Nusantara

Kristian Adi Putra Bagikan Kiat menjadi Pengajar BIPA di Luar Negeri dalam Webinar BBPL Lampung

Kristian Adi Putra Bagikan Kiat menjadi Pengajar BIPA di Luar Negeri dalam Webinar BBPL Lampung

Kristian Adi Putra. | Tangkapan layar Delima Kurnia

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Balai Bahasa Provinsi Lampung (BBPL) menggelar Webinar BIPA bertema “Penyebaran Program BIPA: Peluang dan Tantangan Pengajar BIPA dalam Penginternasionalan Bahasa Indonesia” melalui Zoom Meeting, Selasa, 25/11/2025.

Salah satu narasumber, Kristian Adi Putra membagikan kiat dan strategi untuk menjadi pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di luar negeri, serta pengalaman pribadinya mengajar di Amerika Serikat.

Dalam paparannya, Kristian mengungkapkan bahwa peluang mengajar BIPA di luar negeri terbuka luas pada banyak perguruan tinggi dunia, termasuk sejumlah kampus besar di Amerika Serikat seperti University of Hawaii at Manoa, University of Wisconsin Madison, Yale University, Harvard University, dan UCLA.

Kristian menuturkan, untuk dapat berkarier sebagai pengajar BIPA di luar negeri diperlukan kesiapan kompetensi dan pengalaman. “Kita perlu terus menyesuaikan diri secara kualifikasi pendidikan, pelatihan, dan pengalaman praktis. Sehingga ketika kesempatan datang, kita sudah siap untuk mencoba,” ujarnya.

Ia juga membagikan langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan sejak dini, di antaranya rutin memantau informasi lowongan mengajar BIPA, mempersiapkan dokumen profesional seperti cover letter, curriculum vitae hingga sampel bahan ajar dan publikasi.

Selain itu, ia juga menjelaskan untuk membangun jejaring profesional dinilai sebagai faktor penting untuk membuka kesempatan kerja di luar negeri.

Kristian menceritakan pengalamannya menjadi instruktur BIPA di University of Montana, Amerika Serikat.

Ia melalui proses seleksi mulai dari mengunggah berkas lamaran, wawancara daring, pelatihan seminggu, hingga mengajar kelas BIPA daring untuk tentara Angkatan Darat Amerika Serikat yang mempelajari percakapan bahasa Indonesia untuk kebutuhan militer.

Selain pengalaman mengajar di Montana, Kristian juga pernah menjadi tutor BIPA di University of Arizona dan pengembang kurikulum di Transparent Language Amerika Serikat.

Di akhir sesi, Kristian menegaskan bahwa persiapan untuk mendaftar program mengajar BIPA di luar negeri membutuhkan proses yang panjang dan tidak dapat dilakukan secara instan.

Ia menyampaikan bahwa berbagai persyaratan seperti kualifikasi pendidikan, portofolio pengajaran, sertifikat pelatihan, hingga publikasi akademik harus dipersiapkan jauh hari.

“Persiapannya tidak cukup dua atau tiga bulan. Lebih baik disiapkan setidaknya satu atau dua tahun jadi secara portofolio lebih siap,” pungkasnya. [Delima Kurnia]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda