Pengabdian Itera di Pulau Pasaran. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui program kuliah kerja nyata (KKN) rekognisi melaksanakan sosialisasi dan pelatihan pengolahan limbah kepala ikan teri jengki menjadi produk kerupuk bernilai tambah di Balai Pulau Pasaran, Kecamatan Telukbetung Timur, Kota Bandar Lampung.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat (PKM) berbasis kepakaran yang mengusung tema Penguatan Ekonomi Pesisir Berkelanjutan Melalui Pengolahan Limbah Kepala Ikan Teri Jengki di Pulau Pasaran.
Program tersebut melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan serta Program Studi Teknik Mesin Itera dalam upaya mengoptimalkan potensi sumber daya lokal melalui inovasi teknologi.
Selain mengembangkan produk olahan pangan, tim juga memperkenalkan teknologi mesin pengering tenaga surya sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi proses produksi masyarakat pesisir.
Pulau Pasaran dikenal sebagai salah satu sentra pengolahan ikan teri terbesar di Kota Bandar Lampung. Aktivitas tersebut menghasilkan limbah kepala ikan teri jengki dalam jumlah yang cukup besar.
Selama ini limbah tersebut umumnya hanya dimanfaatkan sebagai bahan campuran pakan ternak dengan nilai ekonomi yang masih rendah. Padahal, kandungan protein, lemak, dan mineral pada kepala ikan teri menjadikannya berpotensi diolah menjadi produk pangan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Melalui pelatihan ini, masyarakat diperkenalkan pada inovasi pemanfaatan limbah kepala ikan teri menjadi kerupuk sebagai alternatif produk olahan yang dapat dikembangkan menjadi usaha rumah tangga maupun produk unggulan Pulau Pasaran.
Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil samping industri perikanan sekaligus memperluas peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai mesin pengering tenaga surya hasil rancangan tim Itera. Teknologi ini dikembangkan untuk mengatasi kendala proses penjemuran yang sering terhambat oleh kondisi cuaca.
Dengan memanfaatkan ruang pengering tertutup berbasis energi matahari, proses pengeringan menjadi lebih efisien, produk lebih higienis karena terlindung dari debu dan kontaminan, serta kualitas hasil pengeringan lebih terjaga.
Selanjutnya, peserta memperoleh pelatihan mengenai proses produksi kerupuk kepala ikan teri jengki, mulai dari pengolahan kepala ikan menjadi tepung, pencampuran bahan, pembentukan adonan, perebusan, pengirisan, pengeringan, hingga penggorengan dan pengemasan.
Tim juga menekankan pentingnya penerapan sanitasi, higiene, dan keamanan pangan sebagai aspek penting dalam menghasilkan produk yang bermutu dan aman dikonsumsi.
Untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif, kegiatan dilengkapi dengan demonstrasi pembuatan kerupuk secara langsung.
Peserta tidak hanya menyaksikan proses produksi, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan setiap tahapan sehingga diharapkan mampu mengaplikasikannya secara mandiri setelah kegiatan berakhir.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi pelaku usaha pengolahan ikan, kelompok PKK, serta warga yang aktif berdiskusi selama pelatihan berlangsung.
Salah seorang peserta, Ibu Ito, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan limbah hasil perikanan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Kegiatannya sangat positif karena memberikan ilmu kepada ibu-ibu di Pulau Pasaran. Sekarang kami jadi tahu kalau kepala ikan teri bisa diolah menjadi makanan yang bisa dikonsumsi sendiri maupun dijual,” ungkapnya.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis produk olahan ikan, sehingga limbah yang sebelumnya kurang bernilai dapat diubah menjadi sumber pendapatan baru bagi keluarga.
Melalui Program KKN Rekognisi, Itera terus memperkuat perannya sebagai Kampus Berdampak yang menghadirkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan nyata di masyarakat.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat pesisir diharapkan mampu mendorong pemanfaatan limbah perikanan secara optimal, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha yang berkelanjutan. []

Tinggalkan Komentar Anda