Santri Insan Mulia Boarding School Pringsewu ciptakan aplikasi “Sebula”. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Pringsewu – Dua santri SMAIT Insan Mulia Boarding School Pringsewu, M. Mifta Yoga Fahreza dan Aufar Robbani, menciptakan sebuah terobosan digital yang menghubungkan teknologi dengan pelestarian budaya lokal Lampung melalui peluncuran aplikasi “Sebula”.
Inisiatif ini merupakan contoh konkret bagaimana generasi muda, khususnya para santri, bisa memanfaatkan teknologi digital untuk menjaga dan menyebarluaskan warisan budaya lokal.
Aplikasi Sebula, akronim dari “Sejarah dan Budaya Lampung”, adalah hasil karya kolaboratif M. Mifta Yoga Fahreza dan Aufar Robbani, dengan bimbingan dari guru, Ardian Fahri.
Aplikasi ini menggunakan teknologi untuk menyediakan berbagai fitur menarik yang membantu masyarakat dan pengunjung memahami lebih dalam tentang kekayaan budaya Lampung.
Fitur-fitur utama aplikasi ini meliputi peta interaktif, katalog budaya, galeri digital, kuis, dan game.
M. Mifta Yoga Fahreza dan Aufar Robbani mengaku terinspirasi untuk mengembangkan aplikasi ini setelah melihat banyaknya informasi berharga tentang Lampung yang mulai terlupakan.
“Kami merasa penting untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan pengetahuan tentang budaya dan sejarah daerah Lampung. Dengan Sebula, kami berharap generasi mendatang dapat lebih memahami dan menghargai warisan budaya lampung,” kata Mifta diamini Aufar.
Aufar menambahkan, pihaknya ingin Sebula tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga jembatan yang menghubungkan masyarakat Lampung dengan identitas budaya mereka.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang kami terima dari sekolah dan guru,” kata dia.
Guru pembimbing, Ardian Fahri, berperan penting dalam pengembangan aplikasi ini. Ardian Fahri mengatakan, Mifta dan Aufar telah menunjukkan dedikasi dan kreativitas yang luar biasa dalam proyek ini.
Sebula, kata dia, adalah contoh bagaimana teknologi dapat digunakan untuk melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya lokal.
“Saya bangga melihat hasil kerja keras mereka yang akan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan kehadiran Sebula, diharapkan aplkasi ini akan menjadi alat penting dalam pendidikan dan promosi budaya Lampung.
Inovasi ini menunjukkan bahwa dengan kreativitas, bimbingan, dan tekad, para santri dapat memainkan peran penting dalam menggabungkan teknologi dengan pelestarian budaya. []

Tinggalkan Komentar Anda