Bandar Lampung

Mahasiswa Asal Prancis Kagumi Pertunjukan Fraparts 2025 di Kampus A FKIP Unila

Mahasiswa Asal Prancis Kagumi Pertunjukan Fraparts 2025 di Kampus A FKIP Unila

Empat mahasiswa asal Prancis. | Louis

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Hujan yang mengguyur kampus A FKIP Unila di Jalan Panglima Polim, Gedoangair, siang itu tak menyurutkan semangat para penonton dan penampil dalam gelaran Fraparts 2024 (Français Performing Arts 2024).

Dengan tema “Melangkah Bersama Menyusuri Jejak Budaya dan Tradisi dalam Harmoni Seni yang Abadi”, pertunjukan ini berhasil memukau ratusan penonton, termasuk empat mahasiswa asal Prancis yang sedang menjalani magang di Bappeda Lampung.

Pertunjukan yang digelar oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis angkatan 2024 ini menampilkan enam suguhan utama yaitu tari Nusantara, musik karya, teater “Barabah”, tari kreasi, teater “Nyonya-Nyonya”, dan ditutup dengan kolaborasi seluruh mahasiswa. Setiap segmen membawa penonton menjelajah warisan budaya Indonesia dengan sentuhan seni kontemporer yang memikat.

Empat mahasiswa Prancis yang turut hadir, mengaku sangat terkesan dengan penampilan yang disajikan. Mereka adalah Joris, Myriam, Mathilde, dan Anais.

Joris menceritakan pengalamannya menyaksikan seni tradisional Indonesia. Ia bilang sudah pernah melihat pertunjukan semacam ini.

“Ce n’est pas la première fois que je regarde de l’art traditionnel indonésien. En réalité, nous avons déjà été invité à jouer du Gamolan la semaine dernière à Polim avec M. Haryim. C’était super intéressant,” ungkapnya.

Artinya, ini bukan pertama kalinya ia menyaksikan seni tradisional Indonesia. Ia bahkan sempat memainkan alat musik gamolan di tempat yang sama beberapa waktu lalu.

Selain itu, mereka juga pernah melihat tarian khas Lampung yang ditampilkan oleh mahasiswa semester empat dalam kelas bahasa Prancis, dan sempat menikmati pertunjukan tradisional di Uluwatu, Bali.

Namun, pertunjukan Fraparts dinilainya sebagai pengalaman yang sangat unik dan berkesan karena kreativitas serta keberanian dalam memadukan budaya tradisional dengan sentuhan modern.

“J’adore les danses et chants traditionnels. Ils ont tous été bien réalisé et vous avez fait un effort pour mixer les traditions indonésienne avec des sons modernes, ce que je n’avais encore jamais vu,” katanya dengan penuh kekaguman.

Ia mengaku sangat menyukai tarian dan lagu tradisional, bahkan merasa merinding saat melihatnya. Ia pun berharap bisa menonton pertunjukan seperti itu lagi di masa mendatang.

Meskipun sulit dipahami karena keterbatasan kemampuan berbahasa Indonesia, mereka tetap mengapresiasi dan menikmati seluruh pertunjukan yang dinilai penuh imajinasi dan dikerjakan dengan sangat baik. [Louis]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda