Nusantara

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis Unila Kolaborasi Internasional dengan Naresuan University Thailand

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis Unila Kolaborasi Internasional dengan Naresuan University Thailand

Kuliah kolaborasi internasional bersama Naresuan University, Thailand. | Ridho

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lampung (Unila) angkatan 2025 mengikuti kuliah kolaborasi internasional bersama Naresuan University, Thailand, pada Jumat (9/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Production Orale 3 yang bertujuan meningkatkan kemampuan berbahasa Prancis sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai budaya lintas negara.

Penanggung jawab mata kuliah Production Orale 3, Madame Setia Rini, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut merupakan kelanjutan kerja sama internasional yang telah dilaksanakan pada semester sebelumnya.

Pada semester lalu, kolaborasi berlangsung dalam mata kuliah Production Orale 4 bersama Jean Philipe Babu, dosen bahasa Prancis di Naresuan University yang merupakan penutur asli bahasa Prancis.

“Bedanya di tahun ini, kolaborasi tidak hanya dengan dosennya, tetapi juga dengan mahasiswa-mahasiswa yang belajar bahasa Prancis di Naresuan University. Jadi, mahasiswa dari kedua universitas bisa kuliah bersama,” ujar Setia Rini.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dari Unila dan Naresuan University mengikuti perkuliahan secara daring.

Mereka mempresentasikan proyek video reportase mini yang membahas budaya Indonesia, khususnya makanan yang biasa dikonsumsi mahasiswa di lingkungan kampus.

Melalui proyek tersebut, mahasiswa saling berbagi informasi mengenai makanan dan jajanan yang populer di kampus masing-masing.

Mereka juga berkesempatan mengajukan pertanyaan secara langsung untuk mengenal kebiasaan mahasiswa di Indonesia dan Thailand.

Setia Rini menuturkan, kegiatan ini berlangsung dengan antusias. Mahasiswa tidak hanya berlatih berbicara menggunakan bahasa Prancis, tetapi juga memperoleh pengetahuan baru tentang kehidupan mahasiswa di negara lain.

“Seru banget karena akhirnya mereka bisa berjumpa dan bertemu meskipun secara online. Kami juga saling bertanya tentang budaya makanan di kampus masing-masing. Bahkan, ada mahasiswa dari Naresuan University yang bertanya apakah sulit untuk berkunjung ke Indonesia,” tuturnya.

Ia berharap kolaborasi internasional tersebut dapat terus berlanjut dan memberikan pengalaman belajar yang lebih luas bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis Unila.

Menurutnya, kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi mahasiswa untuk mempelajari bahasa Prancis sekaligus membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi.

Selain mempertahankan perkuliahan kolaboratif secara daring, Setia Rini juga berharap kerja sama tersebut dapat dikembangkan melalui kegiatan tatap muka.

Salah satu gagasan yang muncul ialah kunjungan akademik ke Naresuan University di Thailand agar mahasiswa dapat bertemu langsung dengan dosen dan mahasiswa di universitas tersebut.

Setia Rini mengaku senang dan bersyukur karena Naresuan University masih terbuka untuk menjalin kerja sama dengan Unila.

Ia juga mengapresiasi Jean Philipe Babu yang dinilai kooperatif dan aktif berbagi ilmu selama proses kolaborasi berlangsung.

Ia berpesan agar mahasiswa semakin bersemangat mengikuti perkuliahan dan lebih percaya diri ketika berbicara menggunakan bahasa Prancis.

Dengan pengalaman internasional tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berbahasa dan memperluas wawasan budaya mereka. [Ridho Ardi Anda]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda