Nusantara

Kunjungan Wapres Gibran ke SMKN 4 Bandar Lampung, Achmad Adhitya Catat Dua Poin Krusial

Kunjungan Wapres Gibran ke SMKN 4 Bandar Lampung, Achmad Adhitya Catat Dua Poin Krusial

Kunjungan Wapres Gibran ke SMKN 4 Bandar Lampung. | Dokumentasi

WARTALAMPUNG.ID, BANDAR LAMPUNG – Staf Khusus Wakil Presiden RI, Achmad Adhitya, menekankan pentingnya penguatan ekosistem pelatihan bahasa Jepang di Indonesia guna mendorong lebih banyak tenaga kerja terampil terserap ke pasar kerja Negeri Sakura.

Pernyataan ini disampaikan Adhitya saat mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungan kerja ke SMKN 4 Bandar Lampung dan Sekolah Terintegrasi di Bandar Lampung, kemarin.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Direktur Japan Foundation untuk meninjau langsung efektivitas program di lapangan.

Adhitya, yang juga merupakan alumnus SMAN 2 Bandar Lampung, menyoroti adanya ketimpangan antara minat belajar dan jumlah pekerja yang terserap.

“Indonesia saat ini adalah negara terbesar kedua di dunia dalam hal jumlah pembelajar bahasa Jepang. Namun, dari sisi jumlah tenaga kerja di Jepang, kita masih berada di peringkat keempat. Potensi besar ini harus terus kita tingkatkan,” ujar Achmad Adhitya.

Berdasarkan tinjauan di SMKN 4 Bandar Lampung, Adhitya mencatat dua poin krusial yang perlu segera diintervensi oleh pemerintah. Dua poin itu adalah:

Penambahan Tenaga Pengajar. Diperlukan peningkatan jumlah guru atau instruktur bahasa Jepang yang kompeten untuk mengimbangi tingginya minat siswa dan calon tenaga kerja.

Perluasan Tempat Tes: Penambahan titik lokasi pelaksanaan tes sertifikasi bahasa Jepang (seperti JLPT atau JFT-Basic) sangat diperlukan agar aksesibilitas calon pekerja di daerah, termasuk Lampung, semakin mudah dan efisien.

“Kami melihat program pelatihan di SMKN 4 sudah berjalan baik, terutama dalam skema pengiriman tenaga kerja terlatih. Namun, dua kendala utama tadi—jumlah pengajar dan lokasi tes—harus segera dicarikan solusinya agar akselerasi penyerapan tenaga kerja kita ke Jepang bisa lebih maksimal,” tambahnya.

Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Wapres Gibran untuk memastikan pendidikan vokasi di daerah selaras dengan kebutuhan pasar kerja internasional, serta memperkuat diplomasi ekonomi antara Indonesia dan Jepang melalui pengiriman sumber daya manusia yang unggul. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda