Rahmat Mirzani Djausal. | Anggi Dwi Raharti
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan sektor kerajinan dan UMKM memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal ini ia kemukakan malam ini pada pembukaan Kriya Jemari Lampung 2025 di Graha Wangsa.
Acara ini pertama kali digelar pada tahun 2025 sekaligus akan menjadi acara tahunan.
Gubernur mengatakan, pameran ini hadir dengan konsep baru yang lebih modern, segar, dan inovatif.
Dengan tema “Merajut Tradisi, Menenun Inovasi”, kegiatan ini ditujukan untuk menjaga keaslian warisan budaya Lampung dan mendorong inovasi kerajinan Lampung.
Menurut Mirza, acara ini sebagai perayaan kreativitas dan warisan yang menampilkan karya terbaik para pengrajin dari seluruh kabupaten/kota.
Dia turut mengapresiasi keragaman motif, warna, dan desain yang ditampilkan dalam pameran dengan mendatangi beberapa tempat dari berbagai pameran.
Ia menyoroti bahwa produk kerajinan Lampung tidak hanya mencerminkan kreativitas, tetapi juga kekayaan budaya.
Menurut Gubernur, investasi besar bernilai triliunan rupiah hanya menghasilkan sedikit lapangan pekerjaan, sedangkan UMKM mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dengan modal jauh lebih kecil.
Ia juga mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat inovasi, mengikuti standar internasional, serta memanfaatkan kecerdasan buatan.
“Semakin banyak kompetisi, akan semakin tinggi kualitas-kualitasnya, akan semakin bagus daya saing kita dan ini bisa memberikan keunggulan kita ke pasar regional maupun ke internasional,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan, Lampung memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif, salah satunya tingginya pergerakan wisatawan domestik.
Pada tahun sebelumnya tercatat ada 18 juta wisatawan, dan hingga Juli tahun ini jumlahnya telah mencapai 17 juta kunjungan, dengan harapan mencapai 28 juta wisatawan domestik pada akhir tahun.
Kunjungan tersebut membawa dampak ekonomi yang besar, diperkirakan potensi perputaran uang dari sektor pariwisata dapat mencapai sekitar Rp 50 triliun, apabila setiap wisatawan membawa pulang produk khas Lampung.
“Mari kita bangga dengan produk daerah kita sendiri. Setiap pembelian produk lokal adalah bentuk dukungan untuk pengrajin dan penggerak ekonomi Lampung,” tegasnya.
Diharapkan ke depannya keindahan yang ada di Lampung ini bisa ditularkan ke seluruh Indonesia.
Ia menutup sambutannya sekaligus membuka pameran secara simbolis dengan pemukulan alat musik tradisional. [Anggi Dwi Raharti]

Tinggalkan Komentar Anda