Berita Foto Ruwajurai Way Kanan

Mahasiswa KKN Unila Manfaatkan Limbah Rumah Tangga Jadi Pupuk Organik Cair

Mahasiswa KKN Unila Manfaatkan Limbah Rumah Tangga Jadi Pupuk Organik Cair

Kegiatan mahasiswa KKN Unila di Kasui. | Dokumentasi

Kegiatan mahasiswa KKN Unila di Kasui. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Kasui – Mahasiswa KKN Universitas Lampung (Unila) mengangkat isu ketahanan pangan nasional dimulai dari skala kecil yang diwujudkan dengan pembuatan pupuk organik cair dari limbah rumah tangga yang mudah ditemukan dan murah meriah.

Program kerja ini dilaksanakan di Kampung Jukuh Kemuning, Kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung.

Program kerja pembuatan pupuk organik cair dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan demonstrasi. Pelaksanaan sosialisasi dilaksanakan pada 14 Januari 2024 di Balai Desa dan pada 16 Januari 2024 di Dusun 3.

Kemudian untuk pelaksanaan demonstrasi pada 19 Januari 2024 di Dusun 3 dan Balai Desa. Sasaran utama dari program kerja ini adalah ibu-ibu KWT, PKK, dan anggota karang taruna.

Pupuk organik cair merupakan pupuk yang menggunakan sebagian atau seluruhnya bahan organik yang telah mengalami rekayasa berbentu cair untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan tanah, dan mempercepat pertumbuhan tanaman.

Penggunaan bahan- bahan yang mudah didapatkan menjadi faktor pemicu dapat terlaksananya penggunaan pupuk organik cair.

Limbah rumah tangga yang melimpah dan limbah pasar dapat dijadikan bahan organik dalam pembuatan pupuk cair.

Limbah-limbah yang dapat digunakan seperti air cucian beras, kulit bawang, buah-buahan busuk , dan sayur-sayuran busuk dan bahan penunjang lain seperti air larutan gula merah atau putih dan juga EM 4.

Limbah-limbah tersebut sangat mudah dalam kehidupan sehari-hari. Terkhusus EM 4 dapat ditemukan di toko pertanian.

Pada dasarnya pembuatan pupuk organik padat maupun cair adalah dekomposisi dengan memanfaatkan aktivitas mikroba, oleh karena itu kecepatan dekomposisi dan kualitas kompos tergantung pada keadaan dan jenis mikroba yang aktif selama proses pengomposan.

Pembuatan pupuk organik cair khususnya dari sampah organik rumah tangga dengan penambahan bioaktivator EM4 (Effective Microorganisms) bertujuan untuk menentukan pengaruh waktu pembuatan terhadap kandungan N, P, K, dan C dalam pupuk organik cair, serta menentukan pengaruh bioaktivator EM4 terhadap kandungan N, P, K, dan C dalam pupuk organik cair.

Respons positif serta kooperatif selama pelaksanaan sosialisasi dan demonstrasi oleh Mahasiswa KKN Universitas Lampung menjadi indikator keberhasilan pelaksanaan pembuatan pupuk organik cair yang diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepedulian terhadap ketahanan pangan dimulai dari skala kecil yakni skala rumah tangga.

Dimulai dari bahan-bahan POC yang digunakan yaitu limbah rumah tangga dan penggunaan POC untuk skala rumah tangga seperti sayur-sayuran dan buah-buahan untuk pangan sehari-hari yang khususnya dikelola oleh anggota KWT. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda