Komunitas Gemar Literasi. | Dok
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Komunitas Gemar Literasi menghadiri undangan agenda Reading and Sharing yang diselenggarakan oleh Stoa Coffee Books, Jalan Pagaralam No. 88, Segalamider, Bandar Lampung, Ahad, 2/8/2026.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Komunitas Lampung Book Party. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi para pegiat literasi untuk membaca, berbagi cerita, dan berdiskusi tentang buku dalam suasana yang santai dan menyenangkan, ditemani secangkir kopi dan sajian khas yang menjadi ikon Stoa Coffee Books.
Melalui kegiatan ini, Komunitas Gemar Literasi tidak hanya menikmati aktivitas membaca, tetapi juga memperluas jejaring dengan komunitas literasi lainnya. Kegiatan Reading and Sharing diharapkan dapat menjadi langkah kecil untuk terus menumbuhkan budaya membaca dan berbagi pengetahuan di Bandar Lampung.
Agenda Reading and Sharing diawali dengan sesi perkenalan diri, sekaligus berbagi cerita mengenai tokoh yang menjadi inspirasi serta alasan peserta gemar membaca.
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh pelajar dan mahasiswa, tetapi juga para pekerja serta masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap dunia literasi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi membaca hening selama 40 menit. Dalam suasana yang tenang dan santai, peserta menikmati waktu membaca buku pilihan masing-masing.
Setelah sesi membaca selesai, peserta berbagi cerita dan menyampaikan insight atau hal-hal menarik yang mereka peroleh dari bacaan selama 40 menit tersebut.
Beragam buku turut mewarnai sesi membaca, mulai dari buku politik, novel, hingga buku pengembangan diri (self-improvement). Tidak hanya berbagi insight, peserta juga saling memberikan rekomendasi buku yang menarik dan layak untuk dibaca.
Suasana tersebut menjadikan Reading and Sharing sebagai ruang sederhana namun bermakna untuk membaca, bertukar pengetahuan, dan menemukan rekomendasi bacaan baru.
Kegiatan Reading and Sharing ditutup dengan pesan-pesan menarik dari para peserta. Salah satu peserta mengajak masyarakat untuk kembali membiasakan diri membaca buku fisik.
Menurutnya, membaca melalui buku fisik memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan membaca melalui handphone karena dapat membantu pembaca lebih fokus dan mengurangi distraksi.
“Kurangi scroll media sosial, karena 30 detik scrolling mu dapat mendistraksi pikiranmu. Mari kembali membaca buku fisik,” ujar salah satu peserta.
Pesan tersebut semakin diperkuat oleh pemilik STOA Coffee Books yang mengajak peserta untuk terus menumbuhkan budaya membaca.
Ia menyampaikan sebuah kalimat reflektif yang menggambarkan pentingnya literasi bagi masa depan bangsa: “Berapa Pun Biaya Pembangunan Perpustakaan, Harga Itu Murah Dibandingkan Dengan Harga Sebuah Bangsa Yang Bodoh.”
Pesan-pesan tersebut menjadi penutup yang mengingatkan bahwa membaca bukan sekadar aktivitas mengisi waktu luang, melainkan bagian penting dalam membangun pola pikir, pengetahuan, dan kualitas masyarakat. Dari sebuah buku, perubahan kecil dapat dimulai. [Melisa]

Tinggalkan Komentar Anda