Buby Adian Ibrahim
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kesiapan dan kerja keras mengantarkan Buby Adian Ibrahim, mahasiswa angkatan 2023 Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung (Unila), lolos dalam program pertukaran pelajar internasional (student exchange) ke Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia.
Pengumuman kelulusan peserta diterima pada Kamis 13 Agustus 2026 lalu.
Dalam seleksi ketat tersebut, Buby berhasil menyisihkan banyak pendaftar yang berasal dari berbagai jurusan di FKIP hingga menyisakan 11 peserta yang akhirnya lolos.
Inspirasi mengikuti program internasional ini datang dari rekan satu jurusannya, Muhammad Rafif Indharto, yang telah lebih dulu berangkat pada tahun sebelumnya.
“Saya mengetahui program ini dari teman saya, Rafif, karena dia mengikuti programnya tahun lalu. Alasan utama saya ikut seleksi tentu ingin menambah pengalaman di tingkat internasional serta bertukar budaya dengan negara lain,” ujar Buby kepada wartalampung.id hari ini.
Proses seleksi menuntut kesiapan mental yang matang. Buby mengaku tantangan terbesar yang dihadapinya adalah ketatnya persaingan antarmahasiswa serta kendala dalam penguasaan bahasa Inggris saat wawancara.
“Tantangannya itu bahasa Inggris saya tidak terlalu bagus, jadi saya harus belajar keras bagaimana cara diwawancara dalam bahasa Inggris. Selain itu, pendaftar yang diseleksi sangat banyak sehingga saya harus bersaing ketat dengan mereka,” jelasnya.
Dukungan penuh diberikan oleh pengelola Prodi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila, baik dalam bentuk motivasi selama seleksi maupun bantuan dana operasional selama di Malaysia.
Menjelang keberangkatan yang dijadwalkan pada Oktober atau November 2026, Buby tengah merampungkan berbagai dokumen penting, mulai dari paspor hingga surat keterangan aktif kuliah.
Selama berada di UiTM, Buby bertekad mempelajari sistem pendidikan di sana sekaligus memperkenalkan bahasa dan budaya Prancis kepada civitas akademika internasional.
“Di Malaysia nanti saya akan memperkenalkan prodi saya. Walaupun berkuliah di kawasan Asia Tenggara, saya berasal dari Prodi Bahasa Prancis. Saya ingin membagikan wawasan itu di sana,” tutupnya. [Mirliana Amira]

Tinggalkan Komentar Anda