Wartalampung.id, Depok – Mahasiswa Universitas Islam Depok (UID) yang tergabung dalam Kelompok KKN VI Adibrata melakukan langkah nyata dalam memperkuat karakter religius generasi muda di Kampung Pitara, Kelurahan Pitara, Kecamatan Pancoran Mas.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), para mahasiswa sukses menyelenggarakan program peningkatan literasi Baca Tulis Alquran (BTQ) yang menyasar anak-anak di lingkungan RW 13.
Langkah ini diambil setelah tim mahasiswa melakukan observasi mendalam dan menemukan adanya tantangan signifikan dalam pembelajaran agama di wilayah tersebut.
Minimnya minat belajar serta masih ditemukannya kesalahan mendasar dalam pelafalan hukum bacaan menjadi pemicu utama Kelompok VI Adibrata untuk turun tangan langsung memberikan pendampingan intensif.
Kegiatan yang dipusatkan di RA An-Najah, TPQ Al-Khoiriyah, dan TPQ Bunda Nadiya ini tidak hanya sekadar mengajar, namun menggunakan pendekatan partisipatif yang interaktif.
Mahasiswa membimbing para santri untuk memperbaiki makharijul huruf (titik keluar huruf) serta memperdalam pemahaman hukum tajwid agar bacaan Al-Qur’an mereka sesuai dengan kaidah yang benar.
Sebagai bentuk kontribusi yang berkelanjutan, tim KKN UID juga menyusun sebuah instrumen edukasi khusus berupa Buku Panduan Tajwid Dasar.
Buku ini disusun dengan gaya bahasa yang sederhana agar anak-anak dapat mengulang materi secara mandiri di rumah meskipun program KKN telah usai.
Dalam narasinya, buku panduan tersebut memuat materi-materi esensial yang menjadi fondasi membaca Alquran. Dimulai dengan pengenalan mendalam mengenai ketepatan pelafalan huruf dari kerongkongan hingga bibir, hingga pembahasan detail mengenai hukum nun sukun dan tanwin seperti izhar, idgham, iqlab, dan ikhfa yang disertai contoh konkret dalam ayat.
Tak berhenti di situ, buku ini juga mengupas tuntas etika membaca Mim Sukun serta aturan pemanjangan suara atau hukum mad yang sering kali menjadi titik kekeliruan bagi pembelajar pemula.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Armenia Septiarini, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif tim mahasiswa yang mampu melahirkan luaran fisik berupa buku panduan tersebut.
Ia berharap warisan ilmu ini dapat terus dimanfaatkan oleh guru mengaji dan para santri setempat untuk mencetak generasi yang tidak hanya fasih membaca, tetapi juga mencintai Alquran.
Kegiatan inspiratif ini digerakkan oleh tim mahasiswa yang terdiri dari Ahmad Basori, Devina Juliani Bhakti, Melani Putri Agustin, Muhammad Lutfi, Muhadir Musa, Muhammad Yuspian Albani, Najwa Hamidah, Ramadhan Sofyan, Rapi Priadi, Refi Fahrizal, Ridwan Mawardi, Rezki Nuur Romadhoni, Sarah Dzannatul Ma’wa, dan Sri Puji Lestari. []

Tinggalkan Komentar Anda