Lampung Selatan

Mahasiswa FEB Unila Latih Siswa SDN 1 Krawangsari Manfaatkan Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

Mahasiswa FEB Unila Latih Siswa SDN 1 Krawangsari Manfaatkan Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

Mahasiswa FEB Unila latih siswa ubah jelantah dari lilin aromaterapi. | Dokumentasi

Mahasiswa FEB Unila latih siswa ubah jelantah dari lilin aromaterapi. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Natar – Limbah minyak jelantah menjadi permasalahan serius yang kerap diabaikan. Pembuangannya yang sembarangan mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan.

Namun, di balik masalah ini, tersimpan potensi besar untuk diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Melihat hal ini, tim pengabdian masyarakat dari Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (Unila) yang terdiri dari Alma Alfina, Muhammad Revaldi, Anita Kartika P, Salsadilla Charisa P, Lusia Chrissanti A, Annisa Fitriani, Teresia Icha O, dan Muhhammad Farhan menginisiasi program edukasi kreatif di SD Negeri 1 Krawangsari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

Program ini bertajuk “Edukasi Daur Ulang Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Sebagai Pengurangan Limbah dan Melatih Kreativitas Anak-Anak”.

Tujuan utama program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran anak-anak mengenai dampak negatif limbah minyak jelantah terhadap lingkungan.

Hal lainnya, melatih kreativitas mereka dalam mengolah bahan bekas menjadi produk yang bermanfaat.

Program ini menggunakan pendekatan partisipatif, di mana mahasiswa terlibat langsung dalam proses pengajaran dan praktik pembuatan lilin aromaterapi bersama anak-anak.

Para mahasiswa ingin menanamkan nilai-nilai peduli lingkungan sejak dini kepada anak-anak.

Melalui program ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang bahaya limbah minyak jelantah, tetapi juga diajarkan untuk berpikir kreatif dan memanfaatkan barang bekas menjadi produk yang bernilai.

Program ini diawali dengan penyampaian materi edukasi tentang dampak buruk minyak jelantah jika tidak dikelola dengan baik, potensi daur ulang minyak jelantah menjadi produk bermanfaat seperti lilin aromaterapi, dan manfaat lilin aromaterapi bagi kesehatan dan kreativitas.

Materi disampaikan dengan metode yang interaktif dan menarik, sehingga mudah dipahami oleh anak-anak.

Setelah sesi edukasi, anak-anak langsung diajak untuk mempraktikkan pembuatan lilin aromaterapi.

Tim pengabdian masyarakat berperan sebagai fasilitator dan pembimbing, memastikan setiap langkah dilakukan dengan benar dan aman.

Anak-anak diajak untuk berkreasi dengan memilih warna dan aroma lilin sesuai selera mereka. Ini juga berfungsi sebagai media pengembangan kreativitas.

Kegiatan ini berhasil menghasilkan 4 lilin aromaterapi dari minyak jelantah dan lilin bekas yang tidak layak pakai.

Selain itu, program ini juga berhasil meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai bahaya limbah minyak jelantah dan cara mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi.

Tim pengabdian masyarakat memberikan beberapa saran untuk pengembangan program di masa depan, seperti:

  1. Peningkatan kegiatan edukasi secara berkala dengan melibatkan lebih banyak siswa.
  2. Pengembangan materi edukasi dengan memasukkan aspek lain dari pengelolaan limbah dan keberlanjutan, seperti daur ulang jenis limbah lainnya (plastik, kertas, dll.)
  3. Kolaborasi dengan masyarakat setempat dan organisasi lingkungan untuk memperluas dampak kegiatan ini.
  4. Monitoring dan evaluasi berkala terhadap pemahaman dan praktik daur ulang yang diterapkan oleh siswa dan masyarakat.
  5. Penyebaran informasi mengenai pentingnya daur ulang dan pengelolaan limbah kepada audiens yang lebih luas.

Tim berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk melakukan pengolahan limbah secara mandiri di rumah dan menjadi bagian dari budaya pengelolaan limbah yang lebih baik di masyarakat.

Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan edukasi tentang daur ulang minyak jelantah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai peduli lingkungan dan kreativitas sejak dini kepada anak-anak.

Hal ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dan mampu berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih baik. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda