Olahraga

Komunitas Kawan Lari Dampingi Uji Rute Smanda Fun Run 2025

Komunitas Kawan Lari Dampingi Uji Rute Smanda Fun Run 2025

Kapten Kawan Lari, Haryanto Nehemian, | Nathania Shakira

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Komunitas Kawan Lari turut berperan dalam pelaksanaan kegiatan Smanda Fun Run 2025 yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-60 SMA Negeri 2 Bandar Lampung.

Kegiatan Smanda Fun Run dijadwalkan berlangsung pada 7 Desember 2025 di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung, dengan melibatkan peserta dari berbagai kalangan.

Sebagai bagian dari persiapan teknis, panitia bersama Komunitas Kawan Lari mengadakan uji coba rute, yakni kategori 5 kilometer pada 8 November 2025 dan kategori 10 kilometer pada 15 November 2025.

Dalam kegiatan ini, komunitas tersebut berperan dalam pendampingan teknis serta pengawasan jalur lintasan guna memastikan pelaksanaan berjalan aman dan lancar.

Komunitas Kawan Lari berdiri sejak tahun 2021. Tepat pada 9 November 2025 mendatang, komunitas ini akan merayakan hari jadinya yang keempat.

Kapten Kawan Lari, Haryanto Nahemian, menjelaskan bahwa latar belakang berdirinya komunitas ini didasari oleh kebersamaan, komitmen, dan kedisiplinan.

Nilai-nilai tersebut menjadi pengikat yang kuat bagi para anggota untuk terus menjaga solidaritas dan semangat berlari bersama.

Ia menuturkan, awal terbentuknya komunitas ini berawal dari kegiatan lari bersama setiap malam Kamis.

Karena semakin banyak peminat, kegiatan tersebut berkembang dengan menggelar lari di berbagai lokasi seperti gunung, hutan, dan kawasan pantai.

Aktivitas itu kemudian menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat hingga komunitas Kawan Lari berkembang seperti saat ini.

Sejak berdiri, komunitas ini telah menangani sekitar 44 kegiatan lari di berbagai daerah. Setiap kegiatan memiliki tantangan dan tingkat kesulitan yang berbeda.

“Kami pihak panitia berusaha untuk memberikan solusi dari kekurangan yang terjadi di lapangan,” ujar Haryanto.

Haryanto juga menyoroti tren olahraga lari yang kini semakin populer di berbagai kalangan, namun masih dipandang sebagai olahraga yang mahal.

Ia menegaskan, “Bergayalah sesuai kantong, karena tujuan utama lari itu untuk sehat, bukan gaya-gayaan.”

Menanggapi fenomena fotografer jalanan yang kerap mengambil foto pelari tanpa izin, Haryanto menilai hal tersebut memiliki dua sisi pandang. Ada pelari yang senang difoto, namun ada pula yang menjaga privasinya.

Umumnya, pelari yang tidak ingin difoto akan memberikan isyarat dengan membentuk tanda silang menggunakan tangan sebagai penolakan terhadap pengambilan gambar.

Sebagai penutup, Haryanto menyampaikan pesan bagi generasi muda yang ingin menekuni olahraga ini.

Ia berpesan agar tidak takut memulai dan tidak ragu mencoba, karena kebiasaan baik tidak bisa dibangun secara instan, melainkan melalui proses yang panjang.

“Ketika gaya hidup kita sehat, pikiran kita menjadi positif,” tutupnya. [Nathania Shakira]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda