Wartalampung.id, Bandar Lampung – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung.
Mahasiswa terbaik kampus ini berhasil lolos dalam program Beasiswa Intensif Coding Camp 2026, sebuah program pelatihan pemrograman bergengsi yang didukung oleh DBS Foundation untuk mengembangkan talenta digital muda Indonesia.
Mahasiswa Prodi S1 Informatika yang lolos dalam program ini.
1. Ages Virgansyah
2. Bimo Ilham Heryansah
3. Deni Himawan
4. Dika Ramadhani
5. Edwin Wijaya
6. Fathur Ramantha
7. Frisqi As’adur Rofiq Syafi’i
8. M. Atha Dzaki Yunada
9. Muhammad Andriansyah
10. Muhammad Fajar Azriel
11. Muhammad Rizki Pratama
12. Raditya Ahmad
Program Coding Camp 2026 tahun ini diikuti oleh sekitar 60.000 pendaftar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dari puluhan ribu peserta yang mengikuti proses seleksi tersebut, mahasiswa Informatika Universitas Teknokrat Indonesia berhasil lolos dan terpilih sebagai penerima beasiswa pelatihan intensif tersebut.
Mereka berhasil melewati berbagai tahapan seleksi yang cukup ketat, mulai dari seleksi administrasi, tes kemampuan logika dan pemrograman, hingga penilaian komitmen dan kesiapan mengikuti program pelatihan intensif di bidang teknologi.
Program Coding Camp (https://www.dbs.com/spark/index/id_id/site/codingcamp/index.html) merupakan program pelatihan intensif yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknis peserta dalam bidang pem rograman, pengembangan perangkat lunak, serta pemecahan masalah komputasi. Selama program berlangsung, peserta akan mengikuti pembelajaran berbasis proyek, pelatihan teknologi terkini, serta pendampingan langsung dari para mentor profesional di industri teknologi.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara DBS Foundation dan Dicoding yang diselenggarakan sejak tahun 2022. Bank DBS, melalui DBS Foundation, berkomitmen menciptakan dampak positif yang melampaui layanan perbankan tradisional. Salah satu kontribusinya adalah membekali keterampilan yang relevan untuk masa depan.
Sementara itu, Dicoding, sebagai platform edukasi teknologi terdepan, berfokus pada peningkatan literasi digital dan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat. Program ini mencerminkan kolaborasi antara kedua entitas untuk memperluas akses ke pendidikan teknologi dan meningkatkan kesiapan kerja peserta
Program ini menawarkan pelatihan dalam bidang Gen AI Engineer, Data Scientist, dan Full-Stack Web Developer, AI Engineer, serta mencakup soft skills dan literasi keuangan. Tujuannya adalah mempersiapkan peserta secara menyeluruh untuk memasuki dunia kerja dengan menggabungkan keterampilan teknis dan keahlian tambahan yang penting bagi kesuksesan profesional.
Keberhasilan mahasiswa Informatika Universitas Teknokrat Indonesia menembus seleksi dari puluhan ribu pendaftar menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki kompetensi dan daya saing yang tinggi di bidang teknologi informasi. Wakil Rektor Universitas Te knokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, menyampaikan apresiasi atas pencapaian yang diraih para mahasiswa tersebut. Ia menilai keberhasilan ini merupakan bukti bahwa mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia mampu bersaing secara nasional dalam program pengembangan talenta digital.
“Keberhasilan mahasiswa Informatika Universitas Teknokrat Indonesia yang lolos dalam program Coding Camp 2026 dari sekitar 60.000 pendaftar merupakan pencapaian yang sangat membanggakan. Ini menunjukkan bahwa kualitas mahasiswa kita mampu bersaing di tingkat nasional, khususnya dalam bidang teknologi informasi,” ujarnya.
Ia juga berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lai nnya untuk terus meningkatkan kompetensi, terutama dalam penguasaan teknologi digital yang saat ini sangat dibutuhkan oleh dunia industri.
Dengan pencapaian ini, Universitas Teknokrat Indonesia sebagai kampus PTS Terbaik Asean kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, inovatif, dan siap berkontribusi dalam pengembangan ekosistem teknologi digital di Indonesia. Program seperti Coding Camp diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan teknis, memperluas jejaring profesional, serta membuka peluang karier di industri teknologi yang terus berkembang.
Prestasi mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) ini berkontribusi langsung pada pencapaian beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs).
Berikut adalah kaitan antara pencapaian tersebut dengan poin-poin SDGs:
1. SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education)
Perolehan beasiswa coding menunjukkan komitmen universitas dalam menyediakan akses pendidikan teknologi yang relevan dengan standar industri global.
Peningkatan Keterampilan: Mahasiswa mendapatkan pelatihan intensif di bidang machine learning, mobile development, atau cloud computing yang melampaui kurikulum standar.
Literasi Digital: Prestasi ini memperkuat posisi UTI sebagai kampus inovatif yang mendukung percepatan literasi digital di Indonesia.
2. SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth)
Beasiswa coding secara signifikan meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja teknologi.
Kesiapan Kerja: Program seperti Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) yang diikuti puluhan mahasiswa UTI membekali mereka dengan pengalaman praktis di perusahaan teknologi besar.
Pengurangan Pengangguran Terdidik: Dengan sertifikasi industri, lulusan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan dengan upah layak, mendukung pertumbuhan ekonomi digital.
3. SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation, and Infrastructure)
Keahlian coding yang diperoleh mahasiswa mendorong terciptanya inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Inovasi Teknologi: Mahasiswa UTI sering menghasilkan karya inovatif, seperti teknologi IoT untuk sektor peternakan (Smart Collar) atau sistem informasi berbasis AI.
Digitalisasi Industri: Penguasaan teknologi informasi oleh mahasiswa membantu percepatan transformasi digital di berbagai sektor industri di Lampung dan nasional.
4. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals)
Keberhasilan mahasiswa lolos seleksi beasiswa coding mencerminkan efektivitas kolaborasi antara institusi pendidikan dan sektor swasta.
Sinergi Akademisi-Industri: Kerjasama dengan entitas global (Google, Apple, Dicoding) memperpendek jarak antara kebutuhan industri dan ketersediaan talenta di perguruan tinggi. []

Tinggalkan Komentar Anda