bukti nyata kontribusi akademisi terhadap agenda global.
Berikut adalah keterkaitan inovasi Hybrid Tree (Wind-Solar) tersebut dengan poin-poin Sustainable Development Goals (SDGs):
1. SDGs Poin 7: Energi Bersih dan Terjangkau (Affordable and Clean Energy)
Inovasi ini secara langsung mendukung target peningkatan proporsi energi terbarukan. Dengan menggabungkan panel surya dan turbin angin (sistem hybrid), mahasiswa menciptakan sumber energi mandiri yang ramah lingkungan untuk menyuplai infrastruktur publik tanpa bergantung pada bahan bakar fosil.
2. SDGs Poin 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation, and Infrastructure)
Pengembangan sistem hybrid yang menggunakan DC to DC converter untuk lampu peringatan jalan tol menunjukkan adanya inovasi teknologi pada infrastruktur transportasi. Kerjasama dengan pihak pengelola tol (OE-QHSE BTB) juga mencerminkan peningkatan kapasitas teknologi industri domestik.
3. SDGs Poin 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities)
Penggunaan lampu peringatan kedip kuning bertujuan meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Integrasi teknologi energi terbarukan ke dalam sistem transportasi publik membuat kawasan perkotaan dan sekitarnya menjadi lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan.
4. SDGs Poin 13: Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action)
Dengan memanfaatkan energi matahari dan angin, sistem ini membantu mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari penggunaan listrik konvensional. Ini adalah langkah konkret dalam mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal.
5. SDGs Poin 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals)
Sinergi antara Universitas Teknokrat Indonesia dengan pihak operasional jalan tol (dunia industri) menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Kerjasama ini memastikan bahwa riset akademis tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi diimplementasikan untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan. []
Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda