Ahmad Abdul Aziz dan Fidhea Pinaring Gusti. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sebuah prestasi dicatatkan sivitas akademika STKIP PGRI Bandar Lampung. Salah seorang mahasiswanya, Ahmad Abdul Aziz, terpilih menjadi Duta Bahasa Provinsi Lampung tahun 2024.
Dalam acara final kemarin di Hotel Novotel, Aziz dan kompatriotnya dari Unila, Fidhea Pinaring Gusti, ditetapkan sebagai juara I.
Mereka juga akan mewakili Lampung pada perhelatan Duta Bahasa Nasional tahun ini. Duet keduanya diharapkan mengharumkan nama Lampung di pentas nasional.
Kepada wartalampung.id lewat percakapan WhatsApp, Abdul menceritakan banyak hal. Termasuk proses sampai ia terpilih menjadi juara I Duta Bahasa Provinsi Lampung 2024.
Di kampusnya, Abdul aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka dan menjadi Kabid Sastra untuk UKM Pers dan Sastra.
Meski demikian, Abdul sangat menikmati banyak pengalaman luar biasa selain di kampus. Seperti menjadi Wakil Ketua IPNU Kecamatan Natar, menjadi pembina Pramuka di MI-MA Al Ishlah, SDN 04 Sukadamai, dan SMA Adiguna.
Ia juga diberi amanah untuk menjadi Sekretaris Umum di YPP Al Ishlah dan berbagi sedikit ilmu yang ia punya dengan para santri di yayasan tersebut.
“Saya merupakan salah satu santri yang menimba ilmu di YPP Al Ishlah dan kini mengabdikan diri di sana,” kata dia.
Baca juga: Mahasiswa Universitas Lampung Fidhea Pinaring Gusti Juara Duta Bahasa Provinsi Lampung 2024
Abdul juga aktif di kegiatan sosial lain misalnya Forum Pemuda Peduli Kesehatan Lampung (FPPKL). Selebihnya ia memfokuskan diri di pesantren dan sekolah.
“Saya juga beberapa kali menjadi pelatih tari, Paskibra, dan pewara untuk hari besar kenegaraan,” tuturnya.
Soal Duta Bahasa, Abdul bercerita banyak. Ia menilai keikutsertaannya dalam ajang ini salah satu titik balik dari perjalanan belajarnya.
Ia mengetahui Duta Bahasa sejak dua tahun yang lalu dari Dewa Gede Krisna dan pada tahun selanjutnya oleh Robertus dan Redi yang merupakan perwakilan dari kampusnya: STKIP PGRI Bandar Lampung.
Keinginan untuk mendaftar, ujar Abdul, sudah sangat mengggebu semenjak 2023. Namun, ia menyadari, kapasitasnya belum siap untuk benar-benar berlaga di ajang tersebut.
Karena beragam pertimbangan, Abdul pun urung mendaftar. Ia masih berpikir tentang tanggung jawabnya terhadap adik-adik binaan yang saat itu baru saja bertumbuh.
Abdul menilai Allah swt sudah memberikan semua sesuai dengan porsi dan waktunya. Saat ia mendaftar Duta Bahasa tahun ini, adik-adiknya di Pramuka sudah tumbuh menjadi anak-anak hebat yang mandiri dan membanggakan.
“Laskar Bumantara. Ini jenama indah yang saya berikan untuk mereka sebagai harapan namanya melambung sampai ke langit,” tutur anak pertama dari dua bersaudara pasangan Triono dan Siti Aisyah itu.
Dengan niat menggebu, Abdul datang ke Duta Bahasa Provinsi Lampung tahun ini bukan untuk sekadar mencoba. Ia ingin membuka peluang dan kesempatan belajar selebar-lebarnya.
“Saya datang dengan begitu banyak pertimbangan dan hal yang akhirnya harus saya relakan. Oleh karenanya, saya tidak ingin hanya bertepuk tangan dengan hal-hal hebat yang ada di dalamnya, tetapi menjadi bagian dari hal hebat tersebut,” lanjut Abdul yang kini menetap di Pondok Pesantren Al Ishlah, Sukadamai, Lampung Selatan.
Abdul berusaha membentuk jiwanya untuk terus berusaha dan memberikan sekuat serta sebisanya di setiap tahapan penilaian.
Baca juga:
Ia mengaku, banyak hal yang belum dikuasai, tapi ia yakin, semakin banyak tekanan, pribadinya akan terbentuk.
Ia teringat pesan ayahnya.
“Usahakan segala sesuatu dengan setengah mati, bukan setengah hati.”
Abdul menilai semua peserta Duta Bahasa tahun ini adalah luar biasa. Semua datang dengan segala anugerah dan kelebihan yang Allah swt berikan.
“Mereka begitu menginspirasi saya. Saya ibarat gelas kosong.”
Abdul dan juga semua peserta menilai Ikatan Duta Bahasa (Ikadubas) adalah “rumah”. Ikadubas ini adalah wadah bagi setiap insan yang punya tekad untuk belajar dan berkembang.
Ketika namanya disebut kemarin sebagai juara I, fragmen demi fragmen kehidupan menyergapnya. Banyak kilatan ingatan membayang di pikiran.
“Kilas balik perjalanan selama hampir lima bulan di sini, membuat tangis saya pecah dan haru,” tutur Abdul.
Proses sejak awal Duta Bahasa memang sudah dijalani semua peserta sejak Januari tahun ini. Dari ratusan aplikasi yang masuk, tersisa 26 orang sebagai finalis.
Semua sudah menjalani banyak tahapan, dari uji kemahiran berbahasa Indonesia, tugas membuat krida, tes psikologi, wawancara dengan dewan juri, dan sebagainya.
Abdul merasa banyak peserta lain yang cukup pantas menjadi juara. Apalagi sebelum puncak penganugerahan, ia mengaku banyak belajar dengan peserta lain.
“Saya banyak belajar dengan Kak Vee, Kak Rara, Kak Akmal, Edi, dan semua rekan yang saya anggap mampu membantu saya berproses dari segala kekurangan.”
Abdul menilai, ada banyak pertanyaan sampai hari ini yang masih memenuhi hati dan pikirannya. Namun, satu hal yang saat ini ingin ia tanamkan adalah bahwa ia mampu dan bisa.
Ia yakin Allah swt membawanya sejauh ini bukan untuk gagal. Tanggung jawab berat yang harus ia pikul di depan akan ia lalui dengan gandengan tangan dari teman-teman Duta Bahasa lainnya.
“Dengan dekapan hangat dari Tasya, Adi, Nikholas, Kristal, dan semua teman yang saat ini lebih nyaman dengan panggilan keluarga.”
Abdul dan Fidhea bertekad ingin lebih memperkenalkan Lampung kepada bangsa ini dalam beragam konteks dan konten positif.
Citra itulah yang berusaha mereka bangun melalui “rumah” ini, lewat genggaman tangan dari para senior dan pembina, Abdul yakin hal tersebut bukanlah hal mustahil untuk diwujudkan.
Kata Abdul, berada pada lingkungan terbaik yang selalu mendukung dan mengajak kita untuk tumbuh dan berkembang, mustahil tidak merasakan kehangatan dan kebahagiaaan yang tak terhingga.
“Saya dan Kak Vee, dan seluruh Duta Bahasa Provinsi Lampung siap untuk Beraksi (Bersama Kuatkan Literasi) melalui berbagai kegiatan dan pengabdian kami pada negeri.”
Untuk perhelatan Duta Bahasa Nasional, Abdul ingin mempersembahkan yang terbaik untuk perkembangan literasi dan kebahasaan.
“Saya Ahmad Abdul Aziz dan Fidhea Pinaring Gusti siap untuk menggaungkan Provinsi Lampung dengan citra yang disegani karena keindahan bahasa dan keberagaman budayanya,” tutup Abdul.’
Selamat dan sukses buat Abdul dan Fidhea. []

Tinggalkan Komentar Anda