Rektor beserta dosen dan mahasiswa salat tarawih di Masjid Asmaul Yusuf kampus Teknokrat tadi malam. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Memasuki malam ke-15 Ramadan 1447 H, suasana khidmat menyelimuti Masjid Asmaul Yusuf di kompleks Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), Kampus Terbaik di Lampung, Rabu malam (4/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Ar-Royyan sekaligus mahasiswa Prodi Informatika, Alfi Azaria Roja, menyampaikan tausiyah menyentuh bertajuk “Bersyukur: Nikmat yang Sering Kita Lupakan.”
Dalam ceramahnya di hadapan jemaah salat tarawih, Alfi mengingatkan bahwa manusia sering kali lebih fokus pada apa yang tidak dimiliki daripada menghargai apa yang sudah ada.
Ia menekankan bahwa rasa syukur bukan sekadar ucapan lisan, melainkan pengakuan di dalam hati dan manifestasi dalam perbuatan.
“Syukur itu bukan tentang seberapa banyak yang kita punya, tetapi tentang seberapa sadar kita terhadap pemberian Allah. Jangan tunggu kehilangan baru bersyukur, karena orang yang paling kaya adalah yang paling banyak syukurnya,” ujar Alfi.
Ia juga mengajak jemaah melakukan refleksi mendalam mengenai nikmat iman dan kesempatan hidup.
Menurutnya, masih bisa bersujud di masjid merupakan karunia besar yang tidak didapatkan oleh semua orang. “Dengan syukur, hati akan ditenangkan dan hidup akan terasa cukup,” tambahnya.
Kegiatan kultum mahasiswa ini mendapat apresiasi positif dari Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM Nasrullah Yusuf, SE., MBA.
Ia menyatakan kebanggaannya atas keberanian dan kedalaman materi yang disampaikan oleh para mahasiswa dalam rangkaian Ramadan di kampus.
“Kami sangat mengapresiasi peran aktif mahasiswa seperti Alfi yang mampu menyampaikan pesan-pesan sejuk di Masjid Asmaul Yusuf. Ini membuktikan bahwa mahasiswa Teknokrat tidak hanya unggul dalam teknologi dan informatika, tetapi juga memiliki karakter religius yang kuat,” ungkap Nasrullah.
Rektor juga menambahkan bahwa kegiatan ini selaras dengan visi kampus dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia.
Ia berharap momentum Ramadan ini dapat mempererat silaturahmi serta meningkatkan rasa kepedulian sosial di lingkungan sivitas akademika Universitas Teknokrat Indonesia.
Acara kemudian dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah dan ramah tamah antarjemaah masjid.
Hubungan Kegiatan Keagamaan dengan SDG’s
Pelaksanaan kegiatan keagamaan seperti salat tarawih berjamaah ini tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga sejalan dengan poin-poin dalam Sustainable Development Goals (SDG’s) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan:
SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Ibadah tarawih melibatkan aktivitas fisik yang teratur dan memberikan ketenangan batin, yang berkontribusi pada kesehatan mental dan kesejahteraan emosional jamaah.
SDG 4: Pendidikan Berkualitas
Melalui rangkaian kultum dan motivasi dari Rektor maupun mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana pendidikan karakter dan akhlak mulia bagi mahasiswa di luar ruang kuliah.
SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh
Berkumpulnya berbagai elemen universitas dalam satu saf salat memperkuat ikatan persaudaraan dan menciptakan lingkungan kampus yang inklusif serta harmonis.
Universitas Teknokrat Indonesia terus berkomitmen untuk tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga dalam mencetak lulusan yang memiliki fondasi spiritual yang kuat melalui berbagai agenda di Masjid Asmaul Yusuf. []

Tinggalkan Komentar Anda